Rahasia Tanaman Obat Keluarga: Khasiat Alami untuk Kehidupan Sehari-hari/Kelor (''Moringa oleifera'')

Tanaman kelor merupakan tanaman yang multiguna, karena hampir seluruh bagiannya (akar, daun, polong, dan kulit batang) dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan. Tanaman kelor diartikan miracle tree alias pohon ajaib. Pohon kelor seluruh bagiannya bisa dimakan, mulai dari akar sampai kulit kayunya tumbuh dengan cepat dan tahan kekeringan, dengan benih yang dapat menjernihkan air dan sumber berharga di berbagai tempat, serta tergolong tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar.[1]
Asal-usul dan Keunikan Daun Kelor
[sunting]Tanaman kelor berasal dari wilayah tropis Asia Selatan. Seiring waktu, tanaman ini menyebar ke berbagai belahan dunia seperti Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pohon kelor memiliki batang berkayu lunak dan cenderung rapuh. Daunnya berwarna hijau muda hingga tua, berbentuk bulat kecil, dan tersusun majemuk seperti tangkai sirip ikan. Bunganya berwarna putih kekuningan dengan aroma harum, sementara buahnya berbentuk panjang seperti kacang polong yang sering disebut kelentang.[2]
Klasifikasi Ilmiah Kelor
[sunting]Informasi lengkap klasifikasi ilmiah kelor adalah sebagai berikut: [3]
| Kingdom | Plantae |
| Divisi | Magnoliophyta |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Subkelas | Dilleniidae |
| Ordo | Capparales |
| Famili | Moringaceae |
| Genus | Moringa |
| Spesies | Moringa oleifera |
| Nama daerah | Kelor (Jawa, Sunda, Bali, Lampung), Maronggih (Madura), Moltong (Flores), Keloro (Bugis), Ongge (Bima), dan Hau fo (Timur) |
Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan
[sunting]Membantu menangkal radikal bebas
[sunting]Daun kelor memiliki kandungan antioksidan yang tinggi di dalamnya. Kadar radikal bebas yang berlebih pada tubuh bisa menyebabkan stres oksidatif yang berdampak pada penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Mampu menurunkan kadar gula darah
[sunting]Cara kerjanya dengan meningkatkan efektivitas kerja dari hormon insulin guna mencegah resistensi insulin.
Mengurangi peradangan atau inflamasi dalam tubuh
[sunting]Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Faktanya, peradangan yang berkelanjutan memiliki kaitan dengan masalah kesehatan kronis. Beberapa di antaranya seperti penyakit jantung dan kanker.
Memelihara fungsi dan kesehatan otak
[sunting]Kandungan antioksidan pada daun kelor, bekerja dengan menurunkan risiko tubuh dari ancaman penyakit Parkinson dan Alzheimer seiring dengan berjalannya waktu.
Mengontrol tekanan darah
[sunting]Salah satu kandungan daun kelor adalah kalium yang mampu mengontrol tekanan darah dalam tubuh. Tak hanya itu, nutrisi tersebut juga efektif menjaga tekanan darah tetap stabil, sehingga risiko hipertensi pun bisa dicegah.[4]
Membantu menghambat perkembangan sel kanker
[sunting]Ekstrak kulit batang dan daun kelor yang mengandung antioksidan efektif membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker pada tubuh, termasuk kanker usus besar, pankreas, dan payudara.
Merasa lebih berenergi
[sunting]Daun kelor juga menjadi salah satu makanan penambah energi yang bebas kafein. Fungsi daun kelor ini terjadi berkat kandungan vitamin dan mineral pada daun. Ini termasuk zat besi dan vitamin B, C, serta D.
Menjaga kesehatan hati
[sunting]Bagi pengidap penyakit hati, daun kelor akan mempercepat perbaikan sel hati. Daunnya memiliki konsentrasi polifenol yang tinggi sehingga dapat melindungi organ hati dari bahaya kerusakan oksidatif.
Membantu melancarkan pencernaan
[sunting]Kegunaan daun kelor ini terjadi berkat kandungan serat larut dan tidak larut. Serat larutnya akan larut dalam air dan berubah menjadi gel. Ini dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Sementara itu, kandungan serat tidak larutnya bekerja dengan menambah volume feses, sehingga menjadi lebih mudah ketika melewati saluran pencernaan.
Meningkatkan kolesterol baik
[sunting]Cara kerjanya dengan menurunkan lemak dan mencegah penumpukan plak pada dinding arteri. Selain meningkatkan kolesterol baik, daun kelor efektif menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh yang menjadi pemicu sakit jantung.
Mencegah penuaan dini
[sunting]Antioksidan seperti flavonoid dan polifenol pada daun kelor bekerja dengan memerangi kerutan dan membuat kulit tampak lebih awet muda. Kedua senyawa tersebut memiliki efek antiinflamasi yang mampu mencegah tanda penuaan dini.
Meningkatkan kesehatan tulang
[sunting]Kegunaan ini berasal dari kandungan tinggi kalsium dan fosfor dalam daun. Keduanya mampu meningkatkan kesehatan tulang dengan memerangi radang sendi dan mempercepat proses penyembuhannya.[5]
Referensi
[sunting]- ↑ Tresno Saras. Manfaat dan Khasiat Daun Kelor untuk Kesehatan. Tahun 2022. Penerbit : Tiram Media. https://www.google.co.id/books/edition/Manfaat_dan_Khasiat_Daun_Kelor_untuk_Kes/ZemREAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Manfaat+daun+kelor+(moringa+oleifera)+untuk+kesehatan&printsec=frontcover
- ↑ https://myincome.id/2024/12/21/daun-kelor-potensi-tersembunyi-untuk-produk-kesehatan-dan-kecantikan/
- ↑ Kumar N, Pratibha, Pareek S. Bioactive Compounds of Moringa (Moringa Species). In: Murthy HN, Paek KY, editors. Bioactive Compounds in Underutilized Vegetables and Legumes [Internet]. Cham: Springer International Publishing; 2021 [cited 2025 Feb 14]. p. 1–22. (Reference Series in Phytochemistry). Available from: https://link.springer.com/10.1007/978-3-030-44578-2_28-1
- ↑ Prof. Dr. F. G. Winarno. Tanaman Kelor (Moringa oleifera) : Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha. Tahun 2018. Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Gedung Kompas Gramedia Blok I, Lt. 5 Jl. Palmerah Barat 29-37, Jakarta 10270. https://www.google.co.id/books/edition/Tanaman_Kelor_Moringa_oleifera_Nilai_Giz/0VJwDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1
- ↑ https://www.halodoc.com/artikel/13-manfaat-daun-kelor-untuk-kesehatan?srsltid=AfmBOooM98qP4b2axC8FfgqURPy4Z6Pg9RGr_CcPHdINGYVrrebud2WZ