Lompat ke isi

Menjenguk masa lalu

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Beberapa hari lalu, aku sedang mengecek email. Tak sengaja menemukan kontak orang yang pernah ada di masa laluku. Jika diingat kembali, hanya terngiang kenangan pahitnya. Bahkan aku sudah melupakan kenangan lalu mana yang membuatku bahagia. Seolah dia senang dengan kabar dariku yang mengiyakan pertemuan.

Menjenguk masa lalu bukan berarti kembali dengan sesuatu di masa lalu seperti orang yang berkaitan dengan masa lalu itu. Datang sekedar mengenang dan membicarakan serpihan kenangan yang lalu. Sebagian orang tak ingin berurusan lagi karena banyak hal yang menyakitkan. Menurutku bagaimana selesai dengan masa lalu itu seperti apa.

Entah apa yang sudah ku mimpikan. Masih tak menyangka saja aku akan menjenguk masa lalu itu bukan untuk kembali tapi memaafkannya saja. Memaafkan dalam kata begitu mudah jika dalam hati tentu selalu terkenang pahitnya. Ah dasar sifat manusia. Mereka mampu mengingat kejadian menyakitkan dan mampu menangisinya terus. Tetapi jika hal yang membuatnya bahagia tentu hanya saat itu saja mereka ingat.