Lompat ke isi

Pesona Nusantara: Menelusuri Keunikan 10 Daerah di Indonesia/Way Kambas, Asa Lestari yang Tak Pernah Kandas

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Kondisi Geografis dan Topografi

[sunting]

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) adalah taman nasional pelestarian gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang berada di pulau Sumatera, tepatnya di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Provinsi Lampung, Indonesia. Secara Geografis, TNWK secara terletak antara 40°37’ – 50°16’ Lintang Selatan dan antara 105°33’ – 105°54’ Bujur Timur. Berada di bagian tenggara Pulau Sumatera di wilayah Provinsi Lampung. [1]

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) Taman Nasional Way Kambas
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) Taman Nasional Way Kambas, satwa yang saat ini masuh dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah, IUCN mengubah status gajah sumatera dari “terancam punah” menjadi “sangat terancam punah”

Taman Nasional Way Kambas terletak pada ketinggian antara 0–50 mdpl dengan topografi yang datar sampai dengan landai. Ekosistem utama di Taman Nasional Way Kambas dibedakan menjadi lima tipe yaitu ekosistem hutan hujan dataran rendah, ekosistem rawa, ekosistem hutan bakau, ekosistem pantai, dan ekosistem riparian. Berdiri pada tahun 1985, pada mulanya kawasan ini dikhususkan untuk pelatihan gajah, dan merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia dengan nama Pusat Latihan Gajah (PLG). Dalam perjalannya, ia berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG). Melalui perubahan tersebut, diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi.

Keanekaragaman Hayati

[sunting]

Jumlah gajah yang dilatih di Way Kambas mencapai 300 gajah. Gajah-gajah tersebut nantinya akan disebarkan ke sejumlah kebun binatang yang ada di Indonesia.[2]

Selain gajah, di TNWK juga dilakukan upaya pelestarian populasi Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Tapir (Tapirus indicus), primata seperti Lutung (Trachypithecus auratus),Owa (Hylobates moloch), Siamang (Symphalangus syndactylus), juga terdapat Rusa Sambar (Cervus unicolor), Kijang (Muntiacus muntjak), Harimau Sumatera (Panthera tigris), Beruang madu (Helarctos malayanus). Di bagian pesisir sering ditemukan berbagai jenis burung antara lain Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus), Sempidan Biru (Lophura ignita rufa), Kuau Raja (Argusianus argus), Burung Pependang Timur (Anhinga melanogaster), dan beberapa burung lainnya.

Gajah sedang Mandi
Gajah sedang mandi di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Indonesia

Status taman nasional yang memiliki luas kawasan 125.621 ha ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 670/Kpts-II/1999 yang diterbitkan pada tanggal 26 Agustus 1999.

Saat ini TNWK ditetapkan sebagai kawasan Taman Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Park), dan menjadikannya sebagai sebagai Taman Warisan ASEAN ke-4 di Indonesia atau ke-36 di Asia Tenggara.

Ragam Wisata

[sunting]

Selain sebagai kawasan taman nasional, TNWK juga difungsikan sebagai tempat wisata. Saat berkunjung ke Way Kambas, kita dapat melihat dari dekat tentang proses penangkaran satwa, menikmati atraksi menarik yang disuguhkan oleh gajah-gajah, diantaranya atraksi mengusung kayu, membajak sawah, serta sirkus. Atraksi lain yang bisa kita nikmati diantaranya adalah pertandingan bola antar gajah.

Gajah Bermain Bola
Gajah Bermain Bola

Sebagai salah satu kawasan wisata, TNWK terus berbenah. TNWK kini mengusung konsep yang mengedepankan sustainability, animal welfare, dan community empowerment, serta lebih interaktif dengan beragam pilihan aktivitas wisata alam. Sebagai ikutannya, wisata alam di Taman Nasional Way Kambas mengintegrasikan wisata desa yang dikelola oleh masyarakat yaitu kuliner dan budaya dengan wisata alam yang ada di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Kegiatan wisata meliputi trekking, bird watching, susur sungai, memberi makan dan memandikan gajah, serta menikmati keunikan dan keindahan alam di dalam kawasan.[3]

Referensi:

[sunting]
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Way_Kambas diakses pada 07 Februari 2025
  2. http://brajaharjosari-lampungtimur.desa.id/read/taman-nasional-way-kambas-terkenal-dengan-tempat-konservasi-gajah diakses pada 07 Februari 2025
  3. https://jasling.menlhk.go.id/berita-dan-artikel/artikel/wajah-baru-wisata-alam-taman-nasional-way-kambas diakses pada 07 Februari 2025