Lompat ke isi

Memoar Makassar/Lontar yang Terlantar

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Bisik sepai kisah silam

Terpendam apik dalam tiap helaian

Kian kusam

Terbungkam

Terbengkalai oleh zaman


Siapa lah yang mampu menduga?

Aksara yang terukir kan terlupa juga

Hampa nan kian tak berharga

Luluh lantak menyerupa jelaga


Sejarah yang terpenjara

Kehilangan perantara

Para daeng tak lagi menyuara

Para dara tak lagi memiara


Para sesepuh tak selamanya tangguh

Para pemuda pun kian tumbuh

Pada kota yang kian gaduh

Namun

Lontarku pun tak selamanya utuh

Kian lusuh oleh waktu

Tanpa sesiapa yang merengkuh


Tutur asing kian nyaring

Sedang penutur asli kian terasing

Lontarku kian kering

Mengunci hikayat yang tak bergeming

Dalam sudut perpustakaan yang hening