Lompat ke isi

Pengguna:Yamato Shiya/Bak pasir

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Mahfuzhat

[sunting]

Mahfuzhat (bahasa Arab: المحفوظات, translit. al-Mahfuzhāt, har. 'Hal-hal yang dihafalkan'‎) merupakan petikan-petikan peribahasa maupun bait-bait puisi pilihan dari kesusastraan Arab. Umumnya, suatu mahfuzhat memiliki nilai falsafah maupun kebijaksanaan tertentu yang diakui dan terkenal dari tradisi oral masyarakat Arab, maupun masyarakat yang dipengaruhi oleh kebudayaan Islam setelahnya.

Mahfuzhat dapat terdiri dari satu kalimat, beberapa kalimat, bait-bait puisi, maupun teks panegirik atau orasi berbahasa Arab. Mahfuzhat seringkali juga dikaji dalam keilmuan bahasa Arab yang lain, seperti Ilmu Sharf, Ilmu Nahwu, Ilmu Balaghah maupun Ilmu Tarikh Adab. Sesuai dengan namanya, mahfuzhat dihafalkan secara oral, umumnya oleh santri-santri di pesantren maupun siswa di madrasah di Indonesia.

Dalam buku Wiki ini, mahfuzhat yang ditulis adalah mahfuzhat yang diajarkan di Kulliyyatul Mu'allimin al-Islamiyyah (bahasa Arab: كلية المعلّمين الإسلامية, har. 'Persemaian Guru-Guru Islam'‎), Pondok Modern Darussalam Gontor, Indonesia. Mahfuzhat diajarkan di kelas I, II, III, IV, V dan VI.

Mahfuzhat Kelas 1 KMI

[sunting]

Bagian 1

[sunting]
  • مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
Man sāra ʿala d-darbi wa ṣala
Arti: Barangsiapa yang berjalan di jalannya sampailah ia.
Penjelasan: Tiap orang akan mencapai akan mencapai tujuannya, bila ia menjalani proses dengan baik.
  • مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Man jadda wajada
Arti: Barangsiapa bersungguh-sungguh dapatlah ia.
Penjelasan: Tiap proses yang dijalankan secara sungguh-sungguh akan mendapat hasil yang sesuai.
  • مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Man ṣabara ẓafira
Arti: Barangsiapa yang bersabar, akan beruntung.
Penjelasan: Kesabaran akan mengantarkan kepada keberhasilan, segala hal yang dilalui dengan proses yang runut dengan kesabaran, akan mencapai hasil yan memuaskan.
  • مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
Man qalla ṣidquhu qalla ṣadīquhu
Arti: Barangsiapa sedikit kejujurannya, sedikit pula kawannya.
Penjelasan: Orang yang banyak berkata tidak jujur akan sulit berkawan karena kejujuran adalah sifat mulia manusia. Bagaimana manusia bisa menyukai, sedang sifat utama yang harus dimiliki saja tidak ada?
  • جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
Jālis ahlaṣ ṣidqi wal wafā'i
Arti: Duduklah dengan orang yang jujur dan menepati janji.
Penjelasan: Bergaul dengan orang jujur dan yang menepati janji akan mendatangkan kebaikan. Maka bersosialisasilah di sekitar mereka.
  • مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
Mawaddatuṣ ṣadīqi taẓharu waqtaḍ ḍīqi
Arti: Kecintaan seorang teman akan terlihat pada masa-masa kesempitan.
Penjelasan: Kebenaran suatu persahabatan akan terlihat pada masa seseorang terjebak pada masa kesempitan.
  • وَمَا اللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
Wa mā al-ladhdhatu illā baʿda at-taʿabi
Arti: Tidaklah ada kenikmatan kecuali setelah adanya kelelahan.
Penjelasan: Kenikmatan yang instan bukanlah kenikmatan, sebenar-benar kenikmatan hanyalah ada setelah adanya kerja keras yang melelahkan.
  • الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ
Aṣ-ṣabru yuʿīnu ʿalā kulli ʿamalin
Arti: Kesabaran membantu dalam tiap pekerjaan.
Penjelasan: Suatu hal atau pekerjaan yang sulit, dan dikerjakan dengan kesabaran dapat tuntas dengan baik. Sebaliknya, pekerjaan yang dikerjakan dengan terburu-buru, kadang akan menghasilkan hasil yang kurang memuaskan, apalagi bila ditinggalkan. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
  • جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
Jarrib wa lāḥiẓ takun ʿārifan
Arti: Cobalah dan perhatikan, maka kamu akan tahu.
Penjelasan: Dalam melakukan hal baru, kita perlu memulai dengan berani mencoba, dan memperhatikan mereka yang sudah berhasil, agar kita menjadi tahu.
  • اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ
Uṭlubilʿilma minal mahdi ilal laḥdi
Arti: Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.
Penjelasan: Perjalanan mencari ilmu dilakukan dari masa muda hingga akhir hayat. Ilmu tidak hanya apa yang terbatas diajarkan di sekolah, kehidupanpun adalah ilmu.

