Loneliness sebagai Fenomena Masyarakat Modern
Kesepian telah menjadi sebuah fenomena yang banyak ditemui di masyarakat, baik mereka yang mengakui secara eksplisit maupun tidak. Fenomena modern yang kini menjadi isu sosial dan bisa ditemui di berbagai kalangan dan usia. Kesepian yang bisa terjadi karena berbagai factor dari internal maupun eksternal kemudian menjadi isu tersendiri di kalangan Masyarakat modern. Secara sederhana, loneliness adalah perasaan kurang karena adanya ketidaksesuaian dari keinginan dan kenyataan secara hubungan sosial baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Faktor
[sunting]Kesepian sebagai sebuah emosi negative dapat menimbulkan rasa terisolasi yang mendalam pada individu dan dalam jangka panjang dapat memunculkan stress yang mengancam kesehatan fisik dan mental[1].
Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa kalangan yang lebih rentan mengalami kesepian, seperti: berusia muda yakni 18-34 tahun, dibandingkan usia dewasa yakni diatas 55 tahun[2]. Selain pada mereka yang berusia lebih muda, mereka yang berduka, mengalami trauma mendalam, dan memiliki kepribadian yang pemalu dan kepercayaan diri juga lebih rentan terhadap kesepian, dan berbagai factor lainnya[3].
Kesepian dapat dialami oleh siapapun dan kapanpun. Meskipun kesepian dapat dicegah atau diatasi dengan berbagai metode, namun memahami bahwa kesepian adalah salah satu bagian dari kehidupan yang perlu diterima dan dijalani sebagai sesuatu yang manusiawi. Kesepian bukanlah sesuatu yang memalukan ataupun penyakit, kesepian adalah tanda permintaan tolong dari tubuh, dan tugas individu tersebut untuk menyadari dan menolong dirinya dengan cara yang paling sesuai baginya.
Referensi
[sunting]- ↑ Perlman, D,. & Peplau, L. (1998). Loneliness. Encyclopedia of Mental Health,2(1), pp 571-581
- ↑ De, J., Gierveld, J., & Tilburg, T. van. (2006). A 6-Item Scale for Overall, Emotional, and Social Loneliness Confirmatory Tests on Data. Research on Aging, 28(5), pp 582–598.
- ↑ Griffin, Jo. (2010). The Lonely Society? London : Mental Health Foundation.