Lompat ke isi

Malam dan Puisi-Puisi Yang Ingin Terus Bekerja

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Puisi yang Mendekap Sunyi

Pukul dua belas,

Biasanya tak ku temukan satu suara pun,

Selain putaran kipas yang meraung-meraung.

Namun setelah sekian lama bersahabat pada sunyi,

Malam ini seseorang mengetuk pintu; "Aku ingin kembali bekerja" pintanya.


Tubuhku kaku,

Suara yang sudah lama sekali tak terdengar itu kembali merengek di hadapanku;

"Aku ingin kembali bekerja untukmu" pintanya sekali lagi.

Aku menatapnya setengah ragu,

Bagaimana cara ku menjemput kalimat-kalimat yang telah terkubur itu?


"Aku bekerja lagi untukmu" ia mengulang lagi kalimat itu, sebelum memaksa masuk melalui celah-celah.

Ada yang masuk dari suara kipas,

Ada yang menyergap dari lubang ventilasi,

Ada pula yang tiba-tiba mendekap sunyi ku.


"Aku akan bekerja lagi untukmu" ujarnya yang kesekian kali.

Aku tersenyum kecil, lalu mengangguk.

Betapa puisi-puisi adalah hal paling setia yang pernah ku miliki.