Bagian 2

[sunting]
  • بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
Bayḍatu al-yawmi khayrun min dajājati al-ghadi
Arti: Telur di hari ini lebih baik daripada ayam di hari esok.
Penjelasan: Suatu hal yang kecil namun bermanfaat yang pasti didapatkan pada hari ini lebih baik daripada janji hal besar namun belum pasti di esok hari.
  • الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
Al-waqtu athmanu mina al-dhhahabi
Arti: Waktu lebih mahal daripada emas.
Penjelasan: Waktu adalah aset paling besar, baik untuk digunakan dalam melaksanakan ide dan keinginan hidup, maupun untuk diberikan kepada orang yang dicintai.
  • العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسْمِ السَّلِيْمِ
Al-ʿaqlu as-salīmu fī al-jismi as-salīmi
Arti: Akal yang sehat ada pada jasmani yang sehat.
Penjelasan: Bila kesehatan terjaga, kesehatan mentalpun akan menjadi baik. Men sana in corpore sano.
  • خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
Khayru jalīsin fī az-zamāni kitābun
Arti: Sebaik-baik teman duduk adalah buku.
Penjelasan: Buku dapat memberikan ilmu, tidak menghakimi, jujur dan apa adanya. Maka tidak ada waktu yang sia-sia bila ditemani sebuah buku.
  • مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Man yazraʿ yaḥṣud
Arti: Siapa yang menanam dia yang menuai.
Penjelasan: Apapun yang dilakukan oleh manusia memiliki konsekuensi, ia yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan, begitu pula yang menanam kejahatan, akan menuai kejahatan.
  • خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
Khayru al-aṣḥābi man yadulluka ʿalā al-khayri
Arti:Sebaik baik sahabat adalah yang menunjukkan kebaikan.
Penjelasan: Persahabatan yang baik adalah yang bekerja sama dalam kebaikan, membantu untuk kebaikan dan menyelamatkan kepada kebaikan.
  • لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
Law lā al-ʿilmu lakāna an-nāsu kāl-bahā'imi
Arti: Kalau tidak karena ilmu pengetahuan, manusia tersisa hanya sebagai hewan liar.
Penjelasan: Kapasitas manusia untuk bernalar, dan darinya mengetahui ilmu kemudian menjadi iman, adalah yang membedakan manusia dengan hewan liar.
  • العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
al-ʿilmu fī aṣ-ṣighari kān-naqshi ʿalā al-ḥajari
Arti: Ilmu di masa muda seperti pahatan di atas batu.
Penjelasan: Manusia memiliki kapasitas kognitif dan mental yang kuat pada masa muda, sehingga apapun yang dipelajari di masa muda akan teringat hingga dewasa.
  • لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
Lan tarjiʿa al-ayyāmu allatī maḍat
Arti: Tak akan kembali hari yang telah berlalu.
Penjelasan: Apabila waktu telah berlalu, maka tidak ada guna menyesal atas hilangnya waktu itu, kita hanya bisa menghadap ke depan, menghadapi konsekuensi yang ada dengan optimis dan mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, dan merancang masa depan.
  • تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
Taʿallaman ṣaghīran waʿmal bihi kabīran
Arti: Belajarlah di masa muda, dan amalkan di masa dewasa.
Penjelasan: Setelah kita belajar di masa muda, kita akan amalkan di masa depan. Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah.

