Lompat ke isi

Menilik Kekhasan di Desa Sade/Desa Adat menjadi tempat Pariwisata Lokal

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Masyarakat Desa Sade merupakan salah satu komunitas yang dianggap masih memegang unsur-unsur tradisi Suku Sasak sebagai suku asli pulau Lombok. Masyarakat Sade merupakan salah satu kolektivitas komunitas (Sasak: Punggilan) dari beberapa komunitas yang berasal dari wilayah Desa Rembitan seperti: Rembitan, Telok Bulan, Lentak, Selak, Penyalu, Peluk, Rebuk dan Rumbi. Namun dari semua keluarga besar yang mendiami wilayah Desa Rembitan tersebut berdasarkan asal usul sejarah dan budaya adalah bagian integral dari Sade itu sendiri. Namun hanya Desa Sade yang eksistensinya tetap diakui sebagai sebuah masyarakat tradisional yang teguh memegang adat tradisi nenek moyang. Dalam perkembangannya masyarakat Sade pun tidak lepas dari pengaruh modernisasi akibat tak kuasa mengelak dari pembangunan, dan perekoniomian serta interaksi yang intens dengan masyarakat sekitarnya dan wisatawan.[1]

Desa Adat sebagai destinasi wisata lokal memberikan pengalaman yang sarat dengan budaya dan tradisi. Dengan ciri khas bangunan rumah tradisional, seni pertunjukan, serta upacara yang masih dijaga, desa ini menarik minat wisatawan yang ingin menggali lebih jauh mengenai kehidupan penduduk lokal.

Referensi

[sunting]
  1. Sinta Paramita. 2017. Lokal Perspektif Komunikasi Pariwisata Masyarakat Di Desa Sade Lombok. Jurnal Visi Komunikasi. 146–56.