Lompat ke isi

Pengguna:JUSMIATI TR

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Dipagi hari yang cerah Rini membuka pintu jendela rumahnya , ia melihat beberapa burung yang sedang berkicau , ia pun termenung dengan dan berpikir bagaimana nasibnya dimasa depan nanti “apakah aku nantinya bisa menjadi orang yang sukses” tanyanya dalam hati , dan aku ingin membahagiakan kedua orang ku dengan kerja kerasku sendiri.Tiba-tiba ibunya memanggil Rini...? iya Bu...! kenapa kamu termenung Nak , ada apa...,tidak ada apa-apa Bu,kalau begitu kamu bisa bantu Ibu.Setelah membantu Ibunya rini termenung kembali untuk kedua kalinya “Pokoknya aku harus menjadi orang yang sukses”katanya dalam hati. Matahari mulai terbit, jam sudah menunjukkan pukul 08:00 wib.Rini mulai menyandangkan tas dan memakai sepatu dengan terburu-buru untuk pergi kesekolah dan ia pamit kepada kedua orang tuanya sambil mencium tangan Ibu dan Bapak.Dalam perjalanan ia bertemu dengan temannya,lalu ia bertanya kepada temannya “adit apakah kamu memiliki cita-cita ?”Ya saya memiliki cita-cita yaitu ingin menjadi pengusaha yang hebat,”kalau cita-citamu ingin menjadi apa”,kalau aku ingin menjadi.....!!!’Rini pun terdiam dan tersenyum’ , Kok...! kamu diam saja Rin...!!Ooo gak apa-apa Dit”jadi, cita-citamu ingin menjadi apa “kalau aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku,begitu ya...?.Rini terus berjalan dengan kebinggungan.Sampai disekolah Rini merasa ada yang kurang karena tiada sahabatnya yang datang. Bel sudah masuk pun telah dibunyikan, semua siswa berbaris dilapangan untuk mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru pada setiap paginya.Setelah berbaris , Dimana masuk kekelasnya.Didalam kelas tiba-tiba temanya memanggil “Rin...rin...!!!siap pr matematika..?Ooo...Pr matematika,kalau aku sudah siap “Kalau kamu “kalo aku....sih belum siap.”Rin bolehkah aku pinjam buku matematikamu”Tanya Do.Boleh sih, tapi....? ada syaratnya “apaan tu!!”.Syaratnya mudah kok kamu harus menjawab pertanyaanku ,yang pertanyaan nya “apakah kamu memiliki cita-cita”,ya aku memiliki cita-cita ingin menjadi Dokter (kata No).”Kenapa kamu ingin menjadi dokter!!”Tanya rini ,ya karena aku ingin menolong orang-orang yang sakit dikampungku “Emang nya dikampungmu diserang wabah penyakit apa...??” .Wabah penyakit flu burung,saat ini banyak orang-orang yang sakit belum terobati “kalo begitu harus cepat-cepat dicegah wabah penyakitnya”.Iya sih tapi...? belum ada solusinya ,saya pun ikut perihatin atas musibah yang menimpa kampungmu.Terlalau asyiknya berbicara,guru pun masuk kedalam kelas ,masing-masing siswa kembali kebangkunya. Belajar mengajar pun dimulai ,asyik-asyiknya belajar,bel pun berbunyi kini saatnya jam istirahat.Pada saat istirahat Rini membawa teman-temannya untuk pergi ke kantin dengan bersama-sama.Sampainya dikantin Rini merasa kehilangan uang ,lalu ia berkata kepada temannya “adit uangku hilang” lalu bagaimana kata adit “Begini saja sebaiknya kamu rin pakai saja uang ku untuk jajan” kata adit “terimakasih Si kamu telah menolongku , nanti kalau aku ada uang akan ku ganti uang mu”kata rini.Nggak usah rin aku ikhlas kok menolongmu. “Terimakasih ya...! Si”kata rini.Bel masuk telah berbunyi,rini dan teman -temannya masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya. Waktu pun telah berlalu,saatnya waktu pulang sekolah. Rini tidak lupa akan tugas piketnya,pada saat membersihkan kelas ia melihat seekor burung kecil yang berusaha untuk bisa terbang walau pun ia masih kecil , seperti itulah hidupku yang ingin meraih cita-citaku agar aku menjadi orang yang suksestanyanya dalam hati. Waktu pulang sekolah ia teringat sesuatu dipikiranya yaitu, setelah pulang nanti ia harus menolong Ibunya dalam pekerjaan rumah ,karena membantu Ibu itu adalah tugas nya sehari-hari. Tiba dirumah Ia meletakkan sepatu dan tasnya pada tempatnya. “Assalammualaikum” ‘Bu...??,sambil mencium tangan Ibunya, “waalaikumsalam” jawab Ibu. “Bu bolehkah aku bertanya kepada Ibu” Tanya Rini, boleh mau tanya tentang apa. Begini Bu apakah Ibu memiliki cita-cita..? memiliki cita-cita ingin menjadi guru , tetapi sekarang Ibu sudah tua ,udah nggak punya kekuatan dan Ibu sekarang hanya bisa berharap kepada anak-anak Ibu agar bisa terwujud cita-citanya. Maka dari itu kamu harus rajin rajin belajar ,sholat dan berdo’a kepada Allah swt dan janganlah kamu mundur dalam menuntut