Lompat ke isi

Resep:Buntil

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Buntil yaitu makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, makanan ini berisi parutan daging kelapa yang dicampur dengan teri dan bumbu-bumbu, lalu dibungkus dengan daun pepaya,daun talas, maupun daun singkong kemudian direbus dalam santan. Makanan ini biasa dijajakan di pasar maupun pedagang kaki lima sebagai lauk untuk nasi.

Bahan

[sunting]
  • 20 helai daun talas
  • 2 ekor ikan peda atau 1 tjkr ikan kering asin
  • 1/2 butir kelapa muda
  • 5 biji petai
  • Jerami merang untuk penginkat secukupnya

Bumbu

[sunting]
  • 4 buah cabe merah
  • 20 buah caber rawit
  • 3 siung bawang putih
  • 1/2 rdj kencur
  • 1 sdt terasi
  • 1 sdm garam

Cara Membuat

[sunting]
  1. Daun talas dicuci lalu ditiriskan kemudian di diamkan sebentar
  2. Kelapa muda diparut
  3. Ikan peda diambil dagingnya saja, lalu dihancurkan
  4. Petai dikupas, lalu di iris halus
  5. Cabe merah dan Cabe rawit dicuci lalu dihaluskan
  6. Ikan peda dihancurkan dan lalu petai dicampurkan dengan bumbu jang telah dihaluskan dicampurkan sampai rata.
  7. Siapkan daun talas dan beberkan 3–4 helai daun secara bertumpuk.
  8. Letakkan hampuran kelapa parut dan bumbu di atas daun talas yang sudah dibentangkan.
  9. Lipat bagian pinggir daun ke arah dalam untuk membungkus isian.
  10. Lipat kembali bungkusan hingga membentuk persegi.
  11. Ikat bungkusan menggunakan jerami agar tidak terbuka saat dikukus.
  12. Kukus bungkusan selama kurang lebih 4 jam hingga daun talas menjadi empuk.
  13. Perhatikan warna daun talas: jika sudah berubah menjadi hijau, berarti buntil telah matang

Referensi[1]

[sunting]
  1. Kementerian Pertanian. 1967. Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian