Pengguna:Zahrotul Mujahidah
Pranala 1: Kisah metamorfosis kupu-kupu, di mana anak-anak kelas IV melakukan penelitian tentang daur hidup kupu-kupu. Cerita anak dengan POV seekor ulat yang berubah menjadi kepompong dan menjadi kupu-kupu cantik. Dengan cerita anak ini, para siswa, terutama kelas IV bisa belajar dengan mudah.
Metamorfosis Kupu-kupu
Kurasakan tangan kecil menyentuh dan mengangkatku dari daun jati. Aku menggeliat karena merasa geli. Baru saja mau makan, tapi aku sudah dipindah ke sebuah tempat. Di tempat itu, aku juga melihat kakak dan beberapa temanku.
Tempat itu banyak sekali daun jatinya. Daun-daun itu masih segar. Mungkin sengaja dipetik untuk tempatku bermain. Tentu saja aku jadi senang. Aku bisa melanjutkan makan. Aku masih lapar. Karenanya aku segera makan sepuasnya.
Ah iya, dulunya aku berasal dari telur kupu-kupu. Terus menetas jadi larva atau ulat. Aku sendiri lebih senang disapa Larva.
Di tempat baru itu, meski aku tak bisa terjun dari ketinggian pohon jati dengan air liurku, aku tetap menikmatinya. Setidaknya aku masih merasakan angin segar menerpaku.
"Seperti kata Bu guru, kita akan mengamati daur hidup kupu-kupu. Semoga sukses ya, teman-teman," suara anak perempuan terdengar jelas di telingaku.
"Iya, makanya kita rawat ulat jati ini dengan baik," usul seorang anak lelaki.
Ah…mereka sangat pintar, mengamati perputaran atau daur hidup kupu-kupu sepertiku, kakak dan teman-teman. Semoga saja kami bisa membantu mereka.
Cerita selengkapnya di Pranala 1: