Lompat ke isi

Mahfuzhat/Kelas 1/Bagian 2

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
<< Bagian 1 Kelas 1 KMI Bagian 2 - Mahfuzhat Bagian 3 >>

Mahfuzhat Kelas 1 KMI

[sunting]

Bagian 2

[sunting]
  • بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
Bayḍatu al-yawmi khayrun min dajājati al-ghadi
Arti: Telur di hari ini lebih baik daripada ayam di hari esok.
Penjelasan: Suatu hal yang kecil namun bermanfaat yang pasti didapatkan pada hari ini lebih baik daripada janji hal besar namun belum pasti di esok hari.
  • الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
Al-waqtu athmanu mina al-dhhahabi
Arti: Waktu lebih mahal daripada emas.
Penjelasan: Waktu adalah aset paling besar, baik untuk digunakan dalam melaksanakan ide dan keinginan hidup, maupun untuk diberikan kepada orang yang dicintai.
  • العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسْمِ السَّلِيْمِ
Al-ʿaqlu as-salīmu fī al-jismi as-salīmi
Arti: Akal yang sehat ada pada jasmani yang sehat.
Penjelasan: Bila kesehatan terjaga, kesehatan mentalpun akan menjadi baik. Men sana in corpore sano.
  • خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
Khayru jalīsin fī az-zamāni kitābun
Arti: Sebaik-baik teman duduk adalah buku.
Penjelasan: Buku dapat memberikan ilmu, tidak menghakimi, jujur dan apa adanya. Maka tidak ada waktu yang sia-sia bila ditemani sebuah buku.
  • مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Man yazraʿ yaḥṣud
Arti: Siapa yang menanam dia yang menuai.
Penjelasan: Apapun yang dilakukan oleh manusia memiliki konsekuensi, ia yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan, begitu pula yang menanam kejahatan, akan menuai kejahatan.
  • خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
Khayru al-aṣḥābi man yadulluka ʿalā al-khayri
Arti:Sebaik baik sahabat adalah yang menunjukkan kebaikan.
Penjelasan: Persahabatan yang baik adalah yang bekerja sama dalam kebaikan, membantu untuk kebaikan dan menyelamatkan kepada kebaikan.
  • لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
Law lā al-ʿilmu lakāna an-nāsu kāl-bahā'imi
Arti: Kalau tidak karena ilmu pengetahuan, manusia tersisa hanya sebagai hewan liar.
Penjelasan: Kapasitas manusia untuk bernalar, dan darinya mengetahui ilmu kemudian menjadi iman, adalah yang membedakan manusia dengan hewan liar.
  • العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
al-ʿilmu fī aṣ-ṣighari kān-naqshi ʿalā al-ḥajari
Arti: Ilmu di masa muda seperti pahatan di atas batu.
Penjelasan: Manusia memiliki kapasitas kognitif dan mental yang kuat pada masa muda, sehingga apapun yang dipelajari di masa muda akan teringat hingga dewasa.
  • لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
Lan tarjiʿa al-ayyāmu allatī maḍat
Arti: Tak akan kembali hari yang telah berlalu.
Penjelasan: Apabila waktu telah berlalu, maka tidak ada guna menyesal atas hilangnya waktu itu, kita hanya bisa menghadap ke depan, menghadapi konsekuensi yang ada dengan optimis dan mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, dan merancang masa depan.
  • تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
Taʿallaman ṣaghīran waʿmal bihi kabīran
Arti: Belajarlah di masa muda, dan amalkan di masa dewasa.
Penjelasan: Setelah kita belajar di masa muda, kita akan amalkan di masa depan. Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah.