Menerka Puncak Bahagia
23.23
Dalam kelam malam
Sang angin membisikkan kisah silam
Tentang pertanyaan yang tenggelam
Kala kita bergumam melawan runyam
"Kapan kau paling bahagia?"
Ruang hening tanpa suara
Kala semua larut dalam nostalgia
Segala karya, cinta, pun idola yang didamba
Menjadi jawaban yang sempurna
Namun lidahku kelu
Akalku masih buntu
Dari ratusan momen bahagia yang berlalu
Dari ribuan syukur tiap waktu
Dari jutaan tawa yang menderu
Kapan masa paling bahagia itu?
Atau
Apa bahagia itu?
Bagaimana kau ukur bahagiamu?
Apakah hadirnya bagai tenang yang merengkuh?
Ataukah ia bak hasrat yang menggebu-gebu?
Bagaimana kau tahu
bahwa itu bahagia yang paling kau mau?
Lalu,
Jika aku tahu
dan masa itu telah berlalu
Dapatkah 'ku menemuinya di lain waktu?
Akankah ia tetap utuh?
Atau luruh oleh jenuh?
Apapun itu,
Kuharap bahagia selalu menyertaimu