Lompat ke isi

Kumpulan Dongeng-Dongeng Unik/Cerita Kapal Kebakaran

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Kitab Dongéng-Dongéng nu Aranéh
oleh Pengarang: Muhammad Musa
Alih aksara: Kepadalisna
Alih bahasa: Hayati Mayang Arum
Edisi teks:Mirani Pramitasari
7. Cerita Kapal Kebakaran

Di suatu zaman yang belum terlalu lama, ada sebuah kapal kebakaran di pelabuhan Negara Ing­gri­s. Adapun nahkodanya bersama istri dan anaknya yang berumur 2 tahun, duduk di dalam kamar kapal. Apinya menyala-nyala, suaranya bergemuruh. Maka si na­khoda dan anak-istrinya hendak lari, tetapi tidak diperbolehkan, karena pintu dan kabin sudah terbakar, api berkobar, tak ada jalan lain, hanya lewat jendela yang menghadap ke laut, adapun hati nakhoda berkata, "aku bisa berenang, tetapi istri dan anak tidak bisa". Tak ada lagi anak kecil selain nakhoda yang membawa 1 domba kibas, yang ada di dekat situ, lalu didudukkan anaknya di punggung domba tersebut serta diturunkan ke laut, ucapnya: “Maha Suci Allah, semoga menyertai bersama anakku.”

Setelah itu istrinya turut terjun ke laut, disusul nakhoda sambil membawa pelampung supaya tidak tenggelam. Kemudian datang orang-orang yang membawa sam­pan untuk menolong, hingga mereka selamat sampai ke daratan. Adapun domba kibas tersebut, berenang sambil menggendong anak si na­khoda hingga ke darat, dan ditemukan oleh orang yang sedang berada di pesisir. Anak tersebut lalu diambil dari punggung domba, serta diantar kepada ibu dan bapaknya. Begitulah kejadiannya, mereka bertiga selamat, sedangkan kapalnya hangus terbakar.

Syair

[sunting]

Tuhan Allah Yang Maha Kuasa,
pertolongannya tergantung kehendak-Nya,
wajib bagi seluruh manusia,
memohon pertolongan kepada Yang Maha Kuasa.