Bagian 3

[sunting]
  • العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
Al-ʿilmu bilā ʿamalin kas-shhajari bilā thamarin
Arti: Ilmu tanpa pengamalan seperti pohon tanpa buah.
Penjelasan: Ilmu yang baik adalah ilmu yang diamalkan, karena ilmu tersebut mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Apabila ilmu yang telah dipelajari, maka ibarat suatu pohon yang sudah tumbuh, namun tidak memberikan manfaat yang lebih luas, selain dari bayangan dan kerindangannya.
  • الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
Al-ittiḥādu asāsu al-najāḥi
Arti: Persatuan adalah pokok keberhasilan.
Penjelasan: Bekerja bersama-sama sesama manusia membutuhkan persatuan persepsi dan ide, ketika manusia bersatu, maka ia akan lebih mudah mencapai kesuksesan.
  • لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
Lā taḥtaqir miskīnan wa kun lahu muʿīnan
Arti: Jangan mencela orang yang miskin, dan jadilah penolong baginya.
Penjelasan: Menjadi penolong bagi orang yang kurang mampu adalah semulia-mulia sikap manusia.
  • الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
Ass-sharafu bil-adabi lā bi an-nasabi
Arti: Kemuliaan itu dengan adab bukan dengan keturunan.
Penjelasan: Kemuliaan itu bukan terletak pada siapa keturunan siapa, namun terletak pada perilaku dan adab yang baik.
  • سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
Salāmatu al-īnsāni fī ḥifẓi al-lisāni
Arti: Keselamatan manusia ada pada penjagaannya terhadap lisan.
Penjelasan: Perkataan manusia adalah senjata bermata dua, ia bisa menyelamatkan manusia, dan juga mencelakakannya.
  • آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
Ādābu al-marʾi khayrun min dhahabihi
Arti: Adab seseorang lebih baik daripada emas miliknya.
Penjelasan: Manusia yang beradab akan lebih berharga ketimbang ia yang memiliki harta tapi tidak beradab.
  • سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي
Sūʾu al-khuluqi yuʿdī
Arti: Perangai yang buruk itu mudah menular.
Penjelasan: Karena watak dan sifat manusia yang cenderung pada hawa nafsu, perangai yang buruk itu lebih mudah tersebar, memantik perangai buruk yang lain, daripada perangai yang baik.
  • آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
Āfatu al-ʿilmi an-nisyānu
Arti: Penyakit ilmu adalah lupa.
Penjelasan: Manusia adalah tempat salah dan lupa, dan sebaik-baik pelajar adalah ia yang menjaga ilmunya dari kealpaan dengan mencatat, mengingat kembali atau mendiskusikan ilmu yang ia miliki.
  • إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
Idhā ṣadaqa al-ʿazmu waḍaḥa as-sabīlu
Arti: Bila kemauan telah benar dan tepat, jalannya akan terbuka.
Penjelasan: Jika seseorang telah bertekad dan berniat dengan benar, maka jalan akan dibukakan baginya untuk mencapai apa yang ia inginkan.
  • لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
Lā taḥtaqir man dūnaka falikuli shai'in maziyyatun
Arti: Jangan mencela orang yang berada di bawahmu, karena tiap sesuatu memiliki kelebihan.
Penjelasan: Hindari mencela suatu hal yang terkesan berada di bawah standar maupun tingkatan (lebih sulit menghafal, lebih miskin, atau lebih jelek), karena tiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan.

