Memoar Makassar/Ujung Pandang Tak Berujung
Tampilan
/1/
siapa yang sanggup mengkhatamkan Makassar
dalam bacaan dan perjalanan—dan aku
masih menghitung kubah-kubah kecil di pinggir pantai
pukul 9.20 seorang ingin memukul gembok
agar kaki tak menginjak alarm
sebab terlambat adalah penyakit yang melulu
sulit dimengerti—siapa dan siapa
entah, biar siapa
tetap dimiliki siapa
aku mulai memotret kubah
/2/
di atas meja sebuah ruangan berpendingin buku
ada berita tak tercetak:
seorang pemuda kehilangan kiblat
—dan tak ada yang berani meminjamkan arah baru
aku berhasil mencuri kubah, menyimpannya
dalam-dalam ke dalam kantong galeri
/3/
siapa yang sanggup mengkhatamkan Makassar
dalam bacaan dan perjalanan—dan aku
tidak lagi memandang kubah yang juga tak memandangku