Olahan Makanan Tradisional Indonesia Berbasis Beras Ketan: Jawa dan Sumatera/Brem (Wonogiri)

Brem Wonogiri
[sunting]Brem Wonogiri adalah makanan khas yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Makanan ini terbuat dari sari ketan yang dimasak dan dikeringkan, merupakan hasil dari fermentasi ketan hitam yang diambil sarinya saja, yang kemudian diendapkan dalam waktu sekitar sehari semalam. Brem memiliki sensasi rasa yang unik, terasa mencair dan lenyap di mulut serta meninggalkan rasa dingin di lidah. Brem Wonogiri memiliki bentuk yang unik dan berbeda dari brem daerah lain, biasanya berbentuk kotak pipih atau bulat. Rasanya manis, kering tidak lembek dan berwarna putih kekuningan. Proses pembuatan brem Wonogiri masih banyak yang menggunakan cara tradisional sehingga memiliki cita rasa yang khas.
Salah satu sentra industri brem di Kabupaten Wonogiri terdapat di Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi. Selain produk makanan lain seperti keripik tempe, bakso, ataupun kacang mete, brem termasuk produk unggulan di Kabupaten Wonogiri. Pengembangan industri brem di Desa Gebang sudah berlangsung sejak lama secara turun temurun. Selain menjadi mata pencaharian masyarakat Desa Gebang, brem asal Wonogiri ini juga menjadi salah satu ikon asli dari Kabupaten Wonogiri dan sering dijadikan sebagai oleh-oleh khas.
Proses Pembuatan
[sunting]Berikut tahapan pembuatan brem:
- Pembuatan Tape Ketan: Beras ketan direndam, dikukus dua kali, didinginkan, lalu ditaburi ragi dan disimpan selama 5-6 hari hingga menjadi tape ketan.
- Pengambilan Sari Tape Ketan: Sari tape ketan dipisahkan dari ampasnya menggunakan alat pemisah atau mesin cuci khusus. Ampas tape ketan dapat dikonsumsi atau diolah menjadi makanan lain, bahkan digunakan sebagai campuran pakan ternak.
- Perebusan dan Pencetakan: Sari tape ketan direbus hingga mengental, lalu di-mixer hingga berbuih. Buih ini kemudian dicetak dan dijemur hingga kering. Proses pengeringan ini dilakukan berulang untuk menghasilkan brem yang berkualitas baik. Total waktu pembuatan brem sekitar 8 hari.
Filosofi Brem
[sunting]Brem Wonogiri menawarkan sensasi unik saat disantap. Teksturnya yang padat akan mencair dan lenyap di mulut, meninggalkan rasa dingin yang menyegarkan di lidah. Proses pembuatan brem yang panjang dan teliti mengandung filosofi kehidupan. Pengambilan sari pati ketan dalam pembuatan brem menyimbolkan pentingnya mengambil inti atau esensi dari setiap pengalaman hidup. Brem yang mencair di mulut mengajarkan kita tentang kefanaan dunia, mengingatkan kita untuk selalu fokus pada hal-hal yang hakiki.