Lombok di Mata Perempuan/Sajak untuk Buku Tua
Duduk di hadapan rak-rak tua
Debu lebih setia dari pembaca
Halaman rapuh yang tak lagi muda
Hanya tanganku yang setia
Datang dengan penuh cinta
Di kota-kota besar sana
Buku disambut dengan pesta
Anak-anak muda menyesap kata
di warung kopi, trotoar, hingga ruang terbuka
Literasi jadi cahaya
Penerang jalan mereka
Di tempat yang katanya terindah di dunia
Buku-buku hanya pajangan semata
Dibiarkan bisu, kalah dengan wisata
Atau riuh gawai yang dipuja
Iri rasanya
Padahal ada banyak cerita
Yang terkunci dalam rumah-rumah tua
Kemewahan itu bernama membaca
Hanya terjangkau yang tau-tau saja
Nilai tak hingga di dalamnya
Dianggap pajangan semata
Hai buku tua di pojok sana
Nyawamu masih berguna
Untuk banyak kepala di luar sana
Yang kelaparan dan menganga