Lompat ke isi

Mahfuzhat/Kelas 1/Bagian 7

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
<< Bagian 6 Kelas 1 KMI Bagian 7 - Mahfuzhat Bagian 8 >>

Mahfuzhat Kelas 1 KMI

[sunting]

Bagian 7

[sunting]
  • لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الجَمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
Laysa al-jamālu biathwābin tuzayyinunā īnna al-jamāla jamālu al-ʿilmi wāl-adabi
Arti: Keindahan bukanlah sekedar pakaian yang mempercantik, sungguh keindahan ada pada ilmu dan adab.
Penjelasan: Siapa yang berilmu dan beradab, akan mengalahkan mereka yang sekedar menampilkan diri sebagai indah.
  • لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
Lā takun raṭban fatuʿṣara wal-ā yābisan fatukassara
Arti: Jangan bersikap lemah sehingga diperas, dan jangan pula bersikap keras, sehingga dipatahkan.
Penjelasan: Bersikaplah sekenanya, jangan terlalu lembek sehingga mudah ditindas, dan jangan berlaku terlalu keras sehingga dibenci dan dihancurkan.
  • مَنْ أَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
Man aʿānaka ʿalā ash-sharri ẓalamaka
Arti: Siapa yang membantumu melakukan kejahatan, itulah mereka yang zhalim terhadapmu.
Penjelasan: Orang yang bersekutu dalam berbuat kejahatan sesungguhnya sedang saling menyeret tiap orang dalam dosa, sehingga hakikatnya mereka menzhalimimu.
  • أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
Akhī lan tanāla al-ʿilma īllā bisittatin sa'unbīka ʿan tafṣīlihā bibayānin: dhakāʾun wa ḥirṣun wā ijtihādun wa dirhamun wa ṣuḥbatu ustādhin waṭūlu zamānin
Arti: Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas: kecerdasan, keinginan yang kuat (terhadap ilmu), kesungguhan, harta benda, bermuamalah dengan guru secara baik, waktu yang panjang
Penjelasan: Dalam menuntut ilmu, diperlukan ragam bekal, seseorang harus cerdas agar bisa menyerap ilmu. Ia harus rakus atau berkeinginan yang kuat untuk mencapai ilmu, hingga ia bisa menempuh jauhnya perjalanan demi mendapat ilmu. Ia harus memiliki kesungguhan yang tidak mudah dipatahkan oleh kesulitan dan masalah. Ia harus memiliki harta, agar bisa belajar dengan tenang maupun bisa memberikan haknya kepada guru dan saudara-saudaranya. Iapun harus mampu membangun relasi yang baik dengan guru, dan perjalanan mencari ilmu harus ditempuh dengan penuh kesabaran dalam waktu yang panjang.
  • العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا
Al-ʿamalu yajʿal-u aṣ-ṣaʿba sahlan
Arti: Bekerja itu menjadikan yang sukar menjadi mudah.
Penjelasan: Suatu hal yang sulit akan menjadi semakin mudah bila dimulai dikerjakan.
  • مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
Man ta'annā nāla mā tamannā
Arti: Siapa yang cermat dan berhati-hati akan mendapat apa yang ia cita-citakan.
Penjelasan: Keberhasilan menuntut kecermatan dan kehati-hatian.
  • اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
Uṭlubi al-ʿilma wa law biṣ-ṣīni
Arti: Carilah ilmu sampai ke Negeri China.
Penjelasan: Dalam mencari ilmu, jangan berhenti sampai kamu mencapai ujung dunia.
  • النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
An-naẓāfatu min al-īmāni
Arti: Kebersihan adalah sebagian dari Iman.
Penjelasan: Menjaga keimanan tidak lepas dari menjaga kebersihan jasmani.
  • إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
Idhā kabura al-maṭlūbu qalla al-musāʿidu
Arti: Jika banyak permintaan, semakin sedikit yang membantu.
Penjelasan: Semakin besar cita-cita yang ingin digapai, maka semakin sedikit yang dapat membantu. Semakin banyak permintaan tolong, semakin sedikit pula yang membantu.
  • لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا
Lā khayra fī ladhhatin taʿqibu nadaman
Arti: Tidak ada kebaikan pada kenikmatan yang berujung pada penyesalan.
Penjelasan: Setiap hal memiliki konsekuensi, dan seburuk-buruknya hal adalah yang membawa kenikmatan namun berkosekuensi kepada keburukan.