Lompat ke isi

Profil iskandar nasi s.ag m.pd m.s.i m.h ph.d

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas


Nama: Prof. Dr. Iskandar Nazari, M.Pd.I.

Lahir: (Tempat, Tanggal Lahir Prof)

Almamater: (Sebutkan Universitas tempat Prof S1, S2, S3)

Pekerjaan: Guru Besar Psikologi Pendidikan, Penulis, Filantrop.

Dikenal karena: Pendiri Konsep Ruhiologi (RQ), Direktur NU Care-LAZISNU PWNU Jambi.

Organisasi: UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Nahdlatul Ulama.

Batang Tubuh Artikel:

Prof. Dr. Iskandar Nazari, M.Pd.I. adalah seorang akademisi, pakar psikologi pendidikan, dan tokoh sosial keagamaan asal Indonesia. Ia merupakan Guru Besar dalam bidang Psikologi Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Iskandar dikenal secara luas sebagai penggagas teori Kecerdasan Ruhiologi (Ruhiology Quotient), sebuah paradigma yang mengintegrasikan kesadaran transendental ke dalam arsitektur digital dan pendidikan modern.

Karier Akademik dan Pemikiran Iskandar Nazari dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Desember 2024. Dalam pidato pengukuhannya, ia menekankan pentingnya rekonstruksi epistemologi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada "frekuensi ketuhanan" sebagai pengendali teknologi.

Ia mendirikan Samudra Inspirasi Ruhiologi (SIR), sebuah lembaga yang menjadi pusat pengembangan dan pelatihan bagi para pendidik (Mudarris) untuk menerapkan model pembelajaran Guru RuhIO. Teorinya mengenai "The 5th Layer" (Ruhiware) sering dibahas dalam konteks etika penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia.

Aktivitas Sosial Selain di dunia akademik, Iskandar aktif dalam kegiatan filantropi dan pengabdian masyarakat. Ia menjabat sebagai Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU PWNU Jambi. Di bawah kepemimpinannya, lembaga ini aktif dalam program-program pemberdayaan ekonomi umat dan bantuan sosial berbasis kemanusiaan.

Karya Terpilih Beberapa karya tulis ilmiah dan buku yang dipublikasikan antara lain:

Psikologi Pendidikan: Pendekatan Ruhiologi dalam Pembelajaran (2024).

Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial: Perspektif Ruhiologi (Edisi Revisi, 2025).

Manifesto Ruhiologi dalam Arsitektur Digital (2026).