Lompat ke isi

Memoar Makassar/Ujung Pandang Tak Berujung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

/1/

siapa yang sanggup mengkhatamkan Makassar

dalam bacaan dan perjalanan—dan aku

masih menghitung kubah-kubah kecil di pinggir pantai


pukul 9.20 seorang ingin memukul gembok

agar kaki tak menginjak alarm

sebab terlambat adalah penyakit yang melulu

sulit dimengerti—siapa dan siapa


entah, biar siapa

tetap dimiliki siapa

aku mulai memotret kubah


/2/

di atas meja sebuah ruangan berpendingin buku

ada berita tak tercetak:

seorang pemuda kehilangan kiblat

—dan tak ada yang berani meminjamkan arah baru


aku berhasil mencuri kubah, menyimpannya

dalam-dalam ke dalam kantong galeri


/3/

siapa yang sanggup mengkhatamkan Makassar

dalam bacaan dan perjalanan—dan aku

tidak lagi memandang kubah yang juga tak memandangku