Lompat ke isi

Pesona Nusantara: Menelusuri Keunikan 10 Daerah di Indonesia/Pesona Baubau: Kota dengan Benteng Terluas di Dunia

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Pesona Baubau: Kota dengan Benteng Terluas di Dunia

[sunting]
Meriam di Baluarana (benteng pertahanan) Jaraijo, Benteng Keraton Kesultanan Buton

Bau-bau merupakan salah satu kota yang berada di Sulawesi Tenggara, tepatnya berada di Pulau Buton. Pulau Buton merupakan pulau terbesar di provinsi Sulawesi Tenggara[1]. Jarak Kota Baubau ke ibukota provinsi adalah 168 km[2]. Perjalanan menuju Kota Baubau dapat ditempuh dengan jalur laut maupun udara. Kota Baubau dikenal dengan destinasi wisata sejarahnya, yakni Benteng Keraton Buton, yang merupakan peninggalan dari Kesultanan Buton. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 tempat untuk meriam yang disebut Baluara. Pada September 2006, Benteng ini mendapatkan penghargaan MURI sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare[3]. Benteng ini memiliki bentuk lingkaran dengan panjang keliling 2.740 meter dan terletak di puncak bukit yang tinggi dengan lereng terjal, menjadikannya sebagai tempat pertahanan yang sangat efektif pada masanya.

Ikon kota Baubau

[sunting]
Patung kepala naga di kota Baubau

Ikon dari Kota Baubau yang cukup terkenal adalah patung kepala naga yang terletak di Pantai Kamali, telah dibangun sejak tahun 2007. Patung kepala naga berwarna hijau setinggi 5 meter tersebut, terletak tak jauh dari Pelabuhan Murhum Baubau, yang menjadi tempat singgah kapal PELNI[4]. Sehingga, tak jarang, penumpang kapal yang sedang sandar menyempatkan diri untuk berkunjung berswafoto di salah satu ikon kota Baubau tersebut.  Selain itu, juga ikon menarik lainnya adalah patung ekor naga yang berada di depan Kantor Walikota Baubau. Patung ekor naga berukuran setinggi 7 meter tersebut dibangun pada tahun 2010. Kawasan patung ekor naga, merupakan spot favorite masyarakat untuk berolahraga. Jarak antara patung kepala naga ke patung ekor naga ialah sejauh 5 kilometer.

Tradisi yang tak lekang oleh waktu

[sunting]

Baubau merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan warisan tradisi yang masih terjaga hingga kini. Dua diantaranya ialah Posuo dan Pedole-dole.

  • a.) Posuo
Gadis Buton dalam tradisi Posuo

Tradisi ini dilakukan saat seorang gadis remaja memasuki fase menjadi gadis dewasa. Proses ini berlangsung selama 8 hari 8 malam di sebuah ruangan khusus (suo). Selama menjalani Posuo, gadis tersebut akan dipisahkan dari pengaruh luar dan hanya dapat berkomunikasi dengan Bhisa. Bhisa adalah orang yang dipilih langsung oleh pemangku adat untuk memberikan nasihat dan ajaran khusus selama pelaksanaan Posuo[5].


  • b.) Pedole-dole
Prosesi tradisi Pedole-dole

Tradisi ini adalah bentuk imunisasi tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Buton. Pedole-dole diyakini sebagai tradisi untuk melindungi tubuh dari penurunan daya tahan yang dapat menyebabkan penyakit. Proses Pedole-dole dilakukan dengan menggulingkan seorang anak yang berusia antara 6 bulan hingga 2 tahun, tanpa pakaian kecuali celana, di atas nyiru atau tikar yang terbuat dari daun, dengan alas daun pisang yang sebelumnya telah diolesi minyak kelapa dan kunyit. Selain itu, orangtua harus menyiapkan makanan bergizi untuk menyuapi anak setelah prosesi. Tradisi ini hanya diperbolehkan dilakukan oleh wanita, sementara anak yang menjalani Pedole-dole bisa laki-laki atau perempuan.[6].

Referensi

[sunting]
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Baubau
  2. https://sultra.bps.go.id/id/statistics-table/1/NDQ1MiMx/tinggi-wilayah-dan-jarak-ke-ibukota-provinsi-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-sulawesi-tenggara--2022.html
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Benteng_Keraton_Buton
  4. https://sultra.tribunnews.com/2024/07/20/kata-budayawan-soal-patung-naga-terpanjang-di-kota-baubau-sultra-masih-jadi-daya-tarik-wisatawan?page=all#goog_rewarded
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Posuo
  6. https://kendariinfo.com/tradisi-dole-dole-imunisasi-tradisional-masyarakat-buton-yang-unik-untuk-anak/https://kendariinfo.com/tradisi-dole-dole-imunisasi-tradisional-masyarakat-buton-yang-unik-untuk-anak/