Lompat ke isi

Olahan Makanan Tradisional Indonesia Berbasis Beras Ketan: Jawa dan Sumatera/Lemper (Malang)

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lemper

Deskripsi

[sunting]

Lemper adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa yang berbahan dasar beras ketan. Kuliner ini sudah ada sejak era Mataram. Konon, Sultan Agung sangat menyukai lemper dan menjadi alasan mengapa lemper dihidangkan dalam berbagai acara. Lemper juga didokumentasikan dalam Serat Centhini yang diterbitkan pada abad ke-18.[1]

Lemper terbuat dari beras ketan, santan, isian daging cincang dari ayam atau sapi, dibungkus dengan daun pisang, kemudian dikukus atau dibakar hingga matang. Kuliner ini acap kali ditemukan di pasar tradisional, toko kue, dan toko roti.[2]

Resep

[sunting]

Berikut bahan dan cara pembuatan lemper yang diadaptasi dari buku Mustika Rasa.

Bahan dasar

[sunting]
  1. Beras ketan 500 gram
  2. Garam secukupnya
  3. Gula secukupnya
  4. Santan kental 450 ml
  5. Daun pandan secukupnya
  6. Daun jeruk secukupnya
  7. Serai secukupnya

Bahan isian

[sunting]
  1. Daging 300 gram
  2. Ketumbar secukupnya
  3. Bawang merah 5 siung
  4. Bawang putih 3 siung
  5. Kemiri 3 butir
  6. Daun salam secukupnya
  7. Daun jeruk secukupnya
  8. Serai secukupnya
  9. Lengkuas secukupnya
  10. Garam secukupnya
  11. Daun bawang secukupnya

Cara membuat isian

[sunting]
  1. Rebus daging sampai empuk. Suwir daging hingga halus.
  2. Buat bumbu halus dari ketumbar, bawang merah, bawang putih, kemiri.
  3. Panaskan 1 sdm minyak, masukkan daun bawang, masukkan bumbu halus, daun jeruk, daun salam, serai, lengkuas, dan garam. Tumis hingga harum.
  4. Tambahkan 100 ml air dan masukkan daging suwir.
  5. Aduk-aduk hingga bumbu meresap, masukkan santan.
  6. Masak hingga air menyusut. Angkat dan tiriskan.

Cara membuat lemper

[sunting]
  1. Rendamlah beras ketan terlebih dahulu.
  2. Kukus sampai setengah matang.
  3. Di tempat lain, didihkan santan dan beri garam secukupnya. Tuangkan sedikit demi sedikit ke dalam beras ketan.
  4. Tambahkan daun pandan, daun jeruk, serai, garam dan gula secukupnya.
  5. Aduk sampai rata dan kukus kembali. Angkat jika sudah matang.
  6. Ambil ketan di atas daun pisang, isi 1 sdm isian daging, lalu bulatkan.
  7. Gulung dengan daun pisang, lalu sematkan lidi untuk menutup ujungnya.
  8. Taruh lemper yang sudah dibungkus di atas wadah. #Bakar di atas api kecil sambil dibalik beberapa kali.
  9. Lumuri bungkus daun pisang dengan sedikit minyak. #Lemper siap disajikan.

Makna Filosofis

[sunting]

Menurut kepercayaan Jawa, ada makna mendalam di balik kata lemper, yang bisa berarti “yen dielem ojo memper” (jangan sombong ketika dipuji). Hal ini menjadikan lemper sebagai pengingat agar tetap rendah hati. Selain itu, lemper juga banyak dihidangkan untuk acara lamaran dan pernikahan. Dalam tradisi Jawa, makanan yang terbuat dari ketan dipercaya dapat melanggengkan hubungan dan mempererat persaudaraan karena sifat ketan yang pliket (menempel satu sama lain). Selain itu, lemper juga dipercaya dapat mendatangkan rezeki bagi pemilik hajat.

Kegunaan

[sunting]

Lemper merupakan salah satu kudapan tradisional yang masih bertahan hingga saat ini di tengah gempuran makanan modern. Lemper seringkali digunakan sebagai kudapan berbagai acara, rapat, makan-makan, hingga perayaan besar. Di Yogyakarta, ada tradisi unik lemper raksasa yang masih bertahan hingga sekarang pada acara yang disebut Rebo Pungkasan.

Referensi

[sunting]
  1. Detikcom.(2023) Filosofi Lemper, Camilan Khas Jawa yang Penuh Pesan Moral. https://www.detik.com/jateng/kuliner/d-6759958/filosofi-lemper-camilan-khas-jawa-yang-penuh-pesan-moral. Diakses pada 14 Februari 2025.
  2. Panturapost. (2023). Lemper, Makanan Tradisional Khas Jawa yang Penuh Makna. https://www.panturapost.com/kuliner/2073257744/lemper-makanan-tradisional-khas-jawa-yang-penuh-makna. Diakses pada 7 Februari 2025