Pembicaraan Pengguna:Yuniati15
Bagian baruResensi KERUNTUHAN JURNALISME OLEH YUNI
[sunting]Resensi keruntuhan jurnalisme
NAMA : YUNIATI
NIM : 1471502482
NAMA DOSEN : DUDI SABIL ISKANDAR
PROGRAM STUDI : FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS & AKADEMI SEKRETARI BUDILUHUR
JL. CILEDUK RAYA, PETUKANGAN UTARA, JAKARTA SELATAN, 12260. DKI JAKARTA, INDONESIA, TELP: 021-5853753 FAX: 021-5853752 2015
Judul : keruntuhan jurnalisme
Penulis : DUDI SABIL ISKANDAR
Penerbit : Lentera ilmu Cendakia
Tahun Terbit : 2015
Tebal buku : 152
Cetakan : ke-1
ISBN : 978-602-8969-87-1
Tujuan :
Jokowi merupakan figur pemimpinyang rela berkotor dengan lumpur.ia bukan sosok yang berada menara gading,dan dia juga sebagai figure yang selalu terjun langsung berkotor dengan lumpur,kunci utama untuk keberhasialn kepemimpinan dalam bentuk dan level apapun adalah perbuatan,bukan sejumlah orasi ,segepok konsep ,atau segenap perintah.Karena memiliki banyak nilai berita ,jokowi secara pribadi,gubernur DKI Jakarta ataupun sebagai kader partai,selau dikejar media,dan ia pun memperoleh citra dan pencitraan positf selama 24 jam secara geratis .Pembelaan ayang sama diberikan kepada jokowi ketika menjalankan program yang sensitive dan tidak biasa seperti lelang jabatan lurah,camat,penggususran dibantaran waduk pluit. Dalam konteks percepatan produksi berita itulah sesungguhnya profesi wartawan merupakan profesi yang terjajah ,profesi yang tidak memiliki pencerahan kecualai bekerja,bekerja dan bekerja.Berita jatuh menjadi pendiktean oleh kekuatan model,hasilnya adalah manipulasi informasi untuk kepentingan masing-masing kelompok.bukan hanya member keuntungan financial tetapi juga ia memiliki agenda terselabung.Dalam konteks jurnalisme,misalnya,percepatan dan kecepatan produksi berita telah mengubah alur berita dan kinerja bagi kru redaksi dan hasilnya berita bagi masyarakat .berita yang harus berangkat dari kejadian peristiwa yang semula baru bisa dinikmati esik harinya melalui surat kabar ,kini berubah dramatis dan drastis.semua media khususnya ,online berlomba menyajikan yang terbaru dan mereka mengejar kesegeraan.
Isi Buku :
Kehadiran teknologi komunikasi informasi serta teknologi transfortasi menyebabkan percepatan dan kecepatan dalam segala hal,termasuk dalam dunia jurnalisme,khususnya berkaitan dengan produksi berita di berbagia dunia.komunikasi dan informasi berkembang kearah kepenggelembungan,yang menciptakan masyarakat kegemukan dalam arti kegemukan informasi,komunikasi,tontonan,berita dan data.yang terpenting dari berita kini adalah kuantitas sebagai akibat dari jeratan kapitalisme global yang berintikan tiga idiologi secara bersama,
Berita yang diambil wartawan media konvensional dari media sosial nyaris tanpa verifikasi tetapi langsung dicomot,langsung diunggah disitus berita tanpa peduli dengan validitas,aspek negatif dari lain budaya adalah menumpulkan sensi of news.wartawan hanya sekedar memenuhi target berita yang dibebenkan perusahaan.Pemilihan headleian,tema,kalimat dalam sebuah berita yang disajikan media tersebut kepada khalayak sepenuhnya tidak bebas nilai.meski demikian sebagai mana pekerja jurnalistik yang menghasilkan berita,keberpihak yang utama kata Bill dan tom Rosentiel harus pada kebenaranya.
Gejala Postmodernisme merupakan getaran kontemporer gerakan ini kuat dan modis,oleh sebab itu postmodernisme yang dianggap antithesis modernism bukan saja proyeksi culture studies tetapi juga keniscayaan yang selalu mengelilingi dunia kita.singkat kata postmodernisme merupakan segala bentuk refleksi kritis atas segala pradigma-pradigmam modern dan atas metafikasi pada umumnya,karena itulah sosoknya mustahilmemberi defenisi apa tentang postmodernisme.yang pasti ia adalah kepanikan,kesombongan,dan hysteria.
Karakteristik lain adalah penolakan terhadap esensialisme dalam kebudayaan.melihat kebudayaan sebagai efek hegemoni dengan sendirinya mengakui proses konstrukti sosialnya,cultural studies lahir dari ketidakpuasan terhadap pradigma pragmatis yang sangat kuantitafif karena berhubungan dekat dengan tradisi riset ilmu-ilmu kealaman
Kemunculan jurnalis baru menurut Burn laporan warga memiliki tiga kelebihan dibandingkan dengan berita media massatradisional,yaitu laporan warga adalah yang pernah melaporkan tentang kejadian.ia langsung hadir ketempat kejadian perkara(KTP).Kedua,tulisan warga tentang suatu peristiwa yang dipublickasikan menjadi sebagai bacaan alternative bagi masyarakat dari bacaan yang disajikan media tradisonal.oleh sebab itu semakin banyak perkembangan informasi yang diperoleh masyarakat.informasi semakin beragam versi kebenaran kian banyak .Konektivitas global akan menghadirkan contributor baru dalam rantai pasokan .ada subkategori baru yang muncul,yaitu jejerang pakar enkripsi teknis daerah,yang hanya mengurusi kunci enkripsi.Jenis baru wartawan local pun berkembang .Wartawan koresponden local biasa hari ini adalah jurnalis tidak dikenal yang dibayar surat kabar untuk melaporkan berita,bahkan dari Negara asing yang tidak stabil.
Kelemahan dan kelebihan :
kelemahan
1.kelemahan buku ini bahasanya kurang di mengerti
2.kebiasaan menggunakan kata yg kurang dimengerti oleh sipembaca
Kelebihan :
1.buku ini dilengkapi dengan tokoh-tokohnya dan jadi bisa membuat sipembaca lebih paham
Kesimpulan
Didalam buku ini cukup menarik karena menceritakan pengalaman para wartawan saat mereka meliput dan memberikan informasi yang dapat membantu kita dalam melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kewartawanan.