Lompat ke isi

Kue Bingka Santan Ranau

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Kue Bingka Santan Ranau merupakan salah satu kue tradisional yang sangat dikenal oleh masyarakat di wilayah Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Kue ini sering dijumpai dalam berbagai kegiatan adat, perayaan hari besar keagamaan, hingga acara keluarga seperti syukuran dan kenduri. Ciri utama kue bingka terletak pada teksturnya yang lembut, padat namun tidak keras, serta rasa gurih-manis yang berasal dari perpaduan santan dan telur. Aroma khas santan yang dipanggang atau dikukus menjadikan kue ini memiliki daya tarik tersendiri. Dalam budaya lokal, kue bingka bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan penghormatan kepada tamu. Selain sebagai camilan, manisan ini juga kerap disajikan saat hari raya atau acara keluarga sebagai pelengkap hidangan.

Alat

[sunting]
  1. Loyang kue
  2. Oven atau kukusan
  3. Baskom besar
  4. Whisk atau sendok kayu
  5. Saringan

Bahan

[sunting]
  1. Telur ayam segar
  2. Santan kental dari kelapa tua
  3. Gula pasir
  4. Tepung terigu
  5. Garam secukupnya
  6. Vanili (opsional)

Cara Pembuatan

[sunting]

Telur dan gula dikocok hingga larut dan sedikit mengembang. Santan ditambahkan secara perlahan sambil terus diaduk agar adonan tidak pecah. Tepung terigu yang telah diayak dimasukkan sedikit demi sedikit hingga adonan halus dan tidak bergerindil. Setelah itu, adonan dituangkan ke dalam loyang yang telah diolesi minyak. Kue dapat dipanggang atau dikukus hingga matang, ditandai dengan permukaan yang menguning dan aroma harum. Kue bingka santan paling nikmat disajikan hangat sebagai teman minum teh atau kopi.