Kumpulan Dongeng-Dongeng Unik/Anak yang Kejam kepada Ayahnya
| Kitab Dongéng-Dongéng nu Aranéh oleh Pengarang: Muhammad Musa |
| Alih aksara: Kepadalisna Alih bahasa: Hayati Mayang Arum |
Zaman dahulu ada orang kejam dan durhaka kepada ayahnya, yang sudah sangat renta, tidak bisa lagi bekerja. lengannya, kakinya, kepalanya pun gemetar, sering memecahkan wadah-wadah. Saat minum air, tumpah satu cangkirnya, tumpah. Lalu ia berkata:
- “Hei orang tua tak berguna, kerjanya hanya memecah-mecahkan wadahku saja, aku tidak akan tahan, sekarang lebih baik membuat cangkir kayu saja, atau tempurung kelapa, untuk tempat makan dan minum ayah ibuku.”
Lalu dibuatlah, dan akhirnya jadi. Sejak saat itu setiap kali minum atau makan selalu menggunakan piring kayu, cangkir dari tempurung.
Setelah lama diperhatikan oleh cucunya, bahwa kakeknya seperti itu keadaannya, kalau minum pakai tempurung, kalau makan pakai tudung kayu. Dikiranya oleh cucunya bahwa itu adat orang tua, lalu si cucu membuat tudung kayu. Saat sedang dibuat, diketahui oleh ayahnya, lalu ditanya, katanya:
- “Untuk apa kamu membuat yang seperti itu?”
Dijawab oleh anaknya:
- “Saya membuat tudung kayu, untuk dipakai ayah, nanti kalau sudah tua, seperti kakek sekarang.”
Setelah mendengar ucapannya seperti itu, terkejut dan merasa bersalah, bahwa dirinya bersikap seperti itu kepada orang tua, sejak saat itu diajak makan bersama-sama saja diberi wadah-wadah, bagaimana adat yang pantas.
Sinom
[sunting]Selalu berpesan hamba, kepada sobat, kepada istri tercinta, kepada yang membaca surat ini, semoga masing-masing sadar, dan masing-masing berhati-hati, pentingnya perhatian kepada orang tua, tetapi sudah biasa, anak kepada ayah sering lupa, tidak seperti kasihnya ayah kepada anaknya.