Lompat ke isi

Kimia Organik/Konsep dasar kimia organik/Sejarah kimia organik

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Pendahuluan

[sunting]

Kimia organik mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Kita terbuat dan dikelilingi oleh senyawa organik. Hampir semua proses dalam makhluk hidup melibatkan senyawa organik. Jika ingin memahami kehidupan, perlu kita mengetahui tentang kimia organik. Penyusun utama makhluk hidup, yaitu protein, lemak, karbohidrat, asam nukleat, enzim, dan hormon adalah zat organik. Bensin, oli, ban, pakaian, kayu, kertas, obat, wadah plastik, dan parfum, semuanya zat organik. Pada pemberitaan di koran atau televisi sering pula disebut-sebut istilah kolesterol, lemak tak jenuh, polimer, nikotin, ekstasi, melamin, atau formalin. Semua istilah tersebut mengacu pada zat organik. Dengan kata lain, kimia organik lebih dari sekedar cabang ilmu yang dipelajari oleh kimiawan atau mahasiswa calon dokter, apoteker, ahli pertanian, atau ahli peternakan. Kimia organik merupakan bagian dari peradaban manusia itu sendiri.

Kimia organik meliputi bidang yang sangat luas. Untuk mempermudah dalam mempelajarinya, senyawa organik dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifat yang dimilikinya. Sifat-sifat senyawa organik sangat bergantung pada bagaimana strukturnya.[1]

Referensi

[sunting]
  1. https://repository.ut.ac.id/4577/