Lompat ke isi

Lombok di Mata Perempuan/Berteduh di Pulau Seribu Masjid

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Pagi kemarin, aku merasa jenuh.

Kebosanan itu membuat pikiranku kian gaduh.

Aku menatap diriku pada genangan air keruh,

Awan-awan itu membawa diriku di langit abu.

Namun, aku masih merasa belum lega,

Aku meminta awan-awan untuk mengantarku ke langit tetangga.

Mereka membawa diriku ke sebuah taman, yang tampak begitu indah.

Di depan taman ini bertulis "Selamat Datang di Pulau Seribu Masjid".

Aku menatap ke dalam, nampak indah dengan lalu lalang kupu-kupu.

Dan terkadang ada kupu-kupu menjengkelkan dan menjijikkan.

Aku membuat keputusan ajaib dengan berteduh di taman ini,

memberiku nyawa baru untuk berdetak, terus berdetak,

meski ada hal-hal aneh yang datang menghampiri.


Di taman inilah aku menjadikannya tempat teduh,

Dia menampung setiap kenangan-kenangan kami.

Setiap sudutnya menyimpan luka dan kesedihan kami.

Barangkali juga menyimpan kebosanan dan kejenuhan hidup.