Lompat ke isi

RPP Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan: Permainan Bola Kecil Kasti

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Rancangan Pembelajaran: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan: Permainan Bola Kecil Kasti
Deskripsi

Pembelajaran permainan bola kecil kasti pada siswa kelas 5 SD dirancang untuk mengembangkan keterampilan motorik dasar, seperti melempar, menangkap, dan memukul bola, melalui pendekatan saintifik yang aktif dan menyenangkan. Dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang berada pada tahap perkembangan konkret dan gemar bergerak, kegiatan dirancang dalam bentuk permainan sederhana yang menumbuhkan semangat kerja sama, sportifitas, serta tanggung jawab. Melalui pembelajaran ini, diharapkan siswa tidak hanya menguasai teknik dasar permainan kasti, tetapi juga membentuk sikap positif terhadap aktivitas jasmani dan gaya hidup sehat sejak dini.

Mata pelajaran/mata kuliah/program studi

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas 5.

Total waktu yang diperlukan

4 x 35 Menit (1 Pertemuan).


Mode penyampaian

LURING

Tujuan/capaian pembelajaran

Setelah menyelesaikan pelajaran ini, siswa/siswi/peserta dapat:

  • Menjelaskan pengertian dan peraturan dasar permainan kasti.
  • Mempraktikkan teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola dalam permainan kasti.
  • Menunjukkan sikap sportif, kerja sama, dan tanggung jawab selama bermain.
Istilah dan konsep

Setelah menyelesaikan pelajaran ini, siswa/siswi/peserta akan menguasai istilah berikut ini:

  • Melempar
  • Menangkap
  • Memukul
  • Melempar melambung
  • Melempar menyusur tanah
  • Melempar mendatar
  • Memukul melambung
  • Memukul mendatar
  • Memukul memantul tanah
Prasyarat pembelajaran

Materi/keterampilan yang sebaiknya sudah dikuasai sebelumnya:

  • Gerak dasar melempar dan menangkap bola kecil
  • Koordinasi gerak mata dan tangan
  • Pemahaman dasar tentang bermain secara berkelompok
Media dan Alat Pembelajaran

Pelajaran ini membutuhkan media atau peralatan sebagai berikut:

  1. Tongkat pemukul kasti
  2. Bola kasti / bola tenis
  3. Cone
  4. Lapangan / ruang terbuka
Materi pembelajaran/uraian materi
No Materi Durasi Deskripsi dan gambaran materi
1 Kegiatan Pendahuluan 20 menit Salam dan Presensi
  • Guru menyapa siswa dengan ramah.
  • Memastikan kehadiran dan kesiapan siswa untuk mengikuti pelajaran.

Pemanasan Ringan

  • Siswa diajak melakukan peregangan dan gerakan pemanasan: Peregangan statis, Pegerangan dinamis, lari kecil di tempat, gerak kepala, tangan, dan kaki untuk menghindari cedera.

Motivasi dan Apersepsi

  • Guru bertanya kepada siswa!
  • “Siapa yang pernah bermain kasti?”
  • “Apa yang kalian ketahui tentang permainan ini?”

Menyampaikan Tujuan Pembelajaran

  • Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai hari ini!
  • Mengenal peraturan dasar kasti.
  • Mampu mempraktikkan teknik dasar.
  • Menumbuhkan sikap sportif dan kerja sama.

Pembagian Kelompok

  • Siswa dibagi menjadi kelompok kecil secara acak atau berdasarkan kesiapan.
2 Kegiatan Inti dan Penutup 120 menit Kegiatan Inti (100 Menit)

Mengamati, siswa menyaksikan demonstrasi langsung dari guru tentang:

  • Cara memegang dan memukul bola.
  • Teknik melempar dan menangkap bola.
  • Aturan dasar permainan kasti.
  • Guru menjelaskan dengan bantuan media visual (gambar/sketsa lapangan)

Menanya, siswa diajak bertanya:

  • “Bagaimana cara agar pukulan lebih jauh?”
  • “Kenapa kita harus kerja sama dalam tim?”
  • Guru menjawab dan mengarahkan pemikiran siswa.

Mengeksplorasi, latihan teknik dasar secara bergantian:

  • Melempar bola ke target (kerucut/sasaran tetap).
  • Menangkap bola dari teman.
  • Memukul bola menggunakan tongkat pendek (bisa tongkat plastik/alat sederhana).
  • Setiap kelompok berlatih secara bergiliran dan didampingi guru.