ilmu.InsyaAllah,Bu akan Rini pegang kata-kata Ibu tadi. Demi ingin terwujudnyaa cita-citanya dan kebahagiaan kedua orang tuanya . Kini saat nya Ia menunjukkan kemampuannya dalam belajar.Dengan kata-kata yang dilontarkan Ibunya tadi Rini menjadi semangat untuk melakukan apa yang dikatakan Ibunya dan kelulusan pun semakin dekat ibunya memanggil Rini....? iya Bu...! Nak setelah kamu lulus nanti kamu mau kuliah dimana? Rina pun menjawab gak tahu ibu aku belum kepikiran soal kuliah karna ekonomi kita tidak mendukung. Dan rini beberapa kali menanyakan tentang keinginannya untuk kuliah kepada ayahnya tetapi ekonomi sangat memburuk.Keesokan harinya aku pun berangkat kesekolah dan di tengah perjalanan adit bertanya rin... Kamu kuliah dimana nanti. Rini pun terdiam.. Laah kok malah diam rin..? Rini pun menjawab aku gak papa kok dan untuk kuliah mungkin bukan rezeki ku. Dan sesampainya di sekolah. Bel sudah masuk pun telah dibunyikan, semua siswa berbaris dilapangan untuk mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru pada setiap paginya.Setelah berbaris , guru menyampaikan tentang ujian akhir dan rini dan teman sekelasnya di suruh untuk les sore karna ujian akhir tinggal 2 minggu lagi Dimana masuk kekelasnya.Seiring berjalannya waktu, di kampus inilah saya mulai bermimpi dan bercita-cita. Saya melihat guru-guru saya dimana setiap paginya berpakaian rapi, cantik dan terlintas di pikiran saya “Kapan saya bisa seperti mereka?”, karena cita-cita saya ingin bekerja di salah satu instansi pemerintahan dan ingin berpakaian rapi seperti mereka dan pastinya untuk meraih profesi tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus butuh kerja keras dan usaha yang kuat. Di MA NURUL ILMI saya mendapatkan teman-teman yang begitu beragam yang berasal dari daerah yang berbeda-beda bahkan yang satu daerah pun sama kita tidak saya jumpai di kelas. Saya memiliki guru yang juga selalu memberikan motivasi dan inspirasi untuk menatap ke depan. Guru saya selalu mengatakan bahwa “jika ada kemauan pasti ada jalan”. Saya mempercayai hal itu bahwa suatu saat saya akan melakukan sesuatu yang baru.

Dan setelah pulang dari rekreasi bersama teman-teman ayahku berkata nak kamu kuliah aja karna ayah punya sedikit rezeki ayah dan ibu ingin melihat putrinya bisa menggapai cita-citanya pada saat itu aku memeluk ayah sambil menangis dan aku pun mendaftar di kampus Universitas Muhammadiyah di rappang dan semua syaratnya aku sudah lalui dan pada saat pengumuman terima atau tidaknya dan pada saat aku ingin membukanya tangan ku gemetar dan alhamdulillah aku di terimah di universitas muhammadiyah rappang.Hari pertama kuliah perasaanku campur aduk, antara senang karena akan bertemu dengan teman baru dan tegang karena ini merupakan privilage yang ditakdirkan tuhan dan tidak semua orang bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Awal masuk kuliah disebut sebagai masa-masa transisi, dimana perubahan dari masa sekolah ke kuliah perlu dilakukan dengan penyesuaian diri. Biasanya ke sekolah memakai seragam, sekarang memakai pakaian bebas tetapi sopan. Dahulu jaman sekolah disebut siswa sekarang disebutnya mahasiswa. Begitu juga dengan pengajarnya yang biasa di panggil guru, berubah menjadi dosen. Kesan pertama saat di ajar oleh dosen, beliau terlihat lebih santai dalam memberikan materi tidak sama seperti sekolah dulu. Tetapi tetap saja tugas yang diberikan dosen sama saja seperti jaman sekolah dulu, yaitu tugas individu dan kelompok yang harus dikumpulkan tepat waktu.Awal sebelum perkuliahan begitu jauh aktif, terbesit di pikiranku untuk ikut berorganisasi selain kuliah-kost dan kantin (3K), pada saat itu sangatlah membosankan, dan waktu itu juga aku berikhtiar memilih satu organisasi HIMAPRODI, untuk menjadi satu ruang tersendiri bagiku untuk mengembangkan ke-intelektualan yang mungkin aku rasakan masih sangat dangkal untuk lebih di isi dan di kembangkan, dan ternyata yang aku rasakan didalamnya tidak hanyalah itu bahkan lebih, karena disitu juga banyak ilmu yang aku dapat diluar bangku kuliah, sebagaimana mahasiswa itu sebagai agent of control, agent of change, dan agent of social. Disini aku memulai melukis kegiatanku walau terkadang merasa capek, letih, lesu dan lain sebagainya, tapi inilah jalan yang harus di hadapi dengan niat kesungguhan maka hari ini adalah milikku." Saatnya kuliah", terikku lantang membentur tembok bangunan.

