Lompat ke isi

Ragam Tradisi dan Budaya Indonesia/Mengenal Tradisi Mangulosi Daerah Batak Toba Sumatera Utara

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Magulosi Sebagai Tradisi Adat Batak Toba

[sunting]
Mangulosi dalam tradisi adat batak toba

Salah satu bagian penting dalam adat Batak toba di Sumatera Utara adalah Mangulosi. Mangulosi dalam bahasa toba artinya mengalungkan kain. Kain dalam bahasa batak toba di sebut ulos. Kain yang di kalungkan bukan sembarangan kain, tetapi kain khusus untuk suatu acara tertentu. Ulos yang di berikan dalam upacara adat berbeda tergantung upacara yang di lakukan. Ulos yang di berikan dalam upacara adat pernikahan akan berbeda dengan upacara adat kematian maupun kelahiran seseorang. Masing masing ulos yang diberikan pada upacara adat tersebut di berikkan oleh orang tua/ keluarga/ tetangga/saudara dari seseorang yang membuat adat.[1]

Ulos

[sunting]

Dalam setiap kegiatan seperti upacara pernikahan, kelahiran, dan dukacita, ulos selalu menjadi bagian adat yang selalu diikutsertakan. Menurut pemikiran moyang orang batak, salah satu unsur yang memberikan kehidupan bagi tubuh manusia adalah “kehangatan”. Mengingat orang-orang batak dahulu memilih hidup di dataran yang tinggi sehingga memiliki temperatur yang dingin. Ulos pun menjadi barang yang penting dan dibutuhkan semua orang kapan saja dan di mana saja. Hingga akhirnya karena ulos memiliki nilai yang tinggi di tengah-tengah masyarakat batak.[2] Masyarakat Batak menganggap kain ulos sebagai benda sakral, yang sejalan dengan semboyan mereka “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong”. Artinya: “jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, maka Ulos adalah pengikat kasih sayang antar sesama”. Ulos mempunyai fungsi dan arti yang sangat penting dalam berbagai upacara adat seperti pernikahan, kematian, dan ritual lainnya. Pemberian ulos di sebut mangulosi

Magulosi dalam acara pernikahan

[sunting]

Mangulosi adalah acara pemberian kain tenun khas Batak yang diberi nama ulos kepada pengantin. Kain ulos ini mempunyai makna pemberian perlindungan dari segala cuaca dan keadaan yang dipercayai oleh suku Batak. Tidak sembarang orang bisa mangulosi atau memberi ulos. Biasanya yang mangulosi disebut dengan hula-hula atau orang-orang yang dituakan dalam adat Batak. Ulos mempunyai corak dan motif yang juga mempunyai makna-makna yang unik. Kain Ulos hanya mempunyai tiga warna dasar yaitu merah,putih dan hitam. Tiga warna ini juga menandakan siapa yang berhak memakainya. Untuk warna merah dipakai oleh pihak dongantubu atau keluarga semarga, putih untuk pihak boru atau pihak keluarga suami, dan hitam untuk hula-hula yaitu pihak keluarga wanita.[3]

Mangulosi dalam acara kematian

[sunting]

Adat upacara pemakaman dalam budaya Batak memberlakukan pemberian ulos dengan prosesi dan kronologi yang lebih rumit dan lengkap untuk melibatkan tulang/hula-hula, dongan tubu dan boru (fungsi dalihan na tolu) bila terjadi kematian pada orang yang sudah berumah tangga atau berkeluarga. Untuk menentukan siapa saja yang berhak memberikan ulos kepada yang meninggal dan kepada keturunan yang ditinggalkan haruslah melalui musyawarah (pangarapoton) atau rapat untuk membahas status meninggal orang tersebut dan prosesi apa yang tepat (partuatna) agar jenazah bisa dikuburkan semestinya.[4]

Tata cara dalam mangulosi

[sunting]
  1. Pemberian ulos umumnya dilakukan oleh orang yang dituakan maksudnya dari tulang/hulahula/paman kepada anak perempuan/parboruan, orangtua kepada anak, amangboru tu parmaen/ om kepada menantu, kaka tu anggi/ kakak kepada adik.
  2. Ulos yang diberikanpun harus lah ulos yang tepat, yaitu : ulos Ragidup sebagai ulos pargomgom/pemberkatan kepada ibunya menantu (hela). Sibolang atau ragihotang sebagai pasanamot/seserahan kepada bapaknya menantu (hela), begitu juga yang akan diberikan kepada menantu (hela). Ulos ragidup juga diberi kepada boru/anak sebagai ulos mula gabe/tanda keberhasilan (sewaktu mengharap anak kelahiran pertama).[5]

Referensi

[sunting]
  1. https://medan.kompas.com/read/2022/02/01/163835578/kain-ulos-khas-suku-batak-filosofi-jenis-dan-aturan-penggunaan?page=all
  2. https://repository.uniga.ac.id/file/mahasiswa/263339509.pdf
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan_adat_Batak_Toba
  4. https://forum.indogamers.com/threads/713463-Kematian-dan-Adat-Upcara-Kematin-dalam-Budaya-Batak
  5. https://repository.radenintan.ac.id/3113/1/SKRIPSI_NANDA.pdf