Mengasosiasi, siswa bermain dalam kelompok kecil dalam simulasi permainan mini kasti:

  • Peran pemukul, penjaga, dan pelari dirotasi.
  • Guru memberi tugas pengamatan: "Apa yang paling menantang saat bermain?"

Mengomunikasikan, tiap kelompok mendiskusikan dan menyampaikan:

  • Teknik yang mereka kuasai.
  • Kesulitan yang dihadapi.
  • Solusi atau strategi bermain tim.
  • Guru memberi umpan balik positif dan memperbaiki teknik yang masih kurang.


Kegiatan Penutup (20 Menit)

Refleksi Pembelajaran, guru mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran:

  • Apa teknik kasti yang sudah dipelajari?
  • Apa sikap yang harus dijaga saat bermain?

Umpan Balik dan Penguatan

  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sportifitas, kerja sama, dan aktif bergerak untuk kesehatan.

Evaluasi Sederhana, siswa menjawab 3 pertanyaan singkat secara lisan atau tertulis:

  • Sebutkan 2 teknik dasar dalam permainan kasti!
  • Mengapa kita harus bekerja sama saat bermain?
  • Apa yang kamu sukai dari pembelajaran hari ini?

Penutup dan Doa

  • Guru menutup pelajaran dengan pesan moral dan doa bersama.
  • Mengingatkan siswa untuk berolahraga secara rutin dan menjaga keselamatan saat bermain.
Sumber & Bahan belajar utama
  • Aminarni, Masri'an. 2017. Penjasorkes Jilid 5 untuk SD/MI Kelas 5. Jakarta: Erlangga.
  • Muhajir. 2022. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI. Jakarta: Kemdikbud
Sumber/bahan belajar tambahan
Prosedur pembelajaran

Pendahuluan
Alokasi Waktu: 15 Menit / 12.5% dari Total Waktu

Salam dan Presensi (2 menit)

  • Langkah 1: Guru memasuki ruang kelas/lapangan dengan senyum dan menyapa siswa dengan ramah ("Selamat pagi, anak-anak! Bagaimana kabarnya hari ini?").
  • Langkah 2: Guru melakukan presensi untuk memastikan kehadiran seluruh siswa dan menanyakan kesiapan mereka untuk mengikuti pelajaran ("Apakah semua sudah siap untuk belajar dan bermain kasti hari ini?").

Pemanasan Ringan (5 menit)

  • Langkah 1: Guru mengajak siswa berbaris dengan rapi dan memberikan instruksi untuk melakukan peregangan statis (peregangan otot tangan, kaki, leher, pinggang dengan hitungan 1x8 setiap gerakan).
  • Langkah 2: Guru melanjutkan dengan peregangan dinamis (memutar lengan, pinggang, mengayun kaki dengan hitungan 1x8 setiap gerakan).
  • Langkah 3: Guru meminta siswa melakukan lari kecil di tempat selama kurang lebih 1 menit.
  • Langkah 4: Guru memandu gerakan pemanasan spesifik untuk kepala, tangan, dan kaki untuk mempersiapkan otot dan sendi, serta menghindari cedera.

Motivasi dan Apersepsi (4 menit)

  • Langkah 1: Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk menggali pengetahuan awal dan minat mereka: “Siapa yang pernah bermain kasti sebelumnya?” (Tunggu respons siswa).
  • Langkah 2: Guru melanjutkan dengan pertanyaan: “Apa yang kalian ketahui tentang permainan ini?” (Beri kesempatan beberapa siswa untuk menjawab).
  • Langkah 3: Guru memberikan apresiasi atas jawaban siswa dan mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari.

Menyampaikan Tujuan Pembelajaran (2 menit)

  • Langkah: Guru menjelaskan dengan jelas tujuan pembelajaran yang akan dicapai hari ini:
  • "Hari ini kita akan belajar mengenal peraturan dasar dalam permainan kasti."
  • "Kalian juga akan berlatih dan mampu mempraktikkan teknik dasar kasti seperti melempar, menangkap, dan memukul bola."
  • "Selain itu, yang tidak kalah penting, kita akan belajar menumbuhkan sikap sportif dan kerja sama dalam tim."

