Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Rancangan Pembelajaran: Bahasan Tradisi Sunda (ᮘᮠᮞᮔ᮪ ᮒᮢᮓᮤᮞᮤ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ)
Deskripsi
Paragraf pendek yang memuat gambaran umum tentang tujuan dan konteks pembelajaran. Dapat mencakup pendekatan yang digunakan, karakteristik peserta didik, serta hasil akhir yang diharapkan dari pembelajaran.
Gambaran umum materi Bahasan Tradisi Sunda memuat tentang siklus daur hidup manusia dari mulai masa kandungan hingga kematian yang erat kaitannya dengan kebiasaan-kebiasaan orang Sunda terdahulu. Tujuannya peserta didik diharapkan bisa mengenal kebiasaan-kebiasaan tersebut karena di zaman sekarang praktiknya sudah jarang bisa ditemui. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu Contextual Teaching and Learning (CTL) agar memudahkan peserta didik mengaitkan konsep materi Bahasan Tradisi Sunda dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pembelajaran guru bisa mengganti atau meyesuaikan teks bahasan tradisi dengan tradisi yang dekat dengan daerah asal peserta didik. Materi ini dirancang dengan tetap memperhatikan empat keterampilan berbahasa yang meliputi membaca (maca), mendengarkan (ngaregepkeun), berbicara (nyarita), dan menulis (nulis). Rancangan pembelajaran ini bisa digunakan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang homogen, heterogen, bahkan peserta didik yang berkebutuhan khusus. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan belajar mengajar dari materi Bahasan Tradisi Sunda yaitu peserta didik dapat memahami isi teks bahasan tradisi yang telah dibaca dan/atau didengarkan.
Mata pelajaran/mata kuliah/program studi
Sesuaikan dengan jenjang pendidikan dan materi.
Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Sunda (ᮘᮠᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ) untuk kelas 12 SMA/SMK/MA.
Total waktu yang diperlukan
Tuliskan dalam satuan menit atau jumlah pertemuan. 2 Jam Pelajaran x 45 Menit
Mode penyampaian
Luring
Tujuan/capaian pembelajaran
Setelah menyelesaikan pelajaran ini, siswa/siswi/peserta dapat:
Mengetahui istilah-istilah tradisi cara menanam padi di Kampung Adat Cipta Gelar Sukabumi.
Istilah dan konsep
Setelah menyelesaikan pelajaran ini, siswa/siswi/peserta akan menguasai istilah berikut ini:
Ngaseuk = proses menanam padi
Mipit = menuai/memetik padi
Nganyaran = panen padi
Seren taun = tradisi rasa syukur terhadap padi yang telah dipanen
Prasyarat pembelajaran
Materi/keterampilan yang sebaiknya sudah dikuasai sebelumnya:
Peserta didik sudah bisa membedakan mana yang termasuk kalimat fakta dan kalimat opini dalam bahasa Sunda. Oleh karena itu, guru bisa melakukan tes diagnostik dengan tes berikut: via Quiziz dan/atau Lembar Kerja Peserta Didik yang bisa dibuatkan tesnya secara tertulis atau lisan.
Media dan Alat Pembelajaran
Pelajaran ini membutuhkan media atau peralatan sebagai berikut:
Laptop dan Proyektor
Koneksi internet
Gawai
Lembar Kerja Peserta Didik
Alat Tulis Kantor (Spidol/Papan Tulis/Agenda Harian/Sticky Note)
Materi pembelajaran/uraian materi
Silakan tambahkan sendiri kolom materi apabila diperlukan.
No
Materi
Durasi
Deskripsi dan gambaran materi
1
Tes Diagnostik
10 menit
Tes diagnostik bertujuan untuk membantu guru untuk membantu kesulitan siswa dalam memahami konsep. Materi yang berkaitan dengan Bahasan Tradisi Sunda yaitu Kalimat Fakta dan Kalimat Opini. Apabila siswa belum bisa membedakan fakta dan opini, dikhawatirkan peserta didik belum bisa membedakan antara fakta sejarah di suatu daerah dan tradisi di suatu daerah. Tes diagnostik ini bisa dilakukan secara lisan atau tulisan, serta bisa dilaksanakan secara digital menggunakan aplikasi Quiziz atau cara konvensional menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik.
Guru akan memberikan contoh-contoh kebiasaan atau tradisi yang sering dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat agar memudahkan siswa mencari gambaran tentang pengertian tradisi. Setelah itu, guru mengajak siswa untuk membaca teks bahasan tradisi yang ada di kampung adat Ciptagelar Kabupaten Sukabumi.
Evaluasi Pembelajaran Materi Bahasan Tradisi Sunda
10 Menit
Siswa memberikan umpan balik terhadap pembelajaran dengan sticky note yang telah disiapkan oleh guru. Guru dan siswa melakukan refleksi dan menyampaikan capaian pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Sumber & Bahan belajar utama
Buku Panggelar Basa Sunda Pikeun Kelas 12 Penulis Yayat Sudaryat dan Rani Rabiussiani Tahun 2023 Penerbit PT Erlangga.
Instruksi bertahap, langkah demi langkah, dalam menyelesaikan pembelajaran. Pendahuluan memiliki bobot 10-15% dari waktu total, inti pembelajaran memiliki bobot 70-80% dari waktu total, usai pembelajaran memiliki bobot 10-15% dari waktu total.
Pendahuluan
Orientasi (Do'a. presensi cek kehadiran siswa, dan pengkondisian siswa)
Mengaitkan apa yang telah dipelajari dalam pertemuan sebelumnya yaitu mengenai kalimat fakta dan kalimat opini serta melakukan tes diagnostik kepada siswa.
Memberikan motivasi kepada siswa bahwan dengan mempelajari Bahasan Tradisi Sunda mereka akan menemukan nilai-nilai kehidupan yang masih relavan dengan zaman sekarang (modern).
Guru menyampaikan komitmen kelas, tujuan pembelajaran, dan menyampaikan penilaian hasil pembelajaran.
Inti pembelajaran
Guru menyampaikan materi inti Bahasan Tradisi Sunda dengan menggunakan pendekatan Contextual Learning mengenai tradisi-tradisi yang ada di sekitar masyarakat. Media yang digunakan yaitu salindia.
Kegiatan kesatu siswa diharuskan mencari 10 kata yang ada di dalam teks dan mencari terjemahannya dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan pengisian jawaban guru memperbolehkan siswa membuka situs Wikikamus Bahasa Sunda.
Kegiatan kedua siswa diharuskan mencari makna dari berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tata cara menanam padi sesuai dengan yang tradisi di Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi, untuk memudahkan pengisian jawaban guru memperbolehkan siswa membuka situs Wikipedia Bahasa Sunda.
Guru dan siswa bersama-sama mendiskusikan hasil temuan dari kegiatan kesatu dan kegiatan kedua yang telah dikerjakan.
Usai pembelajaran
Siswa dan guru menyimpulkan kegiatan belajar mengajar pada hari ini.
Refleksi pencapaian siswa untuk mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan
Guru melakukan umpan balik dengan memberikan lembar refleksi (sticky note).
Guru memberikan informasi terkait materi pembelajaran di minggu berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar mengajar dengan memberikan pesan dan motivasi kepada peserta didik, setelahnya ditutup dengan do’a dan salam penutup.
Penilaian
Evaluasi pemahaman siswa terhadap konsep dan kemampuan yang dipelajari di pelajaran ini.