Lompat ke isi

Resep:Guacamole

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Bahan-bahan:

[sunting]
  • 4 buah alpukat
  • 2 sendok makan pico de gallo
  • Air perasan ½ buah jeruk nipis
  • 2 buah cabai Jalapeño cincang ATAU 2 sendok makan cabai merah bubuk ATAU 1 sendok makan cabai rawit
  • 1 sendok teh garam
  • 4 sendok teh minyak zaitun
  • 1 ½ sendok teh bawang putih cincang
  • ½ sendok teh lada hitam bubuk
  • 1 buah jalapeño cincang ATAU 2 buah cabai serrano cincang ATAU 2 sendok makan cabai cincang apa pun (sesuaikan dengan tingkat kepedasan)

Cara Membuat:

[sunting]
  1. Belah alpukat menjadi dua dan buang bijinya.
  2. Sayat daging alpukat dengan pola menyilang tanpa memotong kulitnya.
  3. Keluarkan daging buah dari salah satu bagiannya dengan sendok besar dan masukkan ke dalam mangkuk pencampur.
  4. Tambahkan air jeruk nipis dan aduk hingga alpukat terlapisi secara merata.
  5. Masukkan pico de gallo, bawang putih, minyak, jalapeño, garam, cabai merah, dan lada hitam, lalu hancurkan dan aduk potongan alpukat hingga tercampur rata.
  6. Keluarkan potongan alpukat yang tersisa dan aduk perlahan hingga tercampur rata dengan potongan yang lebih besar. Guacamole memiliki konsistensi yang tepat ketika jumlah potongan besar lebih banyak daripada bagian yang dihaluskan.
  7. Hiasi dengan sebatang daun ketumbar.

Catatan, Tips, dan Variasi:

[sunting]
  • Guacamole adalah saus celup yang awalnya dibuat untuk dikonsumsi hampir seketika, artinya tidak ada tujuan untuk menyimpannya sama sekali, jadi Anda dapat menghilangkan penggunaan minyak atau air jeruk nipis untuk resep ini. Namun, minyak dan air jeruk nipis dapat ditambahkan agar guacamole dapat bertahan lebih lama.
  • Sedikit greek yogurt atau kacang hitam tumbuk dapat menambah cita rasa dan protein.
  • Untuk mencegah perubahan warna menjadi cokelat, tutupi permukaannya dengan plastik wrap agar tidak ada udara yang bersentuhan dengan guacamole. Air jeruk nipis juga dapat membantu mencegah oksidasi tersebut.
  • Seorang koki muda dari El Paso, Texas, telah mengembangkan pendekatan yang jauh lebih efektif untuk menjaga guacamole tetap segar hingga tiga kali lebih lama daripada metode tradisional. Melalui uji coba dan kesalahan, Alfred M. Gladstein menemukan bahwa penggunaan berbagai minyak nabati yang dicampur ke dalam ramuan tersebut akan membuatnya tetap segar lebih lama dan secara signifikan meningkatkan waktu sebelum guacamole berubah warna menjadi cokelat dan rusak. Dalam penelitiannya, Gladstein menemukan bahwa mencampur minyak zaitun dalam guacamole bekerja paling baik ketika disajikan secara terpisah atau dengan makanan hangat, sementara minyak nabati (jagung atau kanola) bekerja paling baik ketika guacamole disajikan dengan makanan dingin dan salad. Ketika teknik ini diterapkan, Gladstein, yang juga dikenal sebagai Chef Jamir, menemukan bahwa guacamole yang didinginkan akan tetap segar dan hijau selama tiga hari atau lebih. Ia juga mencatat bahwa ketika menyajikan guacamole pada suhu ruangan, hidangan yang diberi minyak tersebut akan bertahan hingga enam hingga delapan jam sebelum mulai berubah warna menjadi cokelat.