Ragam Tradisi dan Budaya Indonesia/Tradisi Ngaruat Lembur di Desa Cipeundeuy
Pengenalan Desa Cipeundeuy
[sunting]Desa Cipeundeuy merupakan sebuah desa yang berada di Kabupaten Sumedang tepatnya di Kecamatan Jatinunggal. Desa Cipeundeuy berlokasi di bagian timur wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka. Desa Cipeundeuy memiliki 6 dusun yaitu: Dusun Cipeundeuy Kaler, Dusun Cipeundeuy Kidul, Dusun Cinangsi, Dusun Nganceng, Dusun Karanganyar, Dusun Saradan, dan Dusun Cidarma.[1]
Masyarakat Desa Cipeundeuy mayoritas berasal dari suku Sunda yang lekat dengan karakteristik optimistis, ramah, sopan, riang, dan bersahaja.[2] Oleh karena itu, tak heran jika masyarakat di Desa Cipeundeuy cenderung aktif dalam interaksi sosial yang membuat suasana kekeluargaan dan gotong royong dalam tatanan kehidupan bermasyarakat di Desa Cipeundeuy ini terasa sangat kuat dan kental. Masyarakat Desa Cipeundeuy pun memiliki tradisi dan budaya yang masih terpelihara hingga saat ini. Mereka meyakini bahwa menjaga dan melestarikan tradisi adalah bentuk penghargaan terhadap sejarah dan jasa para leluhur. Salah satu tradisi dan budaya yang ada dan masih lestari di Desa Cipeundeuy adalah Ngaruat Lembur.
Deskripsi Tradisi Ngaruat Lembur
[sunting]Ngaruat lembur adalah upacara yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ucapan syukur pada Tuhan YME serta para leluhur.[3] Tradisi ngaruat lembur merupakan salah satu tradisi yang rutin dilaksanakan di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan ulang tahun Desa Cipeundeuy, yakni pada tanggal 18 November di setiap tahunnya. Tujuan pelaksanaan tradisi Ngaruat Lembur adalah ungkapan syukur atas segala nikmat yang diperoleh, menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat, serta mengenalkan budaya lokal kepada para generasi muda.

Tradisi ini pun menjadi ajang silaturahmi masyarakat desa dari berbagai latar belakang untuk berbaur dalam sukacita dan munajat berdoa bersama. Adapun rangkaian acara dalam prosesi Ngaruat Lembur diawali dengan pembacaan hadhoroh yang ditujukan untuk para leluhur desa, penyembelihan hewan (kambing), pembuatan nasi tumpeng, pembacaan sholawat (pengajian), makan bersama, dan diakhiri dengan acara hiburan.
Nilai-nilai Pendidikan dalam Tradisi Ngaruat Lembur
[sunting]Tradisi Ngaruat Lembur yang diselenggarakan di Desa Cipeundeuy memiliki nilai filosofis dan sejarah yang dapat diambil hikmahnya. Berikut adalah nilai penuh hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan tradisi Ngaruat Lembur di Desa Cipeundeuy:
- Tradisi Ngaruat Lembur menunjukkan nilai spiritual dalam masyarakat karena pelaksanaan Ngaruat Lembur hakikatnya adalah perwujudan rasa syukur kepada Tuhan YME atas besar kecilnya nikmat yang diterima oleh masyarakat desa.
- Dalam pelaksanaan tradisi Ngaruat Lembur, masyarakat saling bahu-membahu dan gotong royong dalam penyelenggaraan acara, seperti iuran untuk membeli kambing, persiapan pembuatan tumpeng, ataupun keperluan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan acara tersebut.
- Susunan acara dalam tradisi Ngaruat Lembur yang notabene dominan diisi dengan kegiatan keagamaan berupa pembacaan hadhoroh untuk para leluhur, pembacaan sholawat, dan pengajian merupakan wujud akulturasi budaya yang mencerminkan semangat toleransi. Masyarakat dari berbagai latar berkumpul bersama tanpa diskriminasi dan saling berbaur dalam suka cita.
- Pelaksanaan tradisi Ngaruat Lembur ini memberikan makna mendalam terkait pentingnya rasa memiliki dan menghargai terhadap sejarah dan budaya milik daerah sendiri. Sebagaimana kacang yang tak lupa pada kulitnya, maka masyarakat diharapkan untuk selalu ingat darimana mereka berasal dan menghargai jasa-jasa leluhur yang telah mempelopori dan merintis Desa Cipeundeuy hingga seperti saat ini.
Referensi
[sunting]- ↑ https://id.wikipedia.org/wiki/Cipeundeuy,_Jatinunggal,_Sumedang, diakses pada tanggal 7 Februari 2025.
- ↑ https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda#, diakses pada tanggal 7 Februari 2025.
- ↑ Ani Rostiyati. "https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/ngaruat-lembur-di-desa-sukamenak-sumedang/", diakses pada tanggal 7 Februari 2025.