Pengguna:Andikaputraperkasa
Resensi buku keruntuhan jurnalisme
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Keruntuhan Jurnalisme Penulis : Dudi sabil iskandar Penerbit : Lentera Ilmu Cendekia Cetakan : Pertama , 2015 Tebal : 152 halaman
Isi buku
Buku ini membicarakan tentang kegiatan jurnalistik di Indonesia yang pada dasar nya jurnalistik di Indonesia itu sudah melenceng dari nilai berita, kode etik jurnalistik. Di dalam buku ini memberi tanggapan kritis tentang kegiatan jurnalistik di Indonesia yang penulis katakan “keruntuhan jurnalisme” yang dimaksud adalah dari hasil karya jurnalistik yang kita sebut berita dibuat tidak sesuai dengan niali berita dalam buku ini ada indikator keruntuhan jurnalisme di antaranya Jurnalisme bias , jurnalisme dan Amplop besar, Jurnalisme dan Budaya Copy Paste, Jurnalisme Pembuat Heboh , Jurnalisme Pembuat heboh, Jurnalisme Tampa Konfirmasi , Jurnalisme Adakah etika. Dari beberapa Indikator tersebut berisikan tetang tanggapan kritis tentang jurnalistik di Indonesia Dari indikator tersebut, hal-hal yang menyebabkan keruntuhan jurnalisme yaitu postmodernisme yaitu dalam kutipan buku ini postmoderenisme adalah suatu periode ketidakpercayaan pada narasi-narasi raksasa yang sifatnya universal dan esensial semakin gencar. Kesatuan sejarah digeser dengan kemajemukan dan sejarah local yang tidak bisa diletakan di bawah satu payung narasi besar. Kemudian penyebab yang lainnya yaitu curtural studies adalah kritik atas definisi budaya ada dua konsep. Pertama adalah ide umum dimana masyarakat atau kelompok memahami ideologynya atau cara-cara kilektif yang di gunakan suatu kelompok untuk memahami pengalamannya. Kedua budaya dimengerti sebagai praktik-praktik atau keseluruhan cara hidup suatu kelompok apa yang dilakukan individu secara material dari hari ke hari. Kemunculan hal-hal baru dalam keruntuhan jurnalisme salah satunya Jurnalisme dan Citizen Journalisme di dalam buku ini di jelaskan Citizen Journalisme yaitu tulisan warga tentang suatu peristiwa yang di publikasikan menjadi bacaan alternatif bagi masyarakat dari bacaan yang di sajikan media tradisonal artinya, peran masyarakat itu sendiri bisa saja menjadi wartawan misalnya ketika ada kejadian atau peristiwa penting dan masyarakat itu sendiri mempublikasikan nya melalui salah satunya media sosial. Masih banyak hal-hal kemunculan dalam jurnalisme baru dan buku ini mendorong kita supaya masyrakat harus melek media dalam penerimaan informasi yang disajikan oleh media.
Tujuan Buku ini di buat dengan tujuan agar masyarakat terutama mahasiswa ilmu komunikasi khusus nya di bidang Broadcast Journalism mempelajari hal-hal pada jurnalisme baru yang ada di dalam buku tersebut. Kemudian masyarakat harus mengetahui lagi penting nya penerimaan informasi yang ada di dalam media komonikasi khusunya komunikasi masa. Dan khusus nya pada wartawan Indonesia harus lebih mementingkan etika jurnalistik dank ode etik. Kekurangan Buku Pada teori-teori yang ada dalam buku ini seperti postmodernisme dan curtural studies pembaca kurang memahami tidak ada contoh yang lebih singkat dan jelas pada buku ini hanya ada penjelasan yang pembaca tidak paham. Kelebihan Buku Buku ini menjelaskan secara jelas tentang hal-hal dalam jurnalisme baru , meski penjelasan yang tidak begitu banyak tetapi isi nya mudah di pahami. Terdapat Prolog dan Epilog yang menarik dan membuat kita berpikir apa itu media sebenarnya
Kesimpulan Buku ini menjelaskan tentang 9 elemen jurnalisme bill kovac yang menanggapi 9 elemen tersebut secara kritis . Buku ini juga menjelaskan kegiatan jurnalistik di Indonesia yang pada kenyataan nya tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik. Disamping isi materi pelajaran, cara atau metode pembelajaran sangat penting untuk membentuk watak dan karakter para pembaca.
Di resensi oleh : Muhamad Tegar Fauzi 1471501781