Kumpulan Dongeng-Dongeng Unik/Cerita Kapal Kebakaran
| Kitab Dongéng-Dongéng nu Aranéh oleh Pengarang: Muhammad Musa |
| Alih aksara: Kepadalisna Alih bahasa: Hayati Mayang Arum Edisi teks:Mirani Pramitasari |
Di suatu zaman yang belum terlalu lama, ada sebuah kapal kebakaran di pelabuhan Negara Inggris. Adapun nahkodanya bersama istri dan anaknya yang berumur 2 tahun, duduk di dalam kamar kapal. Apinya menyala-nyala, suaranya bergemuruh. Maka si nakhoda dan anak-istrinya hendak lari, tetapi tidak diperbolehkan, karena pintu dan kabin sudah terbakar, api berkobar, tak ada jalan lain, hanya lewat jendela yang menghadap ke laut, adapun hati nakhoda berkata, "aku bisa berenang, tetapi istri dan anak tidak bisa". Tak ada lagi anak kecil selain nakhoda yang membawa 1 domba kibas, yang ada di dekat situ, lalu didudukkan anaknya di punggung domba tersebut serta diturunkan ke laut, ucapnya: “Maha Suci Allah, semoga menyertai bersama anakku.”
Setelah itu istrinya turut terjun ke laut, disusul nakhoda sambil membawa pelampung supaya tidak tenggelam. Kemudian datang orang-orang yang membawa sampan untuk menolong, hingga mereka selamat sampai ke daratan. Adapun domba kibas tersebut, berenang sambil menggendong anak si nakhoda hingga ke darat, dan ditemukan oleh orang yang sedang berada di pesisir. Anak tersebut lalu diambil dari punggung domba, serta diantar kepada ibu dan bapaknya. Begitulah kejadiannya, mereka bertiga selamat, sedangkan kapalnya hangus terbakar.
Syair
[sunting]Tuhan Allah Yang Maha Kuasa,
pertolongannya tergantung kehendak-Nya,
wajib bagi seluruh manusia,
memohon pertolongan kepada Yang Maha Kuasa.