Lompat ke isi

Naskah Permainan Tradisional/Egrang Batok

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Jenis permainan tradisional apa saja yang masih dengan mudah kita jumpai di sekolah saat ini? Apakah permainan tradisional masih perlu dimainkan oleh anak-anak? Bukankah sekarang teknologi sudah maju? Lalu untuk apa anak-anak diajak untuk bermain permainan tradisional.

[1]Mengutip pernyataan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Harbiyah dari situs Kemdikbud.go.id yang intinya menegaskan bahwa tantangan paling besar adalah gawai. Di dalam buku berjudul Permainan Tradisional Sebagai Wahana Pendidikan Karakter yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2019) bahwa permainan tradisional membuat anak dapat berpikir, melatih fisik, serta mempererat kekerabatan dan tolerasi antarmanusia. Sehingga di sinilah peran pentingnya menghadirkan permainan tradisional, baik itu di rumah maupun di sekolah.

Lalu permainan tradisional yang sebaiknya diperkenalkan kepada anak-anak untuk dimainkan?

Egrang Batok

[sunting]

[2]Permainan tradisional egrang batok menerapkan prinsip keseimbangan badan. Alat permainan tradisional ini terbuat dari tempurung kelapa yang dilengkapi dengan tali. Pendidikan karakter dari permainan egrang batok adalah anak-anak dapat belajar tentang keseimbangan dalam kehidupan. Dalam artian, keseimbangan menjalani kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Selain itu, memainkan egrang batok menuntut anak-anak untuk terus bergerak. Hal tersebut menunjukkan bahwa jika ingin sukses, maka tidak dapat hanya dengan berdiam diri.

Permainan tradisional sendiri termasuk sebagai obyek pemajuan kebudayaan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Selain memberikan nilai-nilai positif dalam pendidikan karakter, permainan tradisional juga mengingatkan anak-anak tentang nilai-nilai budaya.

Referensi:

[sunting]
  1. Nurrochsyam, Mikka W, dkk. 2019. Permainan Tradisional Sebagai Wahana Pendidikan Karakter. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemdikbud. 2019. Membentuk Karakter Anak Bangsa melalui Permainan Tradisional. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/02/membentuk-karakter-anak-bangsa-melalui-permainan-tradisional. Diakses pada tanggal 13 Januari 2023 pukul 21.54 WIB.
  2. AnonimA. 2015. Resmikan Festival Egrang, Mendikbud: Filosofi Egrang adalah Keseimbangan Hidup. https://kemdikbud.go.id/main/blog/2015/12/resmikan-festival-egrang-mendikbud-filosofi-egrang-adalah-keseimbangan-hidup-4938-4938-4938. Diakses pada tanggal 13 Januari 2023 pukul 22.07 WIB.