Mengapa Harus Ngeblog, Setiap Blogger Punya Alasan Tersendiri
Kalau ditanya mengapa harus ngeblog, sebenarnya jawaban yang akan kalian dengar sangatlah klise. Saya ingin menjadikan blog sebagai teman di masa tua kelak. Mungkin terkesan berlebihan, namun itulah yang saya rasakan.
Jadi sebenarnya tulisan ini merupakan tulisan ke sekian yang saya tulis mengenai latar belakang ngeblog selama ini. Awal mula pastinya coba-coba donk ya. Tidak munafik, saya dulu trial and error ketika terjun ke dunia kepenulisan. Awalnya mencoba menulis buku. Dirasa menulis buku membutuhkan proses yang tidak sebentar, akhirnya saya beralih mencoba menulis di blog saja.
Menulis di blog relatif lebih singkat waktunya dibanding menulis buku. Selain itu pula, ada beberapa keuntungan jika kita konsisten menulis di blog.
Mengapa Harus Ngeblog? Blog Adalah Teman di Masa Tua Kelak
[sunting]Saya itu orangnya sulit sekali untuk curhat kepada teman. Cenderung introvert walau masih ada keinginan untuk bergaul dengan orang lain. Namun untuk membagikan segala kisah hidup, nampaknya akan sulit saya lakukan.
Tapi sebagai manusia, ada kalanya kita ingin curhat donk. Karena saya bukan tipe orang yang mudah percaya dengan orang lain, maka menulis di blog lebih aman. Tentu saja bisa saya samarkan untuk tempat dan kejadian, biar tidak terlalu menggangu privasi. Ya, gunakan sudut pandang orang ketiga gitu deh.
Nah, jika ditanya mengapa harus ngeblog maka ini jawabannya:
1. Sarana Curhat
[sunting]Daripada curhat ke orang lain namun kurang atau bahkan tidak didengar sama sekali, lebih baik saya curhat saja di blog. Menuangkan segala perasaan melalui tulisan, tanpa orang lain tahu bahwa itu adalah masalah kita yang sebenarnya.
Daripada curhat tidak jelas di media sosial, yang menimbulkan prasangka kerabat dan teman dekat, lebih baik menuliskannya di blog. Hati lega, uneg-uneg pun tersalurkan.
Sekali lagi, ini hanya soal sudut pandang saja. Jika saya merasa nyaman dengan hal tersebut, sementara Anda tidak, ya jangan lakukan.
2. Teman di Masa Tua
[sunting]Saya memang memiliki suami, namun kita tak pernah tahu sampai di usia berapa kami berjodoh. Bersyukur sekali jika saya dan suami sehidup semati. Jika saya yang meninggalkan suami duluan, maka blog akan saya wariskan kepada para keponakan. Namun jika suami yang meninggalkan saya terlebih dahulu, maka blog yang akan menjadi sarana untuk menumpahkan segala uneg-uneg.
Blog memang bukan makhluk hidup namun keberadaannya memberi manfaat bagi saya untuk menunjukkan eksistensi diri.
3. Bekal Penghasilan di Masa Tua
[sunting]Namanya hidup tidak ada yang namanya abadi. Kita bukan Gong Yoo di drakor Goblin. Kita bukan Do Min Jun di Drakor My Love From The Star yang bisa menjadi manusia abadi untuk selamanya di bumi.
Saya adalah manusia yang akan menua nantinya. Saya akan mengalami masa pensiun yang itu berarti tidak produktif lagi. Apa yang akan saya lakukan ketika sudah tidak produktif lagi? Tentu saya tidak ingin berdiam diri sambil menunggu ajal menjemput.
Dengan menulis di blog, saya berharap bisa terus produktif sampai tua kelak. Profesi blogger tidak ada batasan usia sehingga semua orang yang masih memiliki kemampuan menulis dan sehat pun masih bisa melakukannya.
Tidak munafik, penghasilan di blog masih menjadi harapan saya kelak walau sudah tidak aktif bekerja kantoran lagi.