andaikan setiap insan itu ingat akan diri sendiri, keluarga, maupun kepada Pemilik hidup maka alangkah tentram hidup ini dengan warna- warni kehidupan yang di dambakan oleh seluruh manusia yang berinjak di bumi ini.Singkat cerita Alhamdulillah untuk pembelajaran perkuliahan Semester 2 telah selasai. Dan kini aku melanjutkan perkuliahan di semester 3, disemester ini pada salah satu mata kuliah yang aku tempuh yaitu English For Econo dengan dosen yang bernama Bu dwi afriyanti aku mendapatkan tugas untuk membuat cerita tentang pembelajaran yang ada dikelas, sedikit akan ku ceritakan saat terjadinya pembelajaran yang ada dikelas.Pada saat pembelajaran dimulai seperti biasa dosen memberikan beberapa penjelasan tentang sistem pembelajaran dan tugas diperkuliahan semester 3 ini, kita mahasiswa pendidikan bahasa indonesia semester 3 diberikan tugas untuk membuat cerita disetiap pertemuan mata kuliah ini kedalam bahasa inggris dan disuruh menghafalkan beberapa verb dalam bahasa inggris yang nanti tugas tersebut akan dibuat untuk tugas akhir semester 3 (UAS).telah dosen memberikan penjelasan tersebut, kita mendapatkan pembelajaran yang santai yaitu dengan kita disuruh untuk membaca beberapa teks Bahasa Inggris secara bergantian tiap anak sampai waktu pembelajaran selesai.UMS adalah salah satu Universitas kebanggaan bagi setiap orang begitu juga dengan Universitas lainnya seperti UI, UGM, IPB, ITB dan lainnya yang cukup terkenal di Indonesia. Sebagai orang Sulawesi saya sangat bangga apabila bisa diterima di UMS karena Universitas ini sudah terkenal di mana-mana dan juga merupakan salah satu Universitas terbesar di wilayah Sulawesi Selatan. Alhamdulilah, puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikannya kepada saya. Impian saya menjadi kenyataan bahwa pada akhirnya saya bisa diterima di UMS melalui tes SMBPTN melalui program beasisiswa yaitu ADIK DIFABEL. Saya sangat bersyukur atas hal tersebut karena beasiswa yang saya dapatkan menjamin masa study kita sampai selesai.Tetapi perjuangan belum selesai perjalanan masih panjang buat saya untuk menggapai impian-impian yang masih terpendam. Saya ingin bisa memberikan yang terbaik karena saya sudah diterima di UMS. Saya bisa diterima di UMS juga karena doa orang tua yang telah mengorbankan segalanya demi langkah anaknya dalam meniti pendidikan yang lebih baik. Apa yang mereka inginkan hanyalah kehidupan kita sebagai anaknya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, masuk ke UMS adalah bakti saya kepada orang tua yang telah membesarkan saya sampai sekarang ini. Jadi, janganlah kita mengatakan sesuatu yang tidak mungkin yang kita dapat dan pada akhirnya kita mendapatkannya, semangatlah untuk hidup, raihlah cita-citamu dan bermimpilah setinggi bintang dilangit. Oleh karena itu tetaplah berharap, karena seorang muslim tidak akan pernah berhenti mengharap. Dalam setiap amal ibadahnya, ia selalu mengharapkan kasih sayang dan rahmat Tuhannya. Dalam setiap gerak kehidupannya,ia selalu menancapkan tujuan dan cita-cita untuk kebaikan dan kehidupannya. Dan jika harapan pernah terputus, maka sambunglah kembali. Bukankah simpul sambungan akan menjadikan tali semakin kuat? Hidup adalah indah bila kita dapat menerima hidup sebagai kesempatan. Di mana pun kita, apapun yang dihadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari. Dan saat anda mengambil pilihan ini dunia di sekeliling pun akan menjadi lebih baik. Semua berawal dari Impian dan indah pada waktunya hiduplah dengan mempunyai impian dan harapan bukan hidup dalam mimpi”.Singkat cerita, selama saya kuliah di UMS saya mencoba untuk belajar lebih giat lagi. Sehari-hari saya banyak melakukan kegiatan di Perpustakaan. Di UMS, saya ditempa bagaikan air yang mengalir yang tiada henti-hentinya karena UMS memberikan banyak kesempatan kepada saya untuk menggali bakat dan potensi diri saya. Berbagai fasilitas disediakan antara lain ruang akademik terbuka begitu luas dan berbagai kegiatan seminar, diskusi, dan simposium nasional gratis sering dilaksanakan. Saya merasa mendapatkan banyak pelajaran, inspirasi, dan ilmu baru ketika mengikuti acara seminar maupun simposium nasional yang mendatangkan tokoh-tokoh nasional, praktisi dan ilmuwan dari luar ruang lingkup UMS. UMS-lah yang membentuk karakter dan jati diri saya yang selama ini saya tidak tau apa-apa dan banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama menjadi mahasiswa UMS. Bekal inilah yang membuat saya mampu untuk bisa menepaki setiap jalan- jalan kehidupan akademik.Semua itu dapat berangkat dari visi dan misi kita yang murni dan tulus untuk membangun harapan dan masa depan yang indah. Kesempatan ini adalah suatu yang luar biasa bagi saya karena saya hanya berasal dari keluarga yang tidak mampu dan pada akhirnya bisa kuliah dikampus yang cukup terkenal di Indonesia. Saya terharu dan bersyukur karena saya adalah orang tidak mampu dari segi ekonomi tetapi dengan kesempatan yang diberikan sang pencipta kepada saya mudah-mudahan saya bisa melaksanakanya lebih baik lagi dan dapat mengemban tugas bangsa nantinya setelah saya sudah menyelesaikan studi saya dan juga bisa melakukan sesuatu dan berbuat untuk bangsanya. Amin. Saya bisa karena saya bisa bermimpi dan bercita-cita. Impian yang menggerakkan saya untuk bertindak dan berbuat. Saya dapat mengubah cara hidup dan pikiran saya karena saya memiliki impian. Meskipun kita memiliki keterbatasan dan kekurangan tetapi akan ada sercerah harapan. Pelita yang akan menerangi setiap jalan-jalan saya karena ada harapan yang ingin saya raih. Impian adalah semangatku untuk berbuat sesuatu. Teman saya pernah mengatakan kepada saya, “Jangan pernah berhenti melangkah pada hari ini karena jika kamu berhenti melangkah pada hari ini kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok”.Saya juga tidak berhenti untuk bermimpi karena dengan bermimpi saya masih punya keyakinan dan harapan untuk menatap hari esok dengan kebahagiaan dan kemenangan. Saya ingin menatap seperti anak kecil yang menatap masa depannya dengan kejujuran dan ketulusan. Saya ingin menatap masa depan bangsa saya menjadi bangsa yang luar biasa karena generasi mudanya juga luar biasa untuk mengabdi. Ada banyak orang berprestasi tetapi sedikit sekali yang mau mengabdi dan menjadi sukarelawan bagi bangsa dan negaranya. Saya datang untuk berbakti pada bangsa dan negara. Pelita itu tidak akan pernah padam selama generasi muda bangsa memiliki harapan, impian, dan cita-cita untuk membangun negeri. Oleh karena itu keyakinan dan semangat pantang menyerah dapat mengatasi rintangan dan keterbatasan yang ada. Bagi saya impian dan harapan adalah awal dari kehidupan untuk menggapai cita-cita bagai bintang yang ingin diraih meskipun itu terasa sulit tetapi proses adalah suatu anugerah yang akan membentuk saya menjadi orang yang ingin terus berjuang. Kini, apa yang saya rasakan bahwa menggapai impian dan harapan bukanlah hal yang mustahil lagi. UMS-lah pelita jalan saya yang menuntun saya ke jalan yang harus saya lalui meskipun jalan itu terjal, sempit, dan berduri namun dengan segenap keterbatasan saya, saya yakin bahwa saya bisa melaluinya.