Makhluk Legenda Yunani-Romawi/Drakon India

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pictures-indian-draco.jpg
83-Oxford Bodley 764- Elefante.jpg
Drakon India memangsa gajah

Drakon india (drakon indikos) adalah ular besar yang hidup di India. Mahkluk ini memiliki tubuh yang panjang dan gigi yang tajam.[1]

Disebutkan bahwa di sungai Akesines di India, hidup drakon sepanjang 32 meter.[2]

Philostratos menuturkan bahwa di India terdapat banyak sekali drakon. Makhluk tersebut hidup di rawa, bukit, dan gunung. Drakon rawa cenderung lamban dan dapat tumbuh hingga sepanjang 13 meter. Bagian punggungnya berwarna hitam dan dilapisi oleh sisik yang lebih sedikit dibanding drakon jenis lainnya. Sementara drakon yang bersarang di bukit memiliki jambul di kepalanya. Pada drakon muda, jambul ini ukurannya kecil namun dapat terus betambah besar seiring sang drakon tumbuh. Jambul pada drakon dewasa berwarna merah dan memiliki bagian belakang yag bergerigi. Ciri lainnya dari drakon jenis ini adalah bahwa hewan ini memiliki janggut, seirng mengangkat leher dan kepalanya, sisiknya berkilau seperti perak, dan pada pupil matanya terdapat batu berapi. Drakon bukit juga mampu tumbuh lebih panjang daripada drakon rawa, serta mampu bergerak dengan amat cepat. Hewan ini mencari mangsa hingga ke rawa-rawa[1]

Selain drakon rawa dan drakon bukit, ada pula drakon gunung, yang memiliki sisik berwarna emas dan tubuh yang lebih panjang dibanding drakon lainnya. Janggutnya lebat dan berwarna emas, matanya tersembunyi di balik alisnya yang besar, dan tatapann matanya mengerikan dan kejam. Jika makhluk ini menggali tanah, maka akan terdengar bunyi yang keras mirip dentingan kuningan. Drakon gunung memiliki jambul berapi.[1]

Philostratos menyebutkan bahwa di India terdapat kota yang luas yang disebut Parax. Di sana terdapat banyak kepala drakon. Anak-anak di kota tersebut dilatih sejak kecil untuk membunuh naga. Para penduduk kota itu juga mampu memahami bahasa dan pikiran drakon dengan cara memakan jantung atau liver hewan tersebut.[3]

Drakon gunung diburu dengan cara khusus oleh orang India. Sejumlah orang India biasanya mendatangi sarang drakon dan membqcakan jampi-jampi tertentu untuk menidurkan sang drakon. Setelah itu mereka menaruh jubah merah tua berisi tulisan jampi-jampi berwarna emas di depan sarangnya untuk menutupi mata drakon tersebut. Orang-orang India kemudian menyanyikan jampi-jampi lainnya yang mampu membuat sang drakon menjulurkan kepalanya keluar dari sarang dalam keadaan tertidur. Setelah kepala sang drakon terjulur tak berdaya di luar sarangnya, orang-orang India akan menyerangnya dengan kapak hingga mati. Mereka biasanya memenggal kepalanya dan mengambil batu ajaib berwarn-warni dari dalamnya, yang dipcerya memiliki kekuatan mistis jika dipakai sebagai cincin. Meskipun terkadang orang India berhasil membunuh drakon yang mereka incar, tapi tak jarang pula mereka gagal dan malah drakon tersebut yang memangsa orang-orang India yang mengincarnya. Jika tertangkap, orang India akan dibawah oleh drakon gunung ke dalam sarangnya.[1]

Drakon india senang memangsa gajah. Jika melihat ada gajah yang sedang memakan dedaunan dari suatu pohon, drakon india akan naik ke atas pohon tersebut dan membelitkan sebagian tubuhnya pada dedaunan. Sementara bagian lain tubuhnya dijulurkan mendekati sang gajah. Jika sudah cukup dekat, Drakon India akan mencunngkil kedua mata sang gajah hingga gajah tersebut buta. Setelah berhasil membutakan mangsanya, drakon india membelitkan tubuhnya pada leher gajah dan, sambil tetap membelitkan sebagian tubuhnya pada pohon, mencekik hewan itu hingga mati.[4] Drakon india yang memngsa gajah biasanya adalah drakon dataran. Ada sejumlah orang India yang memburu drakon india ketika sang drakon sedang memangsa gajah. Orang yang berhasil menangkap drakon dataran akan diberikan mata, kulit, dan gigi sang drakon.[1]

Catatan kaki[sunting]

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 Philostratos, Kehidupan Apollonios dari Tyana 3.6-9
  2. Philostratos, Kehidupan Apollonios dari Tyana 2.17
  3. Philostratos, Kehidupan Apollonios dari Tyana 3.48
  4. Aelianus, Mengenai Hewan 6. 21