Bagian 4

[sunting]
  • أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
Aṣliḥ nafsaka yaṣluḥ laka al-nnāsu
Arti: Perbaiki dirimu, maka manusia akan baik padamu.
Penjelasan: Apabila kamu memperbaiki dirimu, dari segi adab, mental, fisik dan pikiran, orang-orang akan tertarik dan baik kepadamu. Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keberuntunganmu.
  • فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
Fakkir qabla an taʿzima
Arti: Berpikirlah terlebih dahulu sebelum kamu berbuat.
Penjelasan: Dalam mengerjakan suatu hal harus melalui perencanaan yang baik agar bisa dicapai hasil yang baik pula.
  • مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
Man ʿarafa buʿda as-safari istaʿadda
Arti: Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, maka akan bersiap.
Penjelasan: Dalam menghadapi panjang jalan kehidupan (dan kematian), manusia harus selalu bersiap. Pun dalam menghadapi apapun dalam hidupnya, ia akan bersiap sebaik-baiknya.
  • مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
Man ḥafara ḥufratan waqaʿa fīhā
Arti: Siapa yang menggali lubang, akan jatuh ke dalamnya.
Penjelasan: Siapa yang berbuat kejahatan, akan mendapatkan balasan yang sesuai dengan kadarnya. Siapa yang bersiasat untuk menjatuhkan atau mencelakakan orang lain, akan celaka dengan sendirinya.
  • عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
ʿAduwwun ʿāqilun khayrun min ṣadīqin jāhilin
Arti: Musuh yang pandai lebih baik dari pada sahabat yang bodoh.
Penjelasan: Musuh yang pandai akan membuatmu tertantang untuk menjadi lebih baik dan lebih strategis, sedang kawan yang bodoh akan memanjakanmu dalam ketidak pedulian.
  • مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Man kathura īḥsānuhu kathura īkhwānuhu
Arti: Siapa yang banyak kebaikannya, akan banyak saudaranya.
Penjelasan: Manusia menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
  • اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ
Ijhad walā taksal walā taku ghāfilan fanadāmatu al-ʿuqbā liman yatakāsalu
Arti: Berjuanglah dan jangan bermalas-malasan karena penyesalan akan terjadi pada orang yang bermalas-malasan
Penjelasan: Pada kemalasan terdapat jalan penyesalan, maka janganlah bermalas-malasan. Kerjakanlah apa yang kamu bisa, sesuai kemampuanmu.
  • لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
Lā tuakhhir ʿamalaka īla al-ghadi mā taqdiru an taʿmalahu al-yawma
Arti: Jangan menunda pekerjaanmu ke hari esok, yang sebenarnya kamu bisa kerjakan hari ini.
Penjelasan: Menunda-nunda adalah sifat buruk yang memperlambat selesainya pekerjaan. Lebih baik pekerjaan banyak tapi dikerjakan, namun tidak selesai, daripada banyak pekerjaan, tidak dikerjakan dan menumpuk.
  • اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
Utruki ash-sharra yatrukka
Arti: Tinggalkan kejahatan dan ia akan meninggalkanmu.
Penjelasan: Menjauhkan diri dari kejahatan dapat dilakukan dengan meninggalkan kejahatan yang dilakukan.
  • خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Khayru an-nāsi aḥsanuhum khuluqan wanfaʿuhum linnāsi
Arti: Sebaik baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya dan memberikan manfaat bagi manusia.
Penjelasan: Di antara manusia-manusia yang ada di dunia, mereka yang berakhlak baik dan memberikan kebaikan bagi sekitarnya, sekecil apapun itu, adalah mereka yang paling mulia.

