Resep:Cao
Tampilan
Cao (Bahasa bahasa Makassar dan Bahasa Bugis: ᨌᨕᨚ ) adalah makanan tradisional khas suku Bugis dan suku Makassar, terutama di wilayah kepulauan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Makanan ini dihasilkan dari proses fermentasi ragi dengan beberapa bahan tradisional yang disimpan dalam botol. Biasanya yang dijadikan sebagai bahan baku utama adalah ikan kecil atau udang yang difermentasi dengan ragi saccharomyces dan disimpan dalam botol yang lamanya sekitar 3 sampai 7 hari. Setelah proses fermentasi selesai, biasanya makanan ini berubah menjadi warna merah jambu, karena warna udang yang terfermentasi dengan baik.[1][2]

Bahan
[sunting]- 1 mangkok tepung maizena
- 6 mangkok air mentah
- ½ mangkok air pandan
- sedikit gincu merah
- 1 mangkok sirup vanili
- secukupnya es parut
Cara membuat
[sunting]- Masak tepung maizena dengan air sampai matang.
- Warnai sebagian dengan warna hijau dengan air pandan lalu sebagian dengan warna merah dengan gincu.
- Potong kecil-kecil saat sudah menjadi dingin, masukan ke dalam gelas, lalu dimakan dengan sirup vanili dan es serut.

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Referensi
[sunting]- ↑ Ghazali, Munjiyah Dirga Chao Kuliner Khas Pangkep Berbahan Ikan Tembang, Berikut Resepnya.
- ↑ Tim redaksi jurnalnews.co.id Makanan Khas Pangkep yang Wajib Dicoba.