Memoar Makassar/Lontar yang Terlantar
Tampilan
Bisik sepai kisah silam
Terpendam apik dalam tiap helaian
Kian kusam
Terbungkam
Terbengkalai oleh zaman
Siapa lah yang mampu menduga?
Aksara yang terukir kan terlupa juga
Hampa nan kian tak berharga
Luluh lantak menyerupa jelaga
Sejarah yang terpenjara
Kehilangan perantara
Para daeng tak lagi menyuara
Para dara tak lagi memiara
Para sesepuh tak selamanya tangguh
Para pemuda pun kian tumbuh
Pada kota yang kian gaduh
Namun
Lontarku pun tak selamanya utuh
Kian lusuh oleh waktu
Tanpa sesiapa yang merengkuh
Tutur asing kian nyaring
Sedang penutur asli kian terasing
Lontarku kian kering
Mengunci hikayat yang tak bergeming
Dalam sudut perpustakaan yang hening