Malam dan Puisi-Puisi Yang Ingin Terus Bekerja

Pukul dua belas,
Biasanya tak ku temukan satu suara pun,
Selain putaran kipas yang meraung-meraung.
Namun setelah sekian lama bersahabat pada sunyi,
Malam ini seseorang mengetuk pintu; "Aku ingin kembali bekerja" pintanya.
Tubuhku kaku,
Suara yang sudah lama sekali tak terdengar itu kembali merengek di hadapanku;
"Aku ingin kembali bekerja untukmu" pintanya sekali lagi.
Aku menatapnya setengah ragu,
Bagaimana cara ku menjemput kalimat-kalimat yang telah terkubur itu?
"Aku bekerja lagi untukmu" ia mengulang lagi kalimat itu, sebelum memaksa masuk melalui celah-celah.
Ada yang masuk dari suara kipas,
Ada yang menyergap dari lubang ventilasi,
Ada pula yang tiba-tiba mendekap sunyi ku.
"Aku akan bekerja lagi untukmu" ujarnya yang kesekian kali.
Aku tersenyum kecil, lalu mengangguk.
Betapa puisi-puisi adalah hal paling setia yang pernah ku miliki.