Lompat ke isi

Mitra Petani (Jilid 3)/Perangkat Pengusir Burung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Perangkat Pengusir Burung

Pada surat kabar Belanda edisi Juli 1875 tentang pertanian, saya menemukan contoh kincir buatan Amerika sebagai alat untuk mengusir gagak di perkebunan jagung. Hal tersebut sangat berguna apabila dipakai di sawah ataupun di ladang.

Contoh kincir Amerika tersebut oleh saya disesuaikan dengan kincir yang ada di sini supaya mudah ditiru oleh para petani kita dengan biaya yang terjangkau.

Berikut gambar kincir yang saya sesuaikan:

Dari samping
Dari depan

Adapun bahan pembuatan kincir tersebut dari kayu ringan dan bambu. Ada juga sedikit tambahan dari bahan kaleng yang biasanya menambah biayanya.

Biasanya kincir di sini palangnya 1 daunnya 2, sedangkan yang ini palangnya 2 daunnya 4, serta daunnya cenderung lebar ke belakang.

Antara daunnya direntangkan tali atau kawat seperti pada gambar di atas. Setelah itu ambil kaleng-kaleng kecil yang tipis dan mengkilap, lebarnya kurang lebih sebesar telapak tangan, digantungkan pada tali tersebut.

Selanjutnya, ambil dua potong kayu, masukkan pada ruasnya yang ikut berputar tersebut, lalu satukan dengan dua kaleng yang ada di atasnya.

Jika ada angin kincirnya sudah bisa berputar, bentuknya sangat bagus, kalengnya memantulkan sinar matahari menjadi berkilauan dan kelap-kelip, bahkan kalau cuacanya cerah kira-kira jarak 2 pal juga sudah kelihatan.

Burung-burung yang melihatnya tentu akan takut karena kilauan tersebut sehingga membuat mereka tidak ada yang berani mendekat.

Potongan-potongan kayu tersebut apabila tidak disambungkan ke kaleng yang dua tidak masalah, sebagai gantinya bisa dimasukkan lonceng kecil atau ke bambu di atasnya supaya bunyinya semakin bagus.

Apabila daun kincir dicat dengan warna-warna cerah seperti jingga, biru, putih dan kuning tentu akan membuat tampilannya semaikin bagus, serta semakin membuat burung-burung takut dan tidak akan ada yang berani mendekat.

Demikian juga sangat baik apabila ada yang membuat kincir ukuran kecil dari kaleng bekas, tentu tidak akan kurang-kurang bunyinya.


Kemarin itu saya mendengar saran dari seorang pria tentang penangkalnya supaya hasil panen tidak dimakan kelelawar, ternyata sekarang tidak tinggal jambu, rambutan, atau manga berbuah, dan cara penangkanya aneh sekali serta mudah.

Pertama membuat kurungan agak besar, kemudian diisi angsa, satu juga cukup. Dari sana kemudian dibuat gantungan pada pohon yang sedang berbuah tersebut seperti perangkap burung, kalau mulai sore kurungan itu ditarik ke atas.

Oleh karena angsa sangat mudah tidur dan mudah bangun kalau mendengar berisik, jadi kelelawar yang sebelumnya hinggap tidak sadar kalau ada angsa, kalau sudah hinggap, si angsa akan berkoak begitu mendengar keleawar hinggap. Sehingga membuat kelewara kaget dan terbang lagi, tanpa disadari kalau itu suara angsa, sebab tidak biasanya ada suara angsa yang seperti itu di malam hari.


Bukan saat ini saja angsa digunakan sebagai hewan penjaga. Sebab zaman dahulu angsa sudah pernah dijadikan sebagai penjaga benteng yang akan diserbu oleh musuh di malam hari. Kala itu para serdadu yang berjaga ketiduran. Saat jarak musuh sudah sangat dekat dari benteng, suara derapannya terdengar oleh angsa, Lalu angsa berkoak. Serdadu yang sedang berjaga tadi lalu terbangun mendengar suara angsa. Pada saat itu musuh terlihat hampir masuk ke benteng. Segera ia membangunkan para serdadu lainnya. Belum sempat naik, musuh sudah diserbu oleh para serdadu dari benteng. Lalu musuh mundur lagi, tidak lanjut menyerbu.

Di negeri tersebut angsa sangat dimuliakan karena sudah menyelamatkan negara dari bahaya sebesar itu.

Tidak disebutkan usil tidaknya si angsa, sebab besar pertolongannya pada negeri tersebut.