Perspektif Pendidikan di Pulau Lombok/Pengaruh Teknologi Terhadap Pendidikan
Pengantar
[sunting]Pembelajaran di abad 21 ini memiliki perbedaan dengan pembelajaran di masa yang lalu. Dahulu, pembelajaran dilakukan tanpa memperhatikan standar, sedangkan kini memerlukan standar sebagai acuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Melalui standar yang telah ditetapkan, guru mempunyai pedoman Melalui standar yang telah ditetapkan, guru mempunyai pedoman yang pasti tentang apa yang diajarkan dan yang hendak dicapai. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad ke 21 teknologi telak masuk ke dalam berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Guru dan siswa, dosen dan mahasiswa, pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini (Yana, 2013).
Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan telah banyak menghasilkan inovasi-inovasi baru guna menunjang proses pembelajaran. Salah satunya adalah semakin banyaknya variasi media pembelajaran berkat perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurut Azhar Arsyad (2002:3) Media pembelajaran adalah Istilah media berasal dari bahasa Latin yaitu medius yang berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Abad 21 ditandai dengan berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat serta perkembangan otomasi dimana banyak pekerjaan yang sifatnya pekerjaan rutin dan berulang-ulang mulai digantikan oleh mesin, baik mesin produksi maupun komputer. Sebagaimana sudah diketahui dalam abad ke 21 ini sudah berubah total baik masyarakat maupun dunia pendidikannya.
Pendidikan Abad 21
[sunting]Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Pasal 3 menyebutkan bahwa “tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab”. Hal ini berarti bahwa pendidikan nasional di Indonesia diarahkan pada membentuk insan yang memiliki kecakapan yang diperlukan dalam mempertahankan budaya dan jati diri bangsa di tengah-tengah gencarnya gempuran beragam budaya dan peradaban bangsa lain di era globalisasi (BNSP, 2010).
Pembahasan
[sunting]Pengaruh teknologi terhadap pendidikan abad 21 sangat dapat dirasakan pegaruhnya. Mulai dari tersedianya bermacam-macam variasi media pembelajaran hingga pembelajaran model baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2 keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Pada abad 21 perkembangan teknologi berjalan begitu cepat.
Kemajuan medi infornmasi dan teknologi sudah dirasakan oleh hamper seluruh apisan masyarakat, baik dari segi positif maupun negatif dari penggunaanya. Hal ini dikarenakan pengaksesan media informasi dan teknologi ini tergolong sangat mudah atau terjangkau untuk berbagai kalangan, baik untuk para anak muda maupun orang tua dan kalangan kaya maupun kalangan menengah kebawah. Bahkan pada umumnya, saat ini anak-anak usia 5-12 tahun menjadi pengguna teknologi terbanyak. Oleh karena itu, tidak heran jika dampak positif dari perkembangan media informasi dan teknologi untuk anak usia 5 hingga 12 tahun dikatakan sebagai generasi multitasking.
Adapun dampak positif dari perkembangan teknologi antara lain; 1) dapat menyelesaikan pekerjaan dengan semakin mudah dan cepat 2) dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan fasilitas e-mail, chat, sampai komunikasi secara langsung (pembicaraan) sekalipun melalui internet atau yang sering disebut videocall. 3) munculnya bermacam macam komunitas dari internet guna menjalin relasi baru. 4) memudahkan dalam mencari informasi yang butuhkan. 5) memungkinkan berbelanja melalui media internet/online. 6) akses internet dapat kita lakukan dengan dan murah. 7) Mendapat hiburan, sebagai contoh games online, dan lain-lain
Selain dampak positif, pasti ada dampak negatifnya, antara lain; 1) munculnya penipuan melalui telfon, sms, dan internet 2) Mudahnya mengakses video porno. 3) munculnya penjiplakkan (plagiatisme). 4) pembobolan rekening atau kartu kredit (hacker) atau cybercrime 5) meningkatnya sikap konsumerisme. 6) Perjudian online 7) miss-informasi. 8) lupa menjalankan kewajiban belajar, beribadah, dan lain-lain
Kesimpulan
[sunting]Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi memiliki pengaruh yang sangat kuat, termasuk juga dalam bidang Pendidikan. Terdapat banyak manfaat yang dapat diambil guna membantu guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dan komunikasi sebagai kontrol siswa dirumah maupun kontrol orang tua disekolah. Namun dampak negatif dari teknologi tidak kalah banyak, hanya bagaimana kita dapat mengontrol dan mengawasi anak agar tidak terjerumus dalam dampak negatif perkembangan teknologi.
Saran
[sunting]Sebagai orang tua kita tidak boleh lengah dalam mengawasi anak kita saat menggunakan teknologi. Anak dapat diajarkan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan orang tua juga dapat menjadi contoh dari tanggung jawab penggunaan teknologi. Pergunakan teknologi dengan bijaksana dengan mengambil sisi positif dan menjauhi sisi negative.
Referensi
[sunting]Galang. 2019 Pengaruh teknologi terhadap pendidikan di abad 21, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.
Yana. 2013. Pendidikan Abad 21. [Online]. Tersedia: http://yana.staf.upi.edu/2015/10/11/ pendidikan-abad-21/ di akses pada tanggal 6 September 2025 Pukul 15.10 WITA
BSNP. (2010). Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI. [Online]. Tersedia: http://www.bsnpindonesia.org/id/wpcontent/uploads /2012/04/Laporan-BSNP-2010.pdf diakses pada tanggal 6 September 2025 Pukul 15.17 WITA
Arsyad, Azhar. 2002. Media Pengajaran. Jakarta : RajaGrafindo Persada