Pembagian Kelompok (2 menit)

  • Langkah 1: Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 kelompok, disesuaikan jumlah siswa).
  • Langkah 2: Pembagian kelompok dapat dilakukan secara acak (berhitung) atau berdasarkan pertimbangan kesiapan/keterampilan awal siswa jika sudah teramati sebelumnya, untuk menciptakan kelompok yang seimbang.

Inti pembelajaran

Alokasi Waktu: 90 Menit / 75% dari Total Waktu

Mengamati (15 menit)

  • Langkah 1: Guru meminta siswa berkumpul dan memperhatikan demonstrasi yang akan diberikan.
  • Langkah 2: Guru mendemonstrasikan secara langsung teknik dasar:
  1. Cara memegang tongkat pemukul dan posisi badan saat akan memukul bola.
  2. Cara melakukan pukulan bola yang benar.
  3. Teknik melempar bola (lemparan melambung, lemparan mendatar, lemparan bawah).
  4. Teknik menangkap bola (menangkap bola lambung, bola datar, bola menyusur tanah).
  • Langkah 3: Guru menjelaskan aturan-aturan dasar permainan kasti secara singkat dan mudah dipahami, sambil menunjukkan contoh melalui gerakan atau posisi.
  • Langkah 4: Guru menggunakan media visual seperti gambar atau sketsa lapangan kasti untuk memperjelas area permainan, posisi pemain, dan alur permainan.

Menanya (10 menit)

  • Langkah 1: Setelah demonstrasi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.
  • Langkah 2: Guru dapat memancing pertanyaan siswa jika mereka pasif, misalnya: “Ada yang ingin tahu bagaimana cara agar pukulan bolanya bisa lebih jauh?” atau “Mengapa kita harus bekerja sama dalam tim saat bermain kasti?”
  • Langkah 3: Guru menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa dengan jelas dan mengarahkan pemikiran mereka untuk memahami pentingnya teknik dan strategi.

Mengeksplorasi (Latihan Teknik Dasar) (30 menit)

  • Langkah 1: Guru menyiapkan beberapa pos latihan untuk teknik dasar.
  • Langkah 2: Setiap kelompok siswa diminta untuk berlatih secara bergantian di setiap pos:
  1. Pos 1: Latihan melempar bola ke target yang sudah ditentukan (misalnya, kerucut, tumpukan ban, atau sasaran yang digambar di dinding). Siswa berlatih variasi lemparan.
  2. Pos 2: Latihan menangkap bola dari lemparan teman secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Variasikan jenis lemparan yang ditangkap.
  3. Pos 3: Latihan memukul bola menggunakan tongkat pendek (bisa tongkat plastik atau alat sederhana lainnya). Bola bisa dilambungkan oleh teman atau diletakkan di standar (jika ada).
  • Langkah 3: Guru berkeliling untuk mendampingi setiap kelompok, memberikan instruksi tambahan, memperbaiki kesalahan teknik, dan memberikan motivasi.

Mengasosiasi (Simulasi Permainan Mini Kasti) (25 menit)

  • Langkah 1: Guru mengajak siswa untuk bermain dalam kelompok kecil dalam format simulasi permainan mini kasti. Aturan dapat disederhanakan dan ukuran lapangan diperkecil.
  • Langkah 2: Guru memastikan peran sebagai pemukul, penjaga, dan pelari dirotasi di antara anggota kelompok agar semua siswa mendapatkan pengalaman di setiap peran.
  • Langkah 3: Selama permainan berlangsung, guru memberikan tugas pengamatan kepada siswa, misalnya: "Perhatikan dan nanti ceritakan, apa yang paling menantang saat kalian berperan sebagai pemukul, penjaga, atau pelari?"

Mengomunikasikan (Diskusi dan Umpan Balik) (10 menit)

  • Langkah 1: Setelah simulasi permainan, setiap kelompok diminta untuk berdiskusi singkat.
  • Langkah 2: Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusi mereka, yang meliputi:
  1. Teknik dasar apa saja yang sudah mulai mereka kuasai.
  2. Kesulitan-kesulitan apa yang mereka hadapi saat bermain atau mempraktikkan teknik.
  3. Solusi atau strategi bermain tim apa yang mereka coba terapkan atau temukan.
  • Langkah 3: Guru memberikan umpan balik positif terhadap usaha siswa, memberikan apresiasi, dan membantu memperbaiki pemahaman atau teknik yang masih kurang tepat secara konstruktif.

