Lompat ke isi

Pendidikan semua kalangan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Mika dan Arum adalah siswi kelas tiga SMA. Mereka sudah bersahabat sejak dari bangku SMP.

Mika memiliki prestasi di bidang seni dan Arum berprestasi di bidang akademik. Keduanya saling membantu jika ada yang kesulitan. Walau saat ini berbeda kelas tetapi mereka setiap hari bertemu.Di kantin sekolah saat waktu istirahat begitu ramai, Mika dan Arum duduk berdua berhadapan. Menikmati makan siang yang dibelinya.

Mika ingin membicarakan rencana sesudah lulus sekolah bersama Arum. Arum merupakan anak berprestasi di akademik walaupun dengan keterbatasan ekonomi keluarganya. Selama bersekolah hingga saat ini, Arum mendapatkan beasiswa karena prestasinya.

Mika : “Arum, kamu nanti lulus SMA mau kuliah dimana? Kamu suka pelajaran biologi gitu.”

Arum : “Aku bingung, Mika. Aku ingin kuliah sih tapi ya gimana ya bilangnya. “

Mika : “ Lah gimana maksudnya, Rum? . Bukannya kamu mau konseling ke BK soal jurusan yang kamu tuju, kok malah bingung. “

Arum : “ Iya emang aku udah konseling ke BK soal itu, tapi banyak pertimbangan, Mika. “

Mika : “ Pertimbangan kenapa, Rum? Kamu ada masalah soal kuliah? Kamu kan sudah kuanggap sahabatku. Ayo cerita Rum. “

Arum : “ Aku ingin sekali kuliah, Mika. Tapi takut orang tua kurang mendukung aku. Katanya soal biayanya tidak cukup. Aku bilang aku nanti cari beasiswa lagi biar tidak terlalu membebani orang tuaku“

Mika : “Rum, kamu kan dapat beasiswa terus sampai saat ini. Coba kamu kasih tau ke orang tuamu pelan-pelan. Nanti siapa tahu orang tuamu luluh gitu” .

Arum : “Terimakasih sarannya, Mika. Nanti pulang ke rumah aku ceritakan soal kuliahku ini”.

Arum terus memikirkan kegundahannya mengenai biaya kuliah. Biaya kuliah tentu tidak murah. Ia harus memutar otak soal biaya kuliah atau mengatakan yang sebenarnya permasalahan ini kepada orang tuanya. Arum takut membebani kedua orang tuanya karena gaji orang tuanya dirasa kurang jika untuk membayar pendaftaran kuliah.

Disaat yang sama, sahabatnya Mika memikirkan Arum apakah akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau tidak. Mika ingin membantu sahabatnya itu. Ia selalu dibantu Arum jika kurang memahami pelajaran. Mungkin Mika akan menanyakan langsung ke Arum ketika bertemu di sekolah.

Mika : “Rum, kamu udah cerita masalahmu kuliah ini ke orang tuamu apa belum?”

Arum :”Belum, Mika. Aku merasa tidak enak takut membebani mereka berdua. “

Mika :”Aku paham, Rum. Tapi kan sayang kalau kamu tidak lanjut kuliah. Kamu bingung mau ngomong ke orang tuamu?”

Arum : “ Iya, Mika. Aku bingung ngomongnya gimana ke mereka. Gaji bapakku takut tidak cukup buat pendaftaran aja apalagi bayar per semesternya nanti.”

Mika :” Kamu mau aku bantu ngomongin ini ke orang tuamu? Kamu takut merasa merepotkan mereka ya? “

Arum :” Terima kasih, Mika. Tidak apa-apa kok aku nanti pelan-pelan kasih tahu ke orang tuaku.”

Beberapa hari kemudian di rumah Arum sedang berkumpul Bapak, Ibu, Arum dan Adiknya. Malam itu Bapak dan Ibu memang mengajak semua anaknya berkumpul.

Bapak Arum : “Rum, sebentar lagi kamu lulus SMA kan. Adikmu juga mau masuk SMA. Kamu mau lanjut kuliah apa ada rencana lain?”

