Lompat ke isi

Lombok di Mata Perempuan/Perempuan di Antara Ayunan dan Perosotan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Semata tangan Tuhan

Yang tempatkan aku di salah satu gugusan pulau

Lombok, yang lurus, jujur, dan indah memukau

Di antara sebaran pantai-pantai cantik, permai, berpasir lembut

Ombak berdebur, air sebening kristal, langit biru bersih dengan sinar mentari tak pernah redup

Aku yang sedang larat dibuat jatuh hati


Sanak,

Betapa indah kekayaan kita

Gereja yang elegan menyambut jemaat setiap akhir pekan

Di antara deretan pura indah menanti pemuja yang datang elok berkebaya

Sahut-menyahut suara muadzzin berseru lima kali banyaknya

Desain eksterior vihara yang sarat arti, magis mempesona

Harmonis  dalam penerimaan dan pengertian

Beragam bahasa mengisi riuh percakapan

Dari ujung Bertais, Abian Tubuh, Cakranegara, Karang Jasi, Karang Sukun, Kebon Roek, ACC Ampenan,

Pagesangan sampai Pasar Pagutan

Mereka jadi mimbar sekaligus altar kebersamaan

Semua merasa aman menampilkan dialek kedaerahan

Ramah, dalam kebersahajaan


Sanak,

Kita sudah sejauh ini

Berjibaku setiap hari

Memberi stimulasi bagi anak penerus negeri

Seraya belajar dengan giat untuk menjadi pendidik yang mumpuni

Reflektif, jujur dan gemar berkolaborasi

Semata ingin mencetak generasi unggul dan mandiri di kemudian hari


Sanak,

Masihkah ingin kau menatap cucumu

Duduk bertinggung di atas pasir

Nihil serpihan botol minuman atau bungkus nasi basi

Kakinya dijilat ombak tanpa apungan plastik atau sendal jepit

Adakah kau setia memimpikan

Taman-taman kota cantik lestari jadi tempat anak riang berlarian

Sekolah tanpa perundungan, tempat belajar demokrasi tanpa settingan

Rumah-rumah kita jadi tempat pulang ternyaman

Karena penghuninya sehat raga, tebal iman

Dompetnya sarat uang seratus ribuan

Tabung gas aneka warna dapat dibeli tak kenal tanggal tua

Meteran listrik tak sempat menjerit

Lantaran empunya rajin isi ulang tak perlu strategi terlalu irit


Sanak,

Bayangkan kota kita yang jalanannya sibuk setiap hari

Namun aman karena kita berkendara dengan disiplin diri

Pasang sen kiri namun belok kanan hanya sejarah dari masa kegelapan

Tertib berhenti sebelum berbelok, kaca spion bukan jadi pajangan

Di semua tempat air bersih mengalir tanpa batasan

Cukup untuk anak cucu hingga turunan ke sembilan

Sayang, mimpi saja tak kan cukup

Kita harus bekerja keras mewujudkan

Kota yang kau impikan, jadilah arsiteknya sekalian

Agar Mataram benar-benar menjadi lambang kegairahan hidup membangun tanah harapan.

Untuk masa depan yang lebih cerah, mengundang decak kagum.

Mata dan Aram, persembahan bagi ibu pertiwi, yang semakin harum.