Usai pembelajaran

Alokasi Waktu: 15 Menit / 12.5% dari Total Waktu

Refleksi Pembelajaran (5 menit)

  • Langkah 1: Guru mengajak siswa duduk dan melakukan pendinginan ringan (misalnya, peregangan ringan sambil mengatur napas).
  • Langkah 2: Guru mengajak siswa untuk bersama-sama menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan bertanya:
  1. "Anak-anak, teknik dasar kasti apa saja yang sudah kita pelajari dan coba hari ini?" (Biarkan siswa menyebutkan: melempar, menangkap, memukul).
  2. "Selain teknik, sikap apa saja yang penting untuk kita jaga saat bermain kasti bersama teman?" (Arahkan ke sportivitas, kerja sama, kejujuran).

Umpan Balik dan Penguatan (4 menit)

  • Langkah 1: Guru memberikan penguatan positif terhadap partisipasi aktif siswa.
  • Langkah 2: Guru menekankan kembali pentingnya sportivitas dalam setiap permainan, manfaat kerja sama tim, dan bagaimana aktif bergerak seperti bermain kasti baik untuk kesehatan tubuh.

Evaluasi Sederhana (4 menit)

  • Langkah 1: Guru mengajukan 3 pertanyaan singkat kepada siswa, yang bisa dijawab secara lisan atau ditulis singkat di buku:
  1. "Coba sebutkan 2 teknik dasar dalam permainan kasti!"
  2. "Mengapa kita harus bekerja sama saat bermain kasti?"
  3. "Apa yang paling kamu sukai dari pembelajaran kasti kita hari ini?"
  • Langkah 2: Guru mendengarkan beberapa jawaban siswa atau mengumpulkan catatan (jika tertulis) dan memberikan apresiasi.

Penutup dan Doa (2 menit)

  • Langkah 1: Guru menyampaikan pesan moral singkat terkait dengan pembelajaran, misalnya pentingnya terus berlatih dan menjaga semangat.
  • Langkah 2: Guru mengingatkan siswa untuk selalu berolahraga secara rutin dan yang terpenting adalah menjaga keselamatan saat bermain, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.
  • Langkah 3: Guru menutup pelajaran dengan memimpin doa bersama atau meminta salah satu siswa untuk memimpin doa.
  • Langkah 4: Guru mengucapkan salam penutup.
Penilaian
  • Jenis penilaian: Formatif dan/atau Sumatif
  • Bentuk penilaian: Tes tertulis atau lisan observasi untuk menilai kognitif dan afektif dan Pengamatan untuk menilai psikomotor
  • Rubrik atau instrumen penilaian:
  1. Rubrik penilaian kognitif
  2. Rubrik penilaian afektif
  3. Rubrik penilaian psikomotor
Catatan tambahan (opsional)

Catatan ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, mengintegrasikan nilai-nilai penting, serta memastikan pembelajaran lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan beragam siswa"

  • Penguatan Nilai dan Karakter:
  • Pembelajaran kasti adalah sarana yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai positif. Guru dapat secara eksplisit maupun implisit menguatkan nilai-nilai berikut:
  • Kerja Sama (Gotong Royong):
  • Tekankan bahwa kasti adalah permainan tim. Kemenangan tidak bisa diraih sendiri. Contoh penguatan: "Ingat, saat teman kita memukul, tim penjaga harus sigap bekerja sama menutup ruang agar bola mudah ditangkap!"
  • Sportivitas:
  • Ajarkan untuk menerima kekalahan dengan lapang dada dan kemenangan dengan rendah hati. Contoh penguatan: "Kalah atau menang itu biasa dalam permainan. Yang terpenting, kita sudah berusaha maksimal dan bermain jujur."
  • Kejujuran:
  • Dorong siswa untuk mengakui jika terkena lemparan atau melakukan kesalahan. Contoh penguatan: "Hebat, kamu jujur mengakui terkena lemparan! Itu baru pemain sportif."
  • Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda. * * Hargai setiap usaha dan kontribusi. Contoh penguatan: "Setiap orang punya kelebihan. Ada yang jago melempar, ada yang cepat lari. Kita semua saling melengkapi.