Ibu Arum : “Kamu mau kuliah kan, Rum? Sayang banget kalau prestasimu berhenti aja kalau kamu tidak ada rencana kuliah”

Arum : “Benar Pak, Bu. Arum ingin kuliah tapi Arum takut ngerepotin Bapak sama Ibu soal biayanya. Adik kan bentar lagi mau daftar sekolah pasti perlu biaya juga”

Adik Arum : “Mbak Arum, jangan mikirin itu. Mbak Arum harus kuliah. Aku juga mau berprestasi sama seperti Mbak Arum. Iya kan Pak, Bu?”

Bapak Arum : “Rum, jangan dipikir soal biayanya. InsyaAllah Bapak usahakan biaya kuliahmu. Benar kata Ibumu sayang banget kalau kamu tidak ada rencana kuliah buat melanjutkan prestasimu di bidang yang kamu sukai kan?”

Ibu Arum : “ Benar kata Bapak, Rum. Ibu doakan kamu semoga bisa menggapai cita-citamu. Dengan melanjutkan kuliah, kamu bisa meraih cita-cita.”

Arum : “Pak, Bu, Adik juga. Terima kasih ya sudah dukung Arum. Maaf Arum udah mikir kalau merepotkan kalian semua”

Bapak Arum: “Rum, pendidikan itu penting buat semua orang. Mau itu laki-laki atau perempuan. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Kelak dengan ilmu yang kamu peroleh bisa bermanfaat buat banyak orang.”

Ibu Arum : “Apa yang dibilang sama Bapak ada benarnya. Kamu sama Adikmu tidak merepotkan buat Bapak sama Ibu, justru ini sebagai bentuk tanggung jawab Bapak dan Ibu sebagai orang tua kalian.”

Arum dan Adik Arum : “ Terimakasih Bapak, Ibu. Kami janji terus mengejar cita-cita supaya Bapak dan Ibu bahagia.”

Setelah Arum mengungkapkan perasaannya ke orang tuanya, dia merasa lega sekali. Pikirannya yang menganggap orang tuanya tidak sanggup membiayai kuliahnya sudah sirna.

Hari kelulusan sudah tiba. Arum dan Mika ternyata sama-sama diterima perguruan tinggi favorit mereka. Arum tidak menyangka bisa diterima, kesempatan ini tidak akan dibuang percuma.

Ketika menjelang semester akhir, di kampus Arum ada kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Arum mendapat tempat untuk KKN di desa. Kebetulan banyak warga yang memiliki hewan ternak dan lahan pertanian yang luas. Arum senang sekali bisa menerapkan ilmu yang ia peroleh selama kuliah. Arum bersama temannya membuat dan melaksanakan program kerja yang berkaitan dengan kebutuhan warga desa dan jurusan kuliahnya.

Warga desa sangat senang dengan kehadiran Arum dan teman-temannya. Keberadaan Arum membantu warga desa yang sebelum itu bingung untuk mengelola hasil ternak dan hasil pertanian mereka. Salah satunya Pak Ahmad dan Pak Asep.

Pak Ahmad :” Terimakasih banyak Mbak Arum dan teman-temannya. Saya bingung harus membalas apa ke kalian. Berkat kalian kami terbantu. Sebelumnya saya kurang paham mengenai ternak ya kiranya ternak sekedar rajin beresin kandang sama kasih makan apa aja. Jujur saya kalau bisa ingin kuliah seperti kalian biar pintar hehe.”

Pak Asep :” Saya juga Terima Kasih Mbak Arum dan teman-temannya. Saya jadi ada ilmu baru buat ngurus lahan pertanian. Maklum saya dapat ilmu dari orang tua saya dulu sama-sama tidak kuliah ya yang penting menanam gitu aja. Kebetulan saya punya anak masih kecil, besok-besok saya kuliahkan sama seperti Mbak Arum dan teman-temannya biar bisa membantu banyak orang juga.”

Arum merasa senang dengan keberadaannya disana. Membantu banyak orang dengan ilmu yang didapat selama kuliah. Ilmunya yang ia berikan dapat memberi manfaat untuk banyak orang walau belum banyak.

Selain usaha Arum juga ada Do’a orang tua yang menyertainya. Arum aktif selama perkuliahan yang membuatnya mudah menerima beasiswa. Akhirnya Arum menuntaskan kuliahnya dan lulus dengan peringkat terbaik.

Pendidikan membantu perbaikan apa yang selama ini belum benar. Pendidikan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang di seluruh penjuru dunia.