Bagian 5

[sunting]
  • فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
Fī at-ta'annī as-salāmatu wa fī al-ʿajalati an-nadāmatu
Arti: Dalam kehati-hatian terdapat keselamatan dan dalam ketergesaan, penyesalan.
Penjelasan: Dalam mengerjakan suatu hal adalah wajib berhati-hati dan cermat, karena kehati-hatian menyebabkan pekerjaan selesai dengan selamat, sedang bila dikerjakan secara terburu-buru beresiko gagal dan penyesalan.
  • ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
Thamratu at-tafrīṭi an-nadāmatu wa thamratu al-ḥazmi as-saalāmatu
Arti: Buah dari kecerobohan adalah penyesalan dan buah dari kecermatan adalah keselamatan.
Penjelasan: Bila manusia cermat dalam mengerjakan impiannya, ia akan sampai dengan selamat dan sukses mencapai keinginannya, dan bila ia ceroboh, dalam perencanaan dan pengerjaan, maka niscaya ia akan menemukan penyesalan.
  • الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
Ar-rifqu bi aḍ-ḍaʿīfi min khuluqi as-sharīfi
Arti: Kelemah lembutan kepada mereka yang lemah adalah akhlaq yang mulia.
Penjelasan: Welas asih kepada mereka yang lemah adalah salah satu akhlaq yang dimiliki oleh orang-orang yang mulia.
  • فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
Fajazāʾu sayyi'atin sayyi'atun mithluhā
Arti: Balasan terhadap suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal.
Penjelasan: Kejahatan yang dilakukan manusia pasti akan terbalas dengan kejahatan yang setimpal, oleh Allah.
  • تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
Tarku al-jawābi ʿalā al-jāhili jawābun
Arti: Tidak menjawab pertanyaan orang bodoh adalah suatu jawaban.
Penjelasan: "Bodoh" dalam konteks ini adalah "belum menerima pengetahuan dan enggan menerimanya". Menjawab pertanyaan orang yang enggan menerima pengetahuan adalah tidak ada gunanya, sehingga jawabannya cukup mendiamkannya.
  • مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Man ʿadhuba lisānuhu kathura īkhwānuhu
Arti: Siapa yang manis lidahnya, banyak saudaranya.
Penjelasan: Manusia menyukai orang yang baik lisannya, lembut hatinya.
  • إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
Idhā tamma al-ʿaqlu qalla al-kalāmu
Arti: Bila akal telah sempurna, sedikitlah perkataannya.
Penjelasan: Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin diam dirinya karena mengetahui konsekuensi perkataannya.
  • مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
Man ṭalaba akhan bilā ʿaybin baqīya bilā akhin
Arti: Siapa yang mencari saudara tanpa aib, akan berakhir sendirian.
Penjelasan: Semua orang memiliki aib, maka bila kita mencari teman tanpa aib, akan berujung kesendirian.
  • قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
Qul al-ḥaqqa walaw kāna murran
Arti: Katakan yang benar walaupun pahit.
Penjelasan: Berkatalah jujur, meskipun itu hal yang tidak disukai. Namun, berkata jujur harus dibersamai kebijaksanaan dan empati, tanpa keduanya, malah akan berujung menyakiti hati orang lain.
  • خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَا
Khayru mālika mā nafaʿaka
Arti: Sebaik-baik harta adalah yang mendatangkan manfaat bagimu.
Penjelasan: Harta, bila tidak memberikan manfaat, hanya menjadi tumpukan barang tidak berguna. Sebaik-baik harta adalah yang dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi yang memiliki atau diberi.

Bagian 6

[sunting]
  • خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
Khayru al-umūri awsāṭuhā
Arti: Sebaik-baik perkara adalah di pertengahannya.
Penjelasan: Suatu perkara, bila terlalu sedikit, akan tidak memuaskan. Namun, bila terlalu banyak, akan terbuang. Maka sebaik-baiknya adalah yang bisa menyeimbangkan, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.
  • لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
Likulli maqāmin maqālun walikulli maqālin maqāmun
Arti: Tiap tempat ada pembicaraannya, dan tiap pembicaraan ada tempatnya.
Penjelasan: Sesuaikan perkataan dengan tempat, dan sesuaikan tempat dengan pembicaraan yang dilakukan.
  • إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Idhā lam tastaḥyi fāṣnaʿ mā shita
Arti: Jika kamu tidak tahu malu, maka lakukan sesuka hatimu.
Penjelasan: Apabila kamu tidak memiliki rasa malu, maka kamu akan melakukan semua hal sesuka hati, tanpa pertanggung jawaban, tanpa tahu konsekuensinya baik atau buruk. Orang yang tidak tahu malu biasanya berlaku sesuka hati, dan bersedih ketika tahu akibatnya.
  • لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا
Laysa al-ʿaybu liman kāna faqīran bal al-ʿaybu liman kāna bakhīlan
Arti: Bukan aib apabila seseorang itu miskin, tapi adalah aib bila seseorang itu pelit.
Penjelasan: Aib bagi seorang manusia adalah bila ia memiliki kemudahan, namun tidak bisa menolong saudaranya. Namun, bila ia memang mengalami kesempitan, maka bukanlah aib bila ia membatasi pemberiannya. Demikian juga dalam berhemat, tidak ada aib dalam berhemat.
  • لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
Laysa al-yatīmu alladhī qad māta wāliduhu bal al-yatīmu yatīmu al-ʿil-mi wāl-adabi
Arti: Orang yang meninggal orang tuanya bukanlah yatim sebenarnya, sebenar-benar yatim adalah ia yang kehilangan adab dan ilmunya.
Penjelasan: Hakikat yatim yang sebenarnya adalah ia yang tidak memiliki ilmu dan adab.
  • لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلَامٍ جَوَابٌ
Likulli ʿamalin thawābun wa likulli kalāmin jawābun
Arti: Tiap pekerjaan ada balasannya, dan tiap perkataan ada jawabannya.
Penjelasan: Setiap hal yang kamu lakukan ada balasannya dari Allah, dan tiap perkataan yang kamu ucapkan pasti ada jawaban dari orang lain.
  • وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُمْ دَائِماً
Waʿāmili an-nāsa bimā tuḥibbu minhum dāiman
Arti: Selalu perlakukan manusia dengan apa yang kamu suka pada diri mereka.
Penjelasan: Perlakukan manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Senangkanlah hati mereka dan berbaik hatilah dengan mereka.
  • هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
Halaka imru'un lam yaʿrif qadrahu
Arti: Orang yang yang tidak tahu kadar dirinya akan hancur.
Penjelasan: Orang yang tidak tahu diri, dan berbuat sesuka hati, akan hancur.
  • رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
Ra'su adh-dhunūbi al-kadhibu
Arti: Pangkal dari segala kejahatan adalah kedustaan.
Penjelasan: Satu kali berdusta akan membuat orang berlaku kejahatan lain untuk menutupi kedustaan itu.
  • مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
Man ẓalama ẓulima
Arti: Siapa yang zhalim akan diperlakukan secara zhalim.
Penjelasan: Salah satu balasan bagi orang yang berbuat zhalim adalah diperlakukan secara zhalim oleh orang lain juga.

