Lompat ke isi

Pengguna:Haryotomo

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Buku : Mencari Ridlo Tuhan Karangan : Haryo Satriyo Tomo Editor : Haryo Koco Buwono Kery Jaelani Drs. Suhad, MPd Drs. Marjuki, MPd Cetakan I : Oktober 2010

Copyright (C) 2010 Haryo Satriyo Tomo. Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.3 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts. A copy of the license is included in the section entitled "GNU Free Documentation License".

DAFTAR ISI Kata Pengantar Jenang Keluarga Bapak Maruto Interaksi Sosial Pertama Keluarga versus Sekolah Alif dan Iqro Saya mohon pamit, pak..bu Jeneng Mencari Jati Diri Prestasi Semu Pertemuan dengan Pak Ranu Namaku Estiko bin Maruto Jumeneng Bekerja di Tempat Terhormat Keluarga Baru Dedicated for nothing Being No One Suwukan Silsilah Keluarga Penulis Pohon Keluarga Riwayat Penulis

KATA PENGANTAR Mapan sira mangke anglampahi, ing pitutur kang muni ing (layang), pasti becik setemahe, bekti mring rama ibu duk purwa sira udani, karya becik lan ala, saking rama ibu, duk siro tasih jajabang, ibu iro kalangkung lara prihatin, rumeksa maring siro. (Serat Wulangsunu)

Hampir seribu hari yang lalu, ibu tercinta meninggalkan kami, ditimbali Allah SWT. Segala doa memanjatkan ampunan dan keridloan selalu terlantunkan dalam nafas kami selama ini bagi ibu dan bapak. Karya ini disusun atas segenap kecamuk dalam pikiran maupun batin penulis. Setelah secara berturut-turut orang-orang yang kami kasihi dipanggil satu demi satu. Apakah peristiwa tersebut (meninggalnya seseorang) merupakan suatu ukuran kepantasan ataukah merupakan suatu ujian ataukah merupakan suatu kebahagiaan, dari sisi orang yang meninggal karena bertemu kembali dengan Sang Pencipta. Tentu saja, pertanyaan selanjutnya adalah akankah Allah SWT ridlo terhadap perbuatan kita selama hidup. Segala penyikapan penulis terhadap jawaban pertanyaan-pertanyaan ini akan disajikan dalam uraian puitis dan retorikal tentang perjalanan hidup Estiko, seorang sederhana yang memiliki idealitas dan cita-cita tinggi dalam menjadi yang terbaik.

Bandung, Oktober 2010