Lompat ke isi

Peninggalan Kerajaan Singosari di Jawa Timur/Candi Sumberawan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Tampilan depan Candi Sumberawan

Candi Sumberawan terletak di Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Bangunan candi ini peninggalan dari orang Budha dari kerajaan Singosari. Pertama kali ditemukannya bangunan sejarah itu sendiri terjadi pada tahun 1904, dan ditemukan oleh orang Belanda. Berdasarkan informasi yang beredar Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1904 oleh masyarakat, kemudian tahun 1935 Dinas Purbakala Hindia Belanda melakukan pengkajian atas bangunan tersebut dan pada tahun 1937 dipimpin oleh Ir. Van Romondt berhasil dilakukan pemugaran.

Sumber Mata Air Candi Sumberawan

Posisi Candi Sumberawan berada di area hutan pinus yang memiliki suasana asri serta menjadi tempat berkemah warga Malang dan sekitarnya. Terdapat sumber mata air berupa telaga yang cukup besar dengan air yang cukup jernih. Keberadaannya menjadi dasar penamaan “Sumberawan”. Airnya begitu melimpah dan sangat jernih.Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, sumber mata air ini bersifat keramat. Bahkan kabarnya, sering digunakan dalam berbagai upacara keagamaan maupun ritual. Menurut legenda lokal, airnya pernah menjadi rebutan di antara para dewa karena khasiat serta kesuciannya. Sehingga tak sedikit yang datang untuk membuktikan kebenarannya. Sementara itu saat ini, Candi Sumberawan masih tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan. Khususnya saat momen perayaan Waisak.

Candi Sumberawan berbentuk stupa, sehingga banyak pula yang menyebut candi ini dengan nama Stupa Sumberawan, bentuk stupa ini menjadi hal yang istimewa, karena candi berbentuk stupa jarang dijumpai di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Tidak diketahui dengan pasti kapan Candi Sumberawan didirikan. Menurut para ahli diduga bangunan ini didirikan sekitar abad XIV M, bahkan ada yang menduga bahwa daerah ini dulunya bernama Kasurangganan artinya taman bidadari atau taman surga nimfa (Soekmono 1995) yaitu daerah yang pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 M, ketika pergi ke Singhasari, hal ini diberitakan dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang disebut pada pupuh 35 bait ke 4.

Referensi

[sunting]
  • https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpkw11/candi-sumberawan-2/
  • https://www.harapanrakyat.com/2025/05/sejarah-candi-sumberawan-stupa-raksasa-di-kaki-gunung-arjuna/