Bagian 7

[sunting]
  • لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الجَمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
Laysa al-jamālu biathwābin tuzayyinunā īnna al-jamāla jamālu al-ʿilmi wāl-adabi
Arti: Keindahan bukanlah sekedar pakaian yang mempercantik, sungguh keindahan ada pada ilmu dan adab.
Penjelasan: Siapa yang berilmu dan beradab, akan mengalahkan mereka yang sekedar menampilkan diri sebagai indah.
  • لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
Lā takun raṭban fatuʿṣara wal-ā yābisan fatukassara
Arti: Jangan bersikap lemah sehingga diperas, dan jangan pula bersikap keras, sehingga dipatahkan.
Penjelasan: Bersikaplah sekenanya, jangan terlalu lembek sehingga mudah ditindas, dan jangan berlaku terlalu keras sehingga dibenci dan dihancurkan.
  • مَنْ أَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
Man aʿānaka ʿalā ash-sharri ẓalamaka
Arti: Siapa yang membantumu melakukan kejahatan, itulah mereka yang zhalim terhadapmu.
Penjelasan: Orang yang bersekutu dalam berbuat kejahatan sesungguhnya sedang saling menyeret tiap orang dalam dosa, sehingga hakikatnya mereka menzhalimimu.
  • أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
Akhī lan tanāla al-ʿilma īllā bisittatin sa'unbīka ʿan tafṣīlihā bibayānin: dhakāʾun wa ḥirṣun wā ijtihādun wa dirhamun wa ṣuḥbatu ustādhin waṭūlu zamānin
Arti: Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas: kecerdasan, keinginan yang kuat (terhadap ilmu), kesungguhan, harta benda, bermuamalah dengan guru secara baik, waktu yang panjang
Penjelasan: Dalam menuntut ilmu, diperlukan ragam bekal, seseorang harus cerdas agar bisa menyerap ilmu. Ia harus rakus atau berkeinginan yang kuat untuk mencapai ilmu, hingga ia bisa menempuh jauhnya perjalanan demi mendapat ilmu. Ia harus memiliki kesungguhan yang tidak mudah dipatahkan oleh kesulitan dan masalah. Ia harus memiliki harta, agar bisa belajar dengan tenang maupun bisa memberikan haknya kepada guru dan saudara-saudaranya. Iapun harus mampu membangun relasi yang baik dengan guru, dan perjalanan mencari ilmu harus ditempuh dengan penuh kesabaran dalam waktu yang panjang.
  • العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا
Al-ʿamalu yajʿal-u aṣ-ṣaʿba sahlan
Arti: Bekerja itu menjadikan yang sukar menjadi mudah.
Penjelasan: Suatu hal yang sulit akan menjadi semakin mudah bila dimulai dikerjakan.
  • مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
Man ta'annā nāla mā tamannā
Arti: Siapa yang cermat dan berhati-hati akan mendapat apa yang ia cita-citakan.
Penjelasan: Keberhasilan menuntut kecermatan dan kehati-hatian.
  • اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
Uṭlubi al-ʿilma wa law biṣ-ṣīni
Arti: Carilah ilmu sampai ke Negeri China.
Penjelasan: Dalam mencari ilmu, jangan berhenti sampai kamu mencapai ujung dunia.
  • النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
An-naẓāfatu min al-īmāni
Arti: Kebersihan adalah sebagian dari Iman.
Penjelasan: Menjaga keimanan tidak lepas dari menjaga kebersihan jasmani.
  • إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
Idhā kabura al-maṭlūbu qalla al-musāʿidu
Arti: Jika banyak permintaan, semakin sedikit yang membantu.
Penjelasan: Semakin besar cita-cita yang ingin digapai, maka semakin sedikit yang dapat membantu. Semakin banyak permintaan tolong, semakin sedikit pula yang membantu.
  • لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا
Lā khayra fī ladhhatin taʿqibu nadaman
Arti: Tidak ada kebaikan pada kenikmatan yang berujung pada penyesalan.
Penjelasan: Setiap hal memiliki konsekuensi, dan seburuk-buruknya hal adalah yang membawa kenikmatan namun berkosekuensi kepada keburukan.

Bagian 8

[sunting]
  • تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
Tanẓīmu al-ʿamali yuwaffiru niṣfa al-waqti
Arti: Manajemen pekerjaan yang baik menghemat separuh waktu.
Penjelasan: Perencanaan yang baik merupakan setengah dari pekerjaan.
  • رُبَّ أخٍ لَم تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
Rubba akhin lam talid-hu wālidatun
Arti: Betapa banyak persaudaraan yang tidak dilahirkan oleh pertalian darah.
Penjelasan: Teman adalah keluarga yang kamu pilih.
  • دَاوُوْا الغَضَبِ بالصُّمْتِ
Dāwū al-ghaḍabi biṣ-ṣumti
Arti: Obatilah kemarahan dengan diam.
Penjelasan: Bila kamu marah, maka sebaik-baiknya hal yang bisa dilakukan adalah diam.
  • الكَلَامُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
Al-kalāmu yanfudhu mā lā tanfudhuhu al-ibaru
Arti: Perkataan menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
Penjelasan:Hati-hati dalam berkata-kata, karena rasa sakit yang diberikan kata-kata melebihi rasa sakit yang diberikan fisik.
  • لَيْسَ كُلُّ مَا يَلمَعُ ذَهَبًا
Laysa kullu mā yalmaʿu dhahaban
Arti: Tidak setiap yang berkilau itu emas.
Penjelasan:Jangan terpesona dengan yang terlihat indah, karena belum tentu yang indah itu berharga.
  • سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
Sīratu al-marʾi tunbi'u ʿan sarīratihi
Arti: Apa yang terlihat dari seseorang menunjukkan isi hati dan ilmunya.
Penjelasan: Kadangkala, untuk mengetahui isi pikiran dan nilai seseorang, lihatlah dari penampilannya.
  • قِيْمَةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
Qīmatu al-marʾi biqadri mā yuḥsinuhu
Arti: Nilai seseorang sesuai dengan kebaikannya.
Penjelasan: Semakin baik seseorang, semakin tinggi nilainya.
  • صَدِيْقُكَ مَنْ أبْكَاكَ لَا مَنْ أضْحَكَكَ
Șadīquka man abkāka lā man aḍ-ḥakaka
Arti: Sahabatmu adalah mereka yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa.
Penjelasan: Teman yang baik akan selalu mengingatkanmu untuk memperbaiki diri, dan bukan sekedar membuatmu dalam kebahagiaan yang semu.
  • عَثْرَةُ القَدَمِ أسْلَمُ مِن عَثْرَةِ اللِسَانِ
ʿAthratu al-qadami aslamu min ʿathrati al-lisāni
Arti: Tergelincirnya kaki lebih selamat ketimbang dari tergelincirnya lidah.
Penjelasan: Salah melangkah lebih selamat dan aman daripada salah berbicara.
  • خَيْرُ الكَلَامِ مَا قَلَّ وَ دَلَّ
Khayru al-kalāmi mā qalla wa dalla
Arti: Sebaik-baiknya perkataan adalah yang sedikit dan yang menunjukkan jalan.
Penjelasan: Perkataan yang baik adalah perkataan yang singkat namun memberi nilai petunjuk yang besar.

Bagian 9

[sunting]
  • كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إلَّا الأَدَبِ
Kullu shai'in īdhā kathura rakhuṣa illa al-adabi
Arti: Tiap hal itu ketika banyak menjadi murahan, kecuali adab.
Penjelasan: Seorang, semakin dia beradab, akan semakin mulia, semakin banyak orang beradab maka akan semakin baik suatu masyarakat.
  • أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُونٌ وَ آخِرُهُ نَدَمٌ
Awwalu al-ghaḍabi junūnun wa ākhiruhu nadamun
Arti: Awal mula kemarahan adalah kegilaan, dan akhirnya adalah penyesalan.
Penjelasan: Orang yang marah akan gila dengan kemarahannya, merasa harus dilampiaskan, kemudian mencari objek untuk dijadikan samsak pelampiasan, setelah ia objek itu dirusak, dihancurkan, datanglah rasa penyesalan.
  • العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَ الحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةُ
Al-ʿabdu yuḍrabu bi al-ʿaṣā wa al-ḥurru yakfīhi bi al-īshāratu
Arti: Hamba sahaya itu diperintah dengan dipukul, sedang orang yang merdeka cukup dengan isyarat.
Penjelasan: Semakin cerdas seseorang, semakin mudah ia diingatkan akan kesalahannya.
  • أُنْظُرْ مَا قَالَ ولَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
Unẓur mā qāla wa lā tanẓur man qāla
Arti: Lihatlah apa yang dikatakan, bukan siapa yang mengatakannya.
Penjelasan: Ketika mendengarkan orang lain berbicara, dengarkan dulu nilai apa yang ia bawa, dan bukan lihat siapa, apa jabatan maupun siapa di belakangnya.
  • الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ
Al-ḥasūdu lā yasūdu
Arti: Tidak akan berbahagia orang yang dengki.
Penjelasan: Orang yang dengki tidak akan fokus dengan dirinya, mereka hanya memikirkan orang lain, sehingga lupa kebahagiaan dirinya sendiri.
  • الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا
Al-aʿmālu bikhawātimihā
Arti: Tiap pekerjaan harus dan akan selesai.
Penjelasan: Setiap hal akan berakhir, maka akhirilah dengan baik.