Lompat ke isi

Peninggalan Kerajaan Singosari di Jawa Timur/Candi Singosari

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Candi Singosari

Candi Singosari terletak di Singosari, Kabupaten Malang. Diperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 1300 Masehi.[1] Pembangunan candi ini didasari oleh putusan Battara Sapta Prabu (Dewan Pertimbangan Agung) atas perintah permaisuri Tribhuwana Wijayatunggadewi kepada Patih Gajah Mada. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi Raja Kertanegara dan kepala agama Siwa-Buddha dari Kerajaan Singosari yang terbunuh dalam pemberontakan Jayakatwang pada tahun 1292 Masehi.[2]

Nicolaus Engelhardt, Gubernur Pantai Timur Laut Jawa, merupakan orang yang pertama kali melaporkan keberadaan Candi Singosari. Ia menemukan adanya reruntuhan candi pada tahun 1803. Atas perintahnya, sebagian arca-arca di candi tersebut dibawa ke Belanda untuk dihadiahkan kepada raja dan dipamerkan di museum Belanda, sementara sebagiannya lagi disimpan oleh Engelhardt di tempat tinggalnya sebagai koleksi pribadi. Thomas Stamford Raffles yang pada waktu itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengunjungi Candi Singosari pada tahun 1815, sebagaimana ia sebutkan dalam The History of Java (1817).[3]

Pahatan kepala kala

Candi Singosari memiliki bentuk seperti limas dan terbuat dari batu andesit, dengan bagian atas lebih kecil dibandingkan bagian bawah. Bagian Batur memiliki panjang 13,85 m dan tinggi 1,90 m serta berfungsi sebagai fondasi yang mendukung berdirinya candi. Kaki candi yang terletak di atas batur memiliki panjang sisi 8,8 m dan tinggi 4,86 m. Di dalamnya terdapat sejumlah bilik dan ruangan. Ambang pintu dan relung candi dihiasi oleh pahatan kala di atasnya. Relief di dalam Candi Singosari banyak yang berupa bunga dan binatang. Di sisi lain, adanya sebagian relief dan pahatan yang terlihat sederhana menimbulkan spekulasi bahwa pembangunan candi tidak terselesaikan.[2]

Referensi

[sunting]
  1. Perpustakaan Nasional RI. Candi Singasari.
  2. 2,0 2,1 Candi Singosari - Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Jordaan, Roy (2016). "Nicolaus Engelhard and Thomas Stamford Raffles: Brethren in Javanese Antiquities". Indonesia (101): 39–66. doi:10.5728/indonesia.101.0039. ISSN 0019-7289. https://www.jstor.org/stable/10.5728/indonesia.101.0039.