La Galigo
La Galigo adalah sebuah epos mitologi dari suku Bugis yang terdiri atas dua belas jilid dan telah diakui sebagai warisan dokumenter dunia oleh UNESCO sejak tahun 2011. Kedua belas jilid ini mewakili bagian terbesar yang tersusun secara berkelanjutan dari karya sastra terpanjang yang pernah ada. Secara keseluruhan, epos ini diperkirakan memuat sekitar 6.000 halaman. Karena panjangnya yang luar biasa, tidak ada satu pun naskah tunggal yang mencakup keseluruhan kisah. Naskah dua belas jilid yang dimiliki saat ini hanya mencakup sepertiga awal cerita.[1]
Disusun dalam bentuk puisi, La Galigo menggunakan pola metrum lima suku kata, pengulangan paralel, dan kosakata yang khas. Karya ini berakar kuat pada tradisi lisan dan diperkirakan lahir sekitar abad ke-14 di wilayah bekas Kerajaan Luwuq, yang terletak di Sulawesi Selatan, Indonesia. Suku Bugis, sebagai kelompok etnis terbesar di wilayah tersebut, kini berjumlah sekitar 2,5 juta jiwa. Mereka memiliki bahasa dan aksara sendiri, serta warisan sastra lokal yang berkembang hingga awal abad ke-20.
Selain dimaknai sebagai teks suci—dan oleh sebagian orang dianggap sebagai catatan sejarah—La Galigo juga diakui sebagai karya sastra yang menakjubkan dan bernilai estetika tinggi.
Berkas:
[sunting]Baca juga
[sunting]| Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini: |
| Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini: |
- Museum Galigo
- Aksara Lontara
| Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini: |
| Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini: |

Referensi
[sunting]- ↑ I La Galigo in context. Leiden University.