Lompat ke isi

Kumpulan Dongeng-Dongeng Unik/Tuhan Akan Membalas Orang yang Suka Menyiksa Hewan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Kitab Dongéng-Dongéng nu Aranéh
oleh Pengarang: Muhammad Musa
Alih aksara: Kepadalisna
Alih bahasa & edisi teks: Hayati Mayang Arum
6. Tuhan Akan Membalas Orang yang Suka Menyiksa Hewan

Wahai saudara-saudara, istri dan suami, silakan dengarkanlah cerita ini, yang sangat mengherankan. Pada zaman dahulu ada seorang manusia, memiliki tujuh anak. Anaknya semuanya laki-laki, tetapi semuanya bisu. Ayahnya menderita, karena memiliki anak yang tuna daksa. Sering berkata, ucapnya:

Apa sebabnya Gusti Allah menghukumku sehingga semua anakku tunawicara.”

Dari sana ia bersama semua anaknya, berkunjung ke temannya. Setelah sampai, mereka duduk, bercerita dan disuguhi makan. Saat makan, ayahnya memperhatikan wajah anak-anaknya, tampan, gagah, kuat, tetapi kurangnya tidak bisa berbicara. Karena semakin sedih, melihat anak-anaknya seperti itu, lalu menunduk sambil menangis, berkata dalam hati, begini:

Ya Allah, mengapa hukuman-Mu menimpa diriku sedemikian berat.”

Sahabatnya berkata:

Aku melihat sikapmu yang sedih, karena memikirkan anak-anak yang semuanya tunawicara, serta heran pada hukuman Gusti Allah, apa sebabnya sampai menghukum seperti itu. Tetapi aku tidak heran, dan tahu sebabnya, mengapa semua anak-anakmu tunawicara. Dahulu, waktu engkau masih muda, sangat gemar berburu, menangkap burung, jika sudah dapat, dipotong lidahnya, lalu dilepaskan lagi, bukan untuk dimakan atau dipelihara, hanya menangkap burung untuk disakiti, hanya menjadi kesenanganmu saja. Perbuatanmu yang seperti itu, dilihat Allah yang Maha Penyayang, oleh karena burung tersebut tidak bisa bersuara lagi, Allah menghukummu dengan tidak bisa mendengar suara yang memanggilmu ayah kepadamu, seperti halnya bapak burung tersebut tidak bisa mendengar suara anaknya.”

Allah menciptakan burung dan hewan lainnya, untuk kemaslahatan manusia, supaya dimakan dan diambil manfaatnya, bukan untuk disiksa. Karena dalam surat Nabi Musa juga ada isinya, kalau kamu menemukan sarang burung di tanah, atau di dahan-dahan pohon, dijaga oleh induknya, atau sedang dierami, maka jangan diambil anaknya atau telurnya beserta induknya. Boleh diambil anaknya atau telurnya saja, untuk dimanfaatkan olehmu, jangan diambil bersama induknya. Itu agar kamu selamat, supaya tidak mendapat balasan dari akibat menyiksa dirimu sendiri.

Syair

[sunting]
  1. Nah itu demikianlah seharusnya orang,
    yang suka menuruti nafsunya,
    tidak ada sama sekali rasa iba,
    menyiksa saja selamanya.

  2. Akhirnya mendapat balasan Tuhan,
    tetapi hatinya merasa heran
    perbuatannya tidak dipikirkan
    pasti ada sebab dan alasan.