Lompat ke isi

Mahfuzhat/Kelas 1/Bagian 3

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
<< Bagian 2 Kelas 1 KMI Bagian 3 - Mahfuzhat Bagian 4 >>

Mahfuzhat Kelas 1 KMI

[sunting]

Bagian 3

[sunting]
  • العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
Al-ʿilmu bilā ʿamalin kas-shhajari bilā thamarin
Arti: Ilmu tanpa pengamalan seperti pohon tanpa buah.
Penjelasan: Ilmu yang baik adalah ilmu yang diamalkan, karena ilmu tersebut mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Apabila ilmu yang telah dipelajari, maka ibarat suatu pohon yang sudah tumbuh, namun tidak memberikan manfaat yang lebih luas, selain dari bayangan dan kerindangannya.
  • الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
Al-ittiḥādu asāsu al-najāḥi
Arti: Persatuan adalah pokok keberhasilan.
Penjelasan: Bekerja bersama-sama sesama manusia membutuhkan persatuan persepsi dan ide, ketika manusia bersatu, maka ia akan lebih mudah mencapai kesuksesan.
  • لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
Lā taḥtaqir miskīnan wa kun lahu muʿīnan
Arti: Jangan mencela orang yang miskin, dan jadilah penolong baginya.
Penjelasan: Menjadi penolong bagi orang yang kurang mampu adalah semulia-mulia sikap manusia.
  • الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
Ass-sharafu bil-adabi lā bi an-nasabi
Arti: Kemuliaan itu dengan adab bukan dengan keturunan.
Penjelasan: Kemuliaan itu bukan terletak pada siapa keturunan siapa, namun terletak pada perilaku dan adab yang baik.
  • سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
Salāmatu al-īnsāni fī ḥifẓi al-lisāni
Arti: Keselamatan manusia ada pada penjagaannya terhadap lisan.
Penjelasan: Perkataan manusia adalah senjata bermata dua, ia bisa menyelamatkan manusia, dan juga mencelakakannya.
  • آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
Ādābu al-marʾi khayrun min dhahabihi
Arti: Adab seseorang lebih baik daripada emas miliknya.
Penjelasan: Manusia yang beradab akan lebih berharga ketimbang ia yang memiliki harta tapi tidak beradab.
  • سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي
Sūʾu al-khuluqi yuʿdī
Arti: Perangai yang buruk itu mudah menular.
Penjelasan: Karena watak dan sifat manusia yang cenderung pada hawa nafsu, perangai yang buruk itu lebih mudah tersebar, memantik perangai buruk yang lain, daripada perangai yang baik.
  • آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
Āfatu al-ʿilmi an-nisyānu
Arti: Penyakit ilmu adalah lupa.
Penjelasan: Manusia adalah tempat salah dan lupa, dan sebaik-baik pelajar adalah ia yang menjaga ilmunya dari kealpaan dengan mencatat, mengingat kembali atau mendiskusikan ilmu yang ia miliki.
  • إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
Idhā ṣadaqa al-ʿazmu waḍaḥa as-sabīlu
Arti: Bila kemauan telah benar dan tepat, jalannya akan terbuka.
Penjelasan: Jika seseorang telah bertekad dan berniat dengan benar, maka jalan akan dibukakan baginya untuk mencapai apa yang ia inginkan.
  • لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
Lā taḥtaqir man dūnaka falikuli shai'in maziyyatun
Arti: Jangan mencela orang yang berada di bawahmu, karena tiap sesuatu memiliki kelebihan.
Penjelasan: Hindari mencela suatu hal yang terkesan berada di bawah standar maupun tingkatan (lebih sulit menghafal, lebih miskin, atau lebih jelek), karena tiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan.