Pesona Kearifan Lokal Nusantara: Menjelajahi Kekayaan Budaya Indonesia/Serabi Kalibeluk: Sensasi Rasa di Setiap Gigitan
Serabi Kalibeluk: Sensasi Rasa di Setiap Gigitan
[sunting]
Kue serabi adalah makanan tradisional khas bagi warga Jawa Tengah. Ada beberapa jenis serabi di Jawa Tengah, salah satunya adalah Serabi Kalibeluk yang merupakan makanan legendaris berasal dari Desa Kalibeluk kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Serabi Kalibeluk memiliki cita rasa khas kelapa dan beras, dengan ukuran besar yang dapat dinikmati tanpa kuah terasa gurih dan legit di lidah.
Asal-usul Serabi Kalibeluk
[sunting]Dahulu di Desa Kalisalak ada seorang gadis cantik bernama Dewi Rantansari yang hendak dipersunting Sultan Mataram. Maka diutuslah orang kepercayaan Sultan bernama Bahureksa untuk menemui Dewi Rantansari untuk melamarnya. Namun setelah bertemu Dewi Rantansari, ternyata Bahureksa berubah pikiran dan jatuh cinta pada Dewi Rantansari berniat mempersuntingnya.
Bahureksa mengelabuhi Sultan dengan membuat rekayasa menyuruh gadis lain yang kecantikannya setara dengan Dewi Rantansari. Dipilihlah Endang Wiranti, anak penjual serabi dari desa Kalibeluk. Gadis cantik itu disuruh menemui Sultan Mataram dengan menyamar sebagai Dewi Rantansari. Sultan Mataram menerima Endang Wiranti dengan senang hati, tetapi Endang Wiranti tidak kuasa membohongi hati nuraninya sampai akhirnya pingsan. Setelah siuman Endang Wiranti mengakui jati diri yang sebenarnya. Lantaran kejujurannya, maka Sultan Mataram menyuruh Endang Wiranti pulang ke desanya dan menghadiahi sejumlah uang agar bisa meneruskan usaha orang tuanya berjualan serabi di desa Kalibeluk.[1]
Proses Pembuatan
[sunting]
Pembuatan serabi kalibeluk yaitu beras ditumbuk hingga menjadi tepung yang halus. Kemudian dicampur parutan kelapa dan air untuk membuat adonan yang kental. Peralatan yang digunakan untuk memasak masih menggunakan alat manual berupa tungku kayu. Serabi dicetak menggunakan cobek dari tanah liat dan kemudian dimasak hingga matang. Proses memasak yang masih tradisional inilah yang menjaga cita rasa keaslian Serabi Kalibeluk.[2]
Ada dua varian rasa Serabi Kalibeluk yaitu rasa manis yang berbahan gula aren, dan rasa gurih dengan cita rasa kelapa yang khas. Tekstur Serabi empuk, bagian bawah krispi dan berukuran besar. Serabi Kalibeluk cocok disajikan dengan kopi dan dinikmati ketika musim penghujan.
Pesan Moral Serabi Kalibeluk
[sunting]Kisah legenda Serabi Kalibeluk sudah tertanam dan terpatri kuat di dalam ingatan masyarakat di Kabupaten Batang. Tokoh Endang Wiranti diyakini benar-benar ada dan merupakan representasi pedagang serabi di Desa Kalibeluk. Pesan moral yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah bahwa kejujuran pada akhirnya akan memiliki timbal balik terhadap diri kita.[3]
Kesimpulan
[sunting]Serabi kalibeluk merupakan makanan tradisional khas Kabupaten Batang dengan asal usul menarik dari zaman Mataram dan cita rasa khasnya yang turun temurun membuat Masyarakat merindukan makanan ini jika megunjungi daerah Batang.
Referensi
[sunting]- ↑ https://berita.batangkab.go.id/?p=1&id=11167 pada hari Rabu, 12 Februari 2025 Pukul 14.00
- ↑ https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/artikel/manis-dan-gurihnya-serabi-kalibeluk-khas-warungasem-batang-yang-mulai-langka pada hari Kamis, 13 Februari 2025 Pukul 14.15
- ↑ https://www.kompasiana.com/namiraa_zahra09/603e1187ea4d962f462772d2/kupas-sejarah-serabi-kalibeluk-kudapan-khas-batang?page=2&page_images=1 pada hari Kamis, 13 Februari 2025 pukul 14.45