Menilik Kekhasan di Desa Sade/Pergelaran Peresean di Desa Sade
Presean adalah sebuah tradisi ketangkasan fisik berupa pertarungan antara dua laki-laki Sasak (pepadu) menggunakan senjata tongkat rotan (penjalin) dan perisai dari kulit sapi atau kerbau yang tebal (ende). Para pepadu tidak menggunakan pelindung tubuh sama sekali, sehingga cambukan tongkat rotan sering meninggalkan bekas merah di tubuh mereka. Ini adalah demonstrasi nyata dari keberanian, ketahanan terhadap sakit, dan keterampilan bela diri.
Aturan dan Prosesi (Tata Lakon Presean)
Presean tidaklah liar. Ia diatur oleh hukum adat yang ketat dan dipimpin oleh beberapa figur penting:
Pembekel/Pekembar: Ini adalah wasit sekaligus guru yang sangat dihormati. Dialah yang memimpin ritual, memberikan aba-aba, dan yang paling crucial, berhak menghentikan pertarungan kapan saja jika dianggap sudah cukup atau berbahaya. Kewibawaannya mutlak.
Pepadu: Dua orang petarung.
Gendang Beleq: Musik pengiring yang dimainkan dengan irama tertentu. Irama musik tidak hanya memompa semangat tetapi juga mengiringi gerakan para pepadu. Ada saatnya musik dimainkan dengan tempo lambat dan cepat.
Prosesi:
- Opening Ritual: Pembekel memimpin doa dan memberikan wejangan kepada kedua pepadu. Intinya adalah untuk "bertarung dengan sportif, tidak berniat jahat, dan menerima hasil apapun".
- Pertarungan: Kedua pepadu saling berhadapan. Mereka menggunakan ende untuk menangkis dan penjalin untuk mencambuk. Sasaran cambukan biasanya adalah punggung, lengan, dan kaki. Sasaran yang berbahaya seperti kepala dan leher sangat dihindari.
- Penentuan Pemenang: Pemenangnya bukanlah yang membuat lawan berdarah, melainkan yang berhasil memecahkan atau membuat perisai (ende) lawan terjatuh. Ini menunjukkan keahlian dan kekuatan untuk melumpuhkan pertahanan lawan, bukan sekadar menyakiti.