Oren si Kucing Nakal

Oren adalah kucing yang sangat nakal. Ia suka sekali mencuri ikan dari meja makan, mencakar sofa sampai robek, dan mengganggu ayam-ayam tetangga. Semua orang di desa kecil itu sudah tahu kenakalan Oren.
Suatu sore, Oren melihat Bibi Minah, seorang nenek yang sangat baik, sedang menjemur kain batik kesayangannya. Batik itu sangat indah, berwarna-warni, dan baru saja selesai dicuci. Oren yang iseng tiba-tiba punya ide nakal. Ia melompat ke jemuran dan mulai bermain dengan kain batik itu, menggesek-gesekkan cakarnya yang tajam.
"Hiiissss! Oren, jangan!" teriak Bibi Minah dari kejauhan, tapi sudah terlambat. Beberapa bagian batik itu sobek. Bibi Minah sangat sedih, ia tidak marah, hanya duduk dan menghela napas.
Oren melihat kesedihan di wajah Bibi Minah dan merasa ada sesuatu yang aneh di hatinya. Ia tidak pernah melihat Bibi Minah sesedih itu. Oren teringat semua kenakalannya. Ia sadar, kenakalannya tidak hanya membuatnya senang, tapi juga membuat orang lain sedih.
Malam itu, Oren tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan wajah sedih Bibi Minah. "Aku harus berbuat sesuatu," pikir Oren.
Keesokan harinya, Oren melakukan hal yang tidak terduga. Ia mencari semua mainan yang ia punya dan mengumpulkannya di depan rumah Bibi Minah. Ada bola benang, bulu ayam, dan bahkan sehelai daun kering kesukaannya. Ia juga meninggalkan seekor tikus mainan yang ia tangkap.
Bibi Minah keluar rumah dan melihat tumpukan mainan itu. Ia tersenyum. Ia mengerti. Oren bersembunyi di balik pot bunga, melihat Bibi Minah mengambil mainan-mainan itu. Hati Oren terasa hangat, ia merasa jauh lebih bahagia daripada saat mencuri ikan atau mencakar sofa.
Sejak saat itu, Oren berubah. Ia tidak lagi mencuri ikan, ia menunggu sampai diberi makan. Ia tidak lagi mencakar sofa, ia mencakar tiang khusus yang dibuatkan oleh pemiliknya. Dan ia tidak lagi mengganggu ayam-ayam, ia malah suka bermain di dekat mereka.
Oren belajar bahwa menjadi kucing yang baik jauh lebih menyenangkan daripada menjadi kucing yang nakal. Dan yang paling penting, ia tahu bahwa meminta maaf dan mencoba menjadi lebih baik adalah hal yang paling berani yang bisa dilakukan oleh seekor kucing.