Lompat ke isi

Rahasia Tanaman Obat Keluarga: Khasiat Alami untuk Kehidupan Sehari-hari/Kunyit (''Curcuma longa'')

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Curcuma longa L

Kunyit merupakan salah satu rempah-rempah asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita. Kunyit memiliki banyak jenis atau spesies. Umumnya, kita akan menjumpai kunyit berwarna kekuningan, tetapi ternyata ada kunyit yang berwarna putih dan hitam. Kunyit kuning sering mendominasi sebagai tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat dibandingkan yang berwarna putih dan hitam.[1]

Klasifikasi Ilmiah dan Ciri Kunyit

[sunting]

Kunyit kuning pun memiliki banyak jenis dan varietasnya seperti Curcuma longa L, Curcuma longa var. vanaharidra Velay., Pandrav., J.K.George & Varapr, Curcuma domestica Val, Curcuma soloensis Val, dan sebagainya. Kunyit termasuk keluarga Zingiberaceae. Berikut adalah contoh klasifikasi kunyit kuning yang sering dibudidayakan.[2].

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Subkelas Commelinidae
Ordo Zingiberales
Family Zingiberaceae
Genus Curcuma
Spesies Curcuma longa L
Nama daerah Kakunye (Enggano), Kunyet (Adoh), Kuning (Gayo), Kunyir (Sunda), Kunir (Jawa Tengah), Temo koneng (Madura), Kunit (Banjar), Henda (Ngayu), Kunyit (Olon Manyan), Rame (Kapaur).

Kunyit yang sering berkembangbiak dengan rhizome ini dapat hidup di daerah tropis maupun subtropis dengan curah hujan yang cukup, tetapi tidak bisa di tanah yang terendam air. Kunyit juga bisa hidup di tanah berpasir. Meskipun sering berkembang biak secara vegetatif, tetapi kunyit juga bisa berkembang biak secara generatif melalui bunga. Bunganya termasuk bunga majemuk yang menyerupai tangkai daun berwarna ungu dengan mahkota berwarna merah pucat dan kelopaknya kekuningan. Daunnya termasuk tunggal dengan bentuk lonjong yang meruncing pada ujungnya dan berwarna hijau dengan coklat kemerahan pada tulang daunnya. Tanaman herba ini tumbuh berumpun hingga mencapai 1-2 meter.[3]

Kandungan dan Manfaat Kunyit

[sunting]

Kunyit (Curcuma sp.), baik yang kuning, putih maupun hitam, memiliki kandungan dan manfaat yang luar biasa. Kandungan senyawa yang konsentrasinya paling tinggi pada kunyit adalah kurkumin dan turunannya, demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin. Perbedaan persentase ini dipengaruhi beberapa hal seperti lama pemanenannya, jenis kultivarnya, kondisi kunyit (segar atau kering), bahkan metode pengeringan yang digunakan.[4]

Kunyit kuning sering sekali digunakan sebagai bahan tambahan pada masakan. Kunyit juga dijadikan sebagai bahan pewarna alami yang aman dan ramah lingkungan. Selain sebagai bahan tambahan di bidang kuliner, kunyit juga sudah terkenal memiliki berbagai macam manfaat dalam kesehatan, seperti kandungan antioksidan yang tinggi, sebagai antiseptik, antijamur maupun anti inflamasi, dan juga bisa digunakan untuk terapi pada masalah pencernaan, reproduksi (penyakit PCOS), peradangan, bahkan beberapa jenis tumor dan kanker seperti pada lambung.[5][6]

Alternatif Penyajian

[sunting]
Kunyit Bubuk dan Segar

Kunyit kuning seperti Curcuma longa bisa digunakan dalam bentuk segar atau berupa rimpang. Namun, proses pengupasan dapat menyebabkan kulit menjadi kekuningan. Oleh karena itu, kunyit kuning seringkali diolah menjadi serbuk atau bubuk halus yang sangat praktis dijadikan sebagai bahan tambahan minuman, makanan, obat herbal, atau jamu-jamuan, bahkan bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu minuman herbal yang memanfaatkan kunyit kuning adalah kunir asam, dengan memadukan bahan lain yaitu asam jawa dan gula jawa.

Referensi

[sunting]
  1. https://bisip.bsip.pertanian.go.id/berita/menggali-manfaat-kunyit-si-rempah-kuning#:~:text=Tidak%20hanya%20kunyit%20berwarna%20kuning,kunyit%20hitam%20(Curcuma%20caesia)
  2. Plantamor. 2025. Curcuma longa L. Diakses pada 8 Februari 2025 dari https://plantamor.com/species/profile/curcuma/longa#gsc.tab=0
  3. Nihayati, Ellis. 2023. Curcuma: Botani dan Lingkungan Tumbuh. Jawa Timur: UB Press.
  4. Suprihatin, Teguh, Sri Rahayu, Muhaimin Rifa’i, dan Sri Widyarti. 2020. Senyawa pada Serbuk Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) yang Berpotensi sebagai Antioksidan. Buletin Anatomi dan Fisiologi 5 (1): 35-42
  5. Fahrumnisa, A., R. 2019. Ekstrak Kunyit (Curcuma longa) sebagai Tatalaksana Sindrom Polikistik Ovarium. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 10(2): 115-120.
  6. Puteri, Firantika Dias. 2020. Efek Kurkumin Pada Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Pengobatan Kanker Lambung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